Stress bisa terjadi akibat adanya tekanan yang berlebihan pada pikiran. Hal tersebut tidak hanya dialami oleh orang dewasa lho! Anak-anak juga bisa mengalami stress, namun kebanyakan dari mereka tidak bisa mengungkapkannya kepada orang tua mereka.
Saat stress, anak mungkin tidak mengerti bahwa mereka sedang merasakannya. Jadi, alih-alih bercerita kepada orang tuanya mereka justru akan berperilaku aneh dan tidak sebagaimana biasanya. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi sosok yang lebih peka terhadap tingkah laku dari anaknya.
Menyadur Halodoc, berikut ini adalah 5 tanda anak tengah mengalami stress, yuk simak ulasannya!
1. Emosi tidak terkendali
Saat pikirannya kacau dan tidak tahu harus berbuat apa. Anak akan menjadi lebih emosional dari biasanya. Dia akan menjadi mudah marah, sering berteriak serta membantah orang tuanya. Ia juga akan merasa lebih khawatir dan cemas serta takut.
Baca juga: Link Live Streaming Argentina vs Meksiko Piala Dunia 2022, Posisi Lionel Messi Cs Terancam?
2. Mengisolasi diri
Jika anak tiba-tiba menghindari kontak dengan orang lain tanpa alasan yang jelas, maka bisa diindikasikan bahwa anak tengah mengalami stress.
Pikiran stress tersebut akan membuat anak lebih memilih mengurung diri di kamar dan menolak interaksi baik dengan teman ataupun keluarga. Pada kasus yang lebih serius, anak akan menolak pergi ke sekolah.
3. Melakukan tindakan negatif
Terkadang, anak yang mengalami stress akan melampiaskan perasaannya pada hal yang negatif seperti mengganggu atau menyakitu temannya. Bahkan, anak bisa mulai berbohong kepada orang tuanya ketika ia merasa stress.
4. Gangguan tidur dan makan
Sulit tidur akibat stress tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak pun juga mengalaminya. Terkadang, mereka akan kesulitan untuk tidur, mengompol, atau bermimpi buruk saat tidur.
Rasa stress juga mengganggu nafsu makan anak. Beberapa anak yang stress akan kehilangan rasa laparnya. Dan beberapa lainnya akan mengalami peningkatan nafsu makan.
Baca juga: Lawan Polandia, Kans Besar bagi Timnas Arab Saudi untuk Samai Prestasi Terbaik
5. Sulit fokus atau berkonsentrasi
Karena stress menyerang pikiran anak, maka ia akan kehilangan kendali untuk bisa memfokuskan pikiran pada pelajaran ataupun hal lainnya.
Bahkan, anak bisa mengalami tatapan kosong saat menonton televisi atau selalu menunduk ketika melakukan aktivitas sehari-hari.
Nah, para orang tua sebaiknya perhatikan dan kenali lebih dalam perilaku anak-anak agar bisa memberikan apa yang anak butuhkan. Karena stress pada anak yang dibiarkan saja bisa berpengaruh buruk terhadap kepribadiannya di masa mendatang.
Video yang mungkin kamu lewatkan.
Baca Juga
-
5 Rekomendasi Kafe Dekat ISI Jogja, Harga Terjangkau Nyaman Buat Nongkrong!
-
5 Rekomendasi Tempat Camping di Purwokerto, Viewnya Memesona!
-
5 Rekomendasi Wisata Keluarga di Klaten, Seru dan Menyenangkan!
-
4 Kafe di Temanggung dengan View Gunung Sumbing dan Sindoro
-
5 Kafe di Boyolali dengan View Gunung Merapi yang Memesona, Auto Bikin Betah
Artikel Terkait
-
Rilis 2 Lagu Baru, Krishna Sakti Bawa Pesan Bangkit dan Perdamaian
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak
-
Dampak Gempa Flores pada Ibu dan Anak: Kebutuhan Produk Sanitasi Mendesak di Pengungsian
-
Alarm dari Komdigi: Misteri di Balik Ketimpangan Pemblokiran Akun Anak TikTok vs Meta
Lifestyle
-
Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami
-
Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih
-
4 Acne Body Wash Berbahan BHA Atasi Jerawat Punggung dan Tekstur Kasar
-
Kulit Auto Adem! 5 Calming Moisturizer Buat Redakan Kemerahan Saat Breakout
-
Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat
Terkini
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial