Ada ungkapan yang mengatakan bahwa orang Indonesia dianggap belum makan kalau belum makan nasi. Nasi atau beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Maka, tidak heran masyarakat di Negeri Khatulistiwa menggemari nasi.
Konon, orang Jepang punya kecintaan yang sama terhadap nasi atau beras. Lebih jauh, masyarakat Jepang punya cerita historis mengenai nasi atau beras. Simak yuk penjelasan yang dirangkum dari Tokyoweekender dan Nippon berikut ini.
Nasi dalam Budaya Jepang
Sebagian besar sumber makanan manusia di dunia terdiri dari sumber karbohidrat. Orang Eropa makan roti dan bir, orang Amerika selatan makan jagung, dan Jepang makan nasi, sama seperti orang Asia kebanyakan.
Masyarakat Jepang makan nasi putih tanpa dibumbui. Banyak orang percaya bahwa makan nasi putih adalah bentuk penghormatan terhadap para petani yang telah menanam padi sehingga menjadi nasi pulen yang nikmat. Di Jepang sendiri, anak-anak sudah diajari untuk tidak menyia-nyiakan nasi yang dihidangkan. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa “Tujuh dewa ada di setiap butir nasi.”
Penderitaan Zaman Edo
Budaya makan nasi di Jepang ada kaitannya dengan zaman Edo. Di masa ini, orang menyebutnya The Affliction of Edo saking menderitanya hidup masyarakat. Sebelum westernisasi datang, masyarakat hanya makan 450 gr nasi setiap hari. Angka ini kemudian menurun sampai 150 gr per hari karena kondisi Jepang yang semakin kacau.
Kebutuhan makan menjadi sulit dan lauk pauk hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Masyarakat hanya makan tahu, acar dan sup miso. Daging dilarang dan harga ikan sangat tinggi, sehingga masyarakat menengah ke bawah hanya makan beras dan biji-bijian saja.
Nasi yang dimakan pun bukan nasi berkualitas tinggi sebab nasi putih ini hanya dimakan oleh para bangsawan. Rakyat jelata makan nasi yang dicampur dan ini berlangsung lama sampai pada masyarakat terbiasa memakan nasi putih polos. Kondisi yang dialami Jepang pada zaman Edo membentuk kebiasaan makan nasi, dan beras menjadi tolak ukur kekayaan para samurai dan bangsawan.
Pola Makan Masyarakat Jepang di Masa Modern
Jika dibandingkan dengan pola makan saat ini, ada banyak perubahan yang terjadi. Konsumsi beras masyarakat menurun sampai lebih dari setengahnya, tapi konsumsi daging meningkat. Pergeseran pola makan ini dipengaruhi oleh gaya hidup orang barat dan diet karbo yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Selain itu, di masa ini masyarakat bebas menikmati lauk pauk sehingga porsi nasi sedikit.
Masyarakat Jepang modern lebih teliti dalam makan nasi dan mengusung gaya makan yang lebih sehat di masa ini. Akan tetapi, mereka masih memasuka nasi ke dalam hidangan makanannya namun ditambah dengan lauk pauk yang bernilai gizi seimbang.
Nah, pola makan masyarakat Jepang dinilai sebagai salah satu pola makan yang menginspirasi orang-orang yang mengutamakan hidup sehat. Apalagi sekarang tidak ada larangan konsumsi makanan tertentu, jadi masyarakat lebih bebas menerapkan pola makan sehat yang sesuai kebutuhannya.
Baca Juga
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
Artikel Terkait
-
Berikut Daftar Juara F1, Max Verstappen Samai Fernando Alonso
-
Viral Perempuan Mengeluh Masakan Mertua Bikin Tak Nafsu Makan, Auto Dihujat Warganet
-
Delapan Tahun Tragedi Jules Bianchi di Sirkuit Suzuka, Insan F1 Tidak Ingin Kejadian Terulang Kembali
-
Max Verstappen Raih Gelar Juara F1 2022, Bos Tim Red Bull: Melampaui Semua Mimpi Kami
-
Kisah Persahabatan Kelinci Konyol dan Gadis Bodoh, Ulasan Komik Pank-Ponk
Lifestyle
-
4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi
-
Bebas Kemerahan! 5 Soothing Sheet Mask Korea Penyelamat Kulit
-
4 Face Mist Hypochlorous Acid Andalan Buat Cegah Kulit Gampang Jerawat
-
Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru
-
Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata
Terkini
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai
-
Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus
-
Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?
-
Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial
-
Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?