Kejadian tidak menyenangkan yang terjadi di masa lalu dapat membekas dalam hati dan ingatan seseorang dalam jangka waktu yang cukup lama. Apalagi jika kejadian itu berhubungan dengan orang-orang terdekat. Hal ini sering disebut sebagai trauma.
Mungkin sebagian besar dari kita menganggap bahwa kejadian tidak menyenangkan yang terjadi di masa lalu dapat memudar seiring berjalannya waktu. Namun, bagi beberapa orang, kenangan itu tidak semudah itu untuk dilupakan begitu saja. Semuanya tergantung dari bagaimana seseorang memberi makna pada kenangan itu.
Trauma yang tidak ditangani dengan baik dapat memberikan pengaruh buruk pada kehidupan seseorang. Berikut ini adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang belum sembuh dari trauma masa lalu.
1. Sering menyakiti diri atau orang lain
Tanda pertama adalah ia sering menyakiti dirinya sendiri ataupun menyakiti orang lan. Orang yang memiliki trauma cenderung lebih senang memendam semua lukanya seorang diri dan mencari pelampiasan dengan cara yang keliru. Emosi negatif yang terus dipendam dapat menyebabkan hal yang tidak baik, bisa jadi orang tersebut mudah marah, meledak-ledak, hingga menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.
2. Sulit menerima perubahan positif
Tanda selanjutnya adalah ia sulit menerima perubahan yang positif. Orang dengan trauma yang berat akan merasa khawatir dan ketakutan terhadap perubahan, sekalipun itu adalah perubahan yang positif. Ia masih merasa terbelenggu oleh masa lalu dan tidak berani melangkah ke depan. Ia menganggap bahwa dirinya tidak pantas untuk bahagia.
3. Ketakutan terhadap kegagalan dan kehilangan
Karena kenangan menyedihkan yang terjadi di masa lalu, seseorang jadi merasa takut akan mengalami hal yang sama di masa yang akan datang. Hingga akhirnya ia menjadi takut terhadap kegagalan serta rasa kehilangan. Ia menjadi sosok yang terlalu tertutup dan tidak ingin didekati siapa pun.
4. Kesulitan berkonsentrasi
Tanda selanjutnya adalah seseorang yang memiliki trauma jadi kesulitan berkonsentrasi. Hal ini terjadi karena kenangan masa lalu terus menyerbu pikirannya. Trauma yang belum sembuh dapat mempengaruhi kinerja otak, salah satunya dengan menurunkan tingkat konsentrasi seseorang.
Itulah empat tanda yang menunjukkan bahwa seseorang belum sembuh dari trauma masa lalunya. Jika kamu merasa memiliki gejala di atas, jangan langsung mendiagnosis sendiri, mintalah bantuan kepada tenaga profesional dan ahli di bidang tersebut.
Video yang mungkin Anda lewatkan.
Baca Juga
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
Cara Pilih Shade Tinted Moisturizer yang Pas, Jangan Asal Pilih!
-
Seberapa Penting Serum bagi Pria? 5 Pilihan Terbaik Bantu Lawan Jerawat!
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Lebih dari Sekadar Romansa, Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Baca Kokoronotomo: I Heart Tokyo
Artikel Terkait
-
Review Off Campus: Tema Persahabatan dan Trauma yang Disajikan Elegan
-
Belajar Memeluk Luka Masa Kecil Lewat Buku How to Heal Your Inner Child
-
Toko Kenangan yang Tertukar
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
Lifestyle
-
4 Skin Tint SPF 40 Lindungi Kulit dari Sinar Matahari agar Cegah Flek Hitam
-
Kenapa Orang Rela Antre demi AP x Swatch? Fenomena FOMO dan Budaya Luxury
-
Mau Tampil Cute atau Edgy? Coba 4 Gaya OOTD ala Narin MEOVV Ini
-
4 Serum Lokal Allantoin Buat Kemerahan Auto Lebih Reda pada Kulit Kering
-
4 Sepatu Lokal Mirip Samba Pony Under Rp500 Ribu: Stylish buat Daily Outfit
Terkini
-
Perebutan Takhta Kruger-Brent dan Ambisi Membunuh di Mistress of the Game
-
Sinopsis The Crash, Film Dokumenter tentang Kecelakaan Maut yang Gegerkan Amerika Serikat
-
Taeyong NCT Luapkan Insting, Ambisi, dan Kebebasan Artistik di Lagu WYLD
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S
-
Menggugat Integritas di Balik Tanding Ulang LCC Empat Pilar MPR RI