Hernawan | aozora dee
Ilustrasi alasan mengapa orang Jepang suka makan nasi [Pixabay/kazoka30]
aozora dee

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa orang Indonesia dianggap belum makan kalau belum makan nasi. Nasi atau beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Maka, tidak heran masyarakat di Negeri Khatulistiwa menggemari nasi.

Konon, orang Jepang punya kecintaan yang sama terhadap nasi atau beras. Lebih jauh, masyarakat Jepang punya cerita historis mengenai nasi atau beras. Simak yuk penjelasan yang dirangkum dari Tokyoweekender dan Nippon berikut ini.

Nasi dalam Budaya Jepang 

Sebagian besar sumber makanan manusia di dunia terdiri dari sumber karbohidrat. Orang Eropa makan roti dan bir, orang Amerika selatan makan jagung, dan Jepang makan nasi, sama seperti orang Asia kebanyakan.

Masyarakat Jepang makan nasi putih tanpa dibumbui. Banyak orang percaya bahwa makan nasi putih adalah bentuk penghormatan terhadap para petani yang telah menanam padi sehingga menjadi nasi pulen yang nikmat. Di Jepang sendiri, anak-anak sudah diajari untuk tidak menyia-nyiakan nasi yang dihidangkan. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa “Tujuh dewa ada di setiap butir nasi.”

Penderitaan Zaman Edo

Budaya makan nasi di Jepang ada kaitannya dengan zaman Edo. Di masa ini, orang menyebutnya The Affliction of Edo saking menderitanya hidup masyarakat. Sebelum westernisasi datang, masyarakat hanya makan 450 gr nasi setiap hari. Angka ini kemudian menurun sampai 150 gr per hari karena kondisi Jepang yang semakin kacau.

Kebutuhan makan menjadi sulit dan lauk pauk hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Masyarakat hanya makan tahu, acar dan sup miso. Daging dilarang dan harga ikan sangat tinggi, sehingga masyarakat menengah ke bawah hanya makan beras dan biji-bijian saja.

Nasi yang dimakan pun bukan nasi berkualitas tinggi sebab nasi putih ini hanya dimakan oleh para bangsawan. Rakyat jelata makan nasi yang dicampur dan ini berlangsung lama sampai pada masyarakat terbiasa memakan nasi putih polos. Kondisi yang dialami Jepang pada zaman Edo membentuk kebiasaan makan nasi, dan beras menjadi tolak ukur kekayaan para samurai dan bangsawan.

Pola Makan Masyarakat Jepang di Masa Modern 

Jika dibandingkan dengan pola makan saat ini, ada banyak perubahan yang terjadi. Konsumsi beras masyarakat menurun sampai lebih dari setengahnya, tapi konsumsi daging meningkat. Pergeseran pola makan ini dipengaruhi oleh gaya hidup orang barat dan diet karbo yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Selain itu, di masa ini masyarakat bebas menikmati lauk pauk sehingga porsi nasi sedikit.

Masyarakat Jepang modern lebih teliti dalam makan nasi dan mengusung gaya makan yang lebih sehat di masa ini. Akan tetapi, mereka masih memasuka nasi ke dalam hidangan makanannya namun ditambah dengan lauk pauk yang bernilai gizi seimbang. 

Nah, pola makan masyarakat Jepang dinilai sebagai salah satu pola makan yang menginspirasi orang-orang yang mengutamakan hidup sehat. Apalagi sekarang tidak ada larangan konsumsi makanan tertentu, jadi masyarakat lebih bebas menerapkan pola makan sehat yang sesuai kebutuhannya.