Apa yang kamu lakukan pertama kali ketika bangun tidur? Mungkin sebagian dari kita bangun di pagi hari dan secara otomatis langsung mengecek notifikasi pada ponsel. Kita disibukkan dengan ponsel dan sosial media bahkan sejak membuka mata di pagi hari. Lalu apa yang kamu lakukan sebelum tidur? Mengecek ponsel kembali? Atau mengecek pesan yang tidak kunjung dibalas dan mengecek viewers postinganmu di sosial media? Tidak dapat dipungkiri bahwa kita sangat bergantung dengan sosial media saat ini.
Sebagian besar waktu kita mungkin lebih banyak dihabiskan untuk berselancar di dunia maya. Lalu bagaimana caranya agar tetap produktif? Kita bisa memulai untuk melakukan diet sosial media. Caranya dengan mengurangi intensitas penggunaan sosial media seperti menonaktifkan beberapa sosial media, membatasi waktu berselancar di sosial media, dan menetapkan target. Lalu apa manfaatnya?
Yuk, simak 5 manfaat diet sosial media yang dapat kita rasakan!
1. Berhenti membandingkan diri
Melihat postingan di sosial media seringkali membuat kita terus membandingkan diri dengan orang lain. Kita mungkin merasa insecure dengan pencapaian atau penampilan orang lain yang ditampilkan sosial media. Hal ini tidak bisa kita hindari, karena sosial media tersebut bahkan akan terus menampilkan apa yang sering kita lihat. So, bukan tidak mungkin jika semakin lama kamu kita semakin frustrasi karena terus membandingkan diri dengan apa yang kita lihat. Dengan melakukan diet sosial media, kita bisa memberikan batasan pada diri kita mengenai apa yang sebenarnya tidak perlu untuk kita lihat.
2. Lebih percaya diri
Manfaat kedua yang dapat kita rasakan apabila melakukan diet sosial media adalah membuat kita lebih percaya diri, dengan mengurangi apa yang disajikan sosial media yang seringkali membuat kita insecure dan tidak percaya diri. Alih-alih merasa insecure dan fokus pada pencapaian orang lain, dengan diet sosial media ini kita bisa lebih fokus pada diri sendiri dan berusaha untuk mengembangkan segala potensi yang ada. Jika potensi tersebut terasah, pasti kita juga memiliki rasa percaya diri yang lebih.
3. Mengisi waktu dengan hal positif dan produktif
Manfaat ketiga dari diet sosial media adalah dapat mengalihkan waktu yang terbuang karena terlalu sering berselancar di sosial media dengan melakukan hal-hal yang produktif. Dengan menonaktifkan sosial media sementara waktu atau membuat jadwal khusus untuk aktif di sosial media, maka akan membuat kita lebih fokus pada apa yang kita kerjakan. Misalnya kita sedang mengerjakan tugas kuliah, tiba-tiba notifikasi ponsel kita berbunyi dan membuat kita terdistraksi. Hal ini tentu akan mengganggu dan mengurangi produktivitas kita.
4. Tidak membuang waktu
Menggunakan sosial media sering kali membuat kita lupa waktu. Kita sering terlalu asyik hingga melupakan tugas yang kita miliki bahkan sampai menundanya. Dengan diet sosial media, kita bisa belajar untuk memanajemen waktu dan memanfaatkan waktu yang ada dengan hal positif. Jadi, kita tidak hanya membuang-buang waktu untuk mengecek sosial media atau hanya sekadar scrolling sosial media yang kita miliki.
5. Lebih terkoneksi dengan sekitar
Dengan diet sosial media, manfaat yang dapat kita rasakan adalah merasa terkoneksi atau terhubung dengan lingkungan sosial maupun alam. Kita bisa fokus untuk berinteraksi dengan keluarga kita tanpa ponsel di genggaman dan kesibukan masing-masing. Kita juga dapat lebih terkoneksi dengan alam ketika melakukan diet sosial media. Misalnya waktu yang biasanya dihabiskan untuk scrolling sosial media di pagi hari kita alihkan untuk jogging keliling kompleks atau bersepeda. Selain lebih sehat, kita juga bisa terkoneksi dengan alam yang ditandai dengan perasaan rileks, tenang, dan nyaman saat merasakan udara segar di pagi hari hingga bunyi lembut daun yang saling bergesekan. Menyenangkan bukan?
Itulah lima manfaat yang dapat kita rasakan apabila melakukan diet sosial media. Kamu sudah mencobanya? Semoga berhasil!
Video yang mungkin Anda lewatkan.
Baca Juga
-
Selain Batik, Intip 7 Keindahan Kain Tradisional Khas Indonesia!
-
Eksplor Makanan Lewat Media, Ini 8 Jenis Konten Kuliner Buat Para Kreator!
-
Panduan Menjadi Reviewer Kuliner yang Profesional, Wajib Catat!
-
Memahami Bahasa Masakan, Intip 10 Istilah Penting dalam Dunia Kuliner!
-
7 Etika di Tempat Umum yang Wajib Diterapkan!
Artikel Terkait
-
Huawei Nova 14 Pro Resmi Rilis di Indonesia: Andalkan Kamera Ultra Chroma, Harga Mulai Rp 8 Jutaan
-
Dua Eksekutif Teknologi Senior Siap Pacu Akselerasi Cloud dan AI di Asia Tenggara
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
Apakah Lendir Siput Bagus untuk Muka? Ini 5 Manfaatnya Selain Hilangkan Bopeng
-
iPhone Fold Dirumorkan Mirip iPad, Apple Siapkan Desain Paling Nyeleneh Sepanjang Sejarah iPhone
Lifestyle
-
4 Serum Retinol Rahasia Kulit Kencang dan Halus, Harga Pelajar Rp30 Ribuan
-
Pacu Adrenalin! Ini 3 Rekomendasi Tempat Main Gokart Paling Seru di Bandung
-
4 Ide Outfit Celana Jeans ala Chaewon LE SSERAFIM, Keren Tinggal Sat Set!
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
Terkini
-
Dirumorkan ke Liga Indonesia, Karier Ragnar Oratmangoen Diprediksi Menurun?
-
Chemistry Tatjana Saphira dan Fadi Alaydrus di Serial Baru Picu Isu Cinlok?
-
Normal atau Tidak? Memahami Pergolakan Batin dan Lelah Mental di Usia 20-an
-
4 Wash-Off Mask Cica Atasi Jerawat dan Kontrol Sebum pada Kulit Sensitif
-
Timnas U-17 Lakoni Uji Coba Lawan Cina, Siapa Pantas Jadi Pelatih?