Dalam rumah tangga, kesetiaan menjadi salah satu kunci agar rumah tangga tersebut bisa bertahan. Perselingkuhan adalah momok terbesar yang membuat rumah tangga hancur berantakan. Tidak ada orang yang menginginkannya ketika membangun rumah tangga. Namun, seiring berjalannya waktu, siapa yang tahu?
Menghadapi pasangan yang menduakan cinta dalam rumah tangga dengan bijaksana membutuhkan sikap yang dewasa. Kalau masih dicampuri emosi dan ego, penyelesaian tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berikut ini merupakan beberapa contoh penjabaran mengenai cara bijak dalam menyikapi pasangan yang mendua.
1. Tenangkan diri
Emosi adalah hal yang pasti. Siapa juga yang tidak merasa marah saat pasangannya jatuh ke pelukan orang lain. Tentu saja tidak akan ada yang mau dan rela. Namun, yang tidak diharapkan itu sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur.
Sayangnya, emosi hanya akan menjadi penyakit hati. Sudah menjadi penyakit, tidak bisa menyelesaikan masalah pula. Sehingga kamu harus berusaha untuk membuat dirimu menjadi lebih tenang. Bagaimana caranya? Dekatkan diri kepada Tuhan. Itu adalah kunci agar kamu memiliki kelapangan hati dan ketegaran diri.
2. Komunikasikan dengan pasangan
Komunikasikan dengan pasangan mengenai apa alasannya berbuat sedemikian rupa dan bagaimana inginnya ke depan. Ketika pasangan menjelaskan dan kamu bisa menerima, lantas kalian punya kesepakatan untuk memperbaiki segalanya ke depan, maka kuatkan prinsip.
Kalau pasangan terus mengeyel dan merasa paling benar sendiri padahal sudah ada bukti, kalian tetap harus membuat kesepakatan mengenai bagaimana hal ini akan berakhir.
3. Komunikasikan dengan keluarga
Ketika di antara kamu dan pasangan tidak dapat menemukan titik terang, maka kamu harus mulai membicarakannya dengan keluarga. Apalagi kalau diantara kamu dan pasangan sudah sepakat untuk memilih jalan sendiri-sendiri. Keluarga adalah hal pertama yang harus diajak berdiskusi.
Pernikahan sudah bertumbuh dengan awal yang baik. Sehingga sekalipun harus berakhir, maka akhiri dengan baik. Salah satu cara mengakhiri pernikahan dengan baik adalah menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga.
4. Selesaikan dengan bersih
Arti dari menyelesaikan dengan bersih adalah selesaikan dengan seluruhnya, jangan sampai rumah tangga selesai, tapi hati masih diselimuti dengan dendam. Sebisa mungkin, ketika kamu dan pasangan mengambil keputusan untuk berpisah, maka berpisahlah dengan cara yang baik.
Kamu harus membuat kesepakatan mengenai hubungan pasca perpisahan tersebut. Misalnya mengenai nafkah ataupun segala hal mengenai anak. Meskipun pernikahan tidak bisa dipertahankan, tapi jangan sampai kepentingan mengenai anak menjadi terabaikan.
Itu dia beberapa langkah bijaksana menyikapi pasangan yang mendua dalam rumah tangga. Semoga bermanfaat, ambil yang baik dan buang yang buruk.
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Ide Outfit Simpel ala Ranty Maria, Nyaman dan Tetap Modis
-
4 Sepatu Trail Running untuk Medan Licin dan Berbatu, Stabil dan Anti-Slip!
-
Kacang Rebus Terakhir di Pasar Malam
-
4 Serum Actosome Retinol Atasi Tekstur Kulit dan Garis Halus Tanpa Iritasi
-
4 Rice Cooker Digital Multifungsi dengan Fitur Lengkap untuk Sehari-hari
Terkini
-
Fresh Graduate Jangan Minder! Pelajaran di Balik Fenomena Open To Work Prilly Latuconsina
-
Misi Damai di Luar, Kegelisahan di Dalam: Menggugat Legitiminasi Diplomasi
-
Hadapi Sengketa Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Gandeng Firma Hukum Kondang
-
Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?
-
Debut Unit Baru, Jeno dan Jaemin NCT Siap Merilis Mini Album 'Both Sides'