Saat kita bersedia mendengar cerita orang lain, belum tentu kita adalah seorang pendengar yang baik. Menjadi pendengar yang baik bukanlah hal yang mudah. Ada sikap yang harus kita tahan saat mendengar cerita orang lain. Ada 3 tanda yang menunjukkan jika kamu menjadi seorang pendengar yang baik, berikut diantaranya.
1. Tidak memaksa lawan untuk lebih banyak bercerita
Tujuan kita mendengarkan cerita orang lain adalah untuk meringankan beban mereka. Jangan malah kita menambah beban yang sedang mereka emban. Saat mereka bercerita, dengarkan dengan baik tanpa menuntut mereka untuk bercerita lebih banyak.
Jika memang hanya itu yang ia ceritakan, berarti memang itu yang cukup kamu ketahui. Jika kita memaksanya untuk bercerita lebih banyak, hal ini lebih menekankan pada kita bahwa kita hanya sekedar ingin tahu, bukan benar-benar peduli.
2. Tidak suka memotong pembicaraannya
Bukan hanya ketika orang lain curhat saja, tapi dalam bentuk komunikasi apapun, jangan memotong pembicaraan mereka. Hal ini sangat tidak sopan dilakukan. Selain itu, lawan bicaramu juga menjadi tidak nyaman. Saat kamu ingin berpendapat, tunggu mereka menyelesaikan cerita mereka terlebih dahulu.
Jadilah pendengar yang baik dengan cara mendengarkan cerita mereka sampai benar-benar selesai. Tahan dirimu untuk memberikan pendapat atau sekedar menanggapi ceritanya. Tunggu sampai mereka sudah selesai dengan cerita yang mereka sampaikan.
3. Memberi rasa empati yang sesuai
Saat orang lain bercerita, terlebih lagi mengenai kesedihan, kita harus memiliki rasa empati untuknya. Seakan kita bisa memposisikan diri jika kita sebagai mereka. Nah, ini pentingnya rasa empati. Tidak boleh diberikan secara berlebih-lebihan dan juga jangan kekurangan. Rasa empati menunjukkan rasa kepedulian kita kepada dia. Kita boleh berbelas kasihan, tapi juga jangan berlebihan.
Saat menjadi pendengar yang baik, kita juga tidak boleh acuh tak acuh dengan ceritanya. Saat mereka bercerita, pasti mereka sedang membutuhkan bantuan. Meski hanya sekedar pendengar saja.
Saat kita merasa sedih dan tidak enak hati, kita juga butuh seseorang untuk mendengar kisah kita dengan tulus. Maka dari itu, kita juga harus berbuat sebaik mungkin saat orang lain bercerita. Milikilah rasa simpati yang tinggi kepada siapapun itu.
Video yang mungkin Anda suka
Baca Juga
-
Fakta Menarik dari 'Smugglers', Film Baru Korea yang Penuh Bintang Korea
-
Disney Rilis 'Haunted Mansion' Tayang Juli di Bioskop, Moviegoer Merapat!
-
Film 'Galaksi' Adaptasi Wattpad Tayang di Bioskop Agustus 2023, Sudah Siap?
-
Rumbling Lanjut, Attack on Titan Final Season Tayang Musim Gugur Mendatang!
-
Doraemon Nobita's Sky Utopia Hadir di Bioskop Indonesia Bulan Juli Ini!
Artikel Terkait
-
Kenali dan Waspada Tanda-Tanda PCO, Sebagai Bekal untuk Memiliki Keturunan
-
Pinkan Mambo Ngaku Bisa Bersetubuh Hingga Berjam-Jam, Apakah Ini Tanda Hiperseks?
-
Nangis Gegara Tak Kenal Ayahnya, Luhut Ungkap Cerita Dipanggil Om Sama Anak Sendiri
-
5 Tanda Seseorang Memiliki Anger Issue, Segera Introspeksi Diri!
-
5 Tanda Hidupmu Mengalami Kemajuan Meski Belum Ada Perubahan
Lifestyle
-
THR-ku Sayang, Tabungan-ku Layu: 5 Strategi Jitu Amankan Kondisi Dompet Pasca Lebaran
-
4 Cara Simpan Opor dan Rendang Tanpa Takut Basi, Sisa Lebaran Tetap Aman
-
5 Trik Jitu Jaga Kue Kering Lebaran Tetap Awet Renyah!
-
Mau Laptop Baru Saat Lebaran? Ini 5 Laptop Rp8 Jutaan Paling Worth It
-
Panduan Lengkap: Dari Keringkan Sampai Jadi Bubuk, Cara Mengolah Bunga Telang di Rumah
Terkini
-
Ukuran Monster di Troll 2 Tambah Gede, tapi Ceritanya Kok Jadi Jinak?
-
Nostalgia Aroma Dapur Ibu: Kisah Hangat Memasak dengan Tungku Kayu Bakar
-
Menggugat Salam Tempel Saat Lebaran: Kenapa Anak Kecil yang Sering Dapat?
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Novel Man Tiger, Misteri Pembunuhan Anwar Sadat dan Labirin Pengkhianatan