Impostor syndrome atau sindrom menipu ini merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan penderitanya mengalami keraguan terhadap dirinya sendiri dan pencapaian yang berhasil diraihnya. Orang yang mengidap impostor syndrome biasanya memiliki rasa cemas yang tinggi pada pandangan orang lain terhadap kemampuan serta prestasi yang didapatkannya.
Seringkali syndrome ini dialami oleh orang-orang yang selalu berprestasi hingga mereka ingi selalu menjaga citra baiknya di depan orang lain. Impostor syndrome tidak terjadi setiap saat, biasanya sindrom tersebut akan muncul pada minggu-minggu awal ketika proses adaptasi dengan pekerjaan atau lingkungan baru. Mengutip halodoc.com, berikut 4 tanda seseorang tengah mengalami impostor syndrome!
1. Merasa khawatir dengan performa kerjanya
Orang yang mengalami impostor syndrome akan mengalami kekhawatiran yang tinggi terhadap pandangan kolega maupun bosnya terhadap hasil dari kinerjanya. Dia sangat takut bila melakukan kesalahan dan dianggap tidak kompeten. Alih-alih mengeluarkan semua potensi yang dimilikinya, penderita impostor syndrome akan memilih bekerja sesuai arahan dan harapan atasan atau koleganya karena takut melakukan kesalahan dan merusak kinerjanya.
2. Meragukan kemampuan diri
Saat mendapatkan sebuah prestasi atau penghargaan, penderita impostor syndrome bukannya merasa senang melainkan khawatir dan takut. Bahkan, penderita tidak mengetahui mengapa dia bisa mendapatkan prestasi tersebut dan mulai merasa khawatir apakah dia akan mampu mempertahankannya atau tidak.
3. Menghindari tugas tambahan
Karena ingin selalu menjadi orang yang sempurna dalam segi kualitas dan kinerjanya, orang dengan syndrome impostor akan menghindari tugas tambahan karena khawatir bahwa tugas pokoknya akan menjadi kurang sempurna. Dia juga takut bila tugas tambahan yang diambilnya tidak berhasil dengan baik.
4. Memilih bertahan pada zona nyaman
Orang dengan syndrome impostor akan cenderung memilih untuk tetap berada di zona nyaman dan menghindari promosi maupun tugas tambahan. Hal tersebut dia lakukan karena dia takut tidak bisa meraih hal yang lebih besar hingga mendapatkan kegagalan.
Nah, itu tadi 4 tanda seseorang yang mengalami impostor syndrome. Meskipun terkesan tidak berbahaya, namun penderitanya rentan dengan stress, frustasi hingga depresi.
Tag
Baca Juga
-
5 Rekomendasi Kafe Dekat ISI Jogja, Harga Terjangkau Nyaman Buat Nongkrong!
-
5 Rekomendasi Tempat Camping di Purwokerto, Viewnya Memesona!
-
5 Rekomendasi Wisata Keluarga di Klaten, Seru dan Menyenangkan!
-
4 Kafe di Temanggung dengan View Gunung Sumbing dan Sindoro
-
5 Kafe di Boyolali dengan View Gunung Merapi yang Memesona, Auto Bikin Betah
Artikel Terkait
-
Biar Beda dengan Tetangga, Viral Bapak Ini Cetak dan Pajang Semua Prestasi Anaknya Jelang Lebaran
-
Ketahui Tanda-Tanda Alam Datangnya Malam Lailatul Qadar
-
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Ulama: Jangan Lewatkan Berkahnya
-
Lebih Indah dari 1000 Bulan, Kenapa Malam Lailatul Qadar Dirahasiakan?
-
Apa Prestasi Ifan Seventeen di Dunia Film? Dirut PT PFN Blak-blakan Pamer Pencapaian
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?