Pada umumnya orang akan menilai sebuah kesuksesan yang diraih berdasar perubahan yang terjadi dalam hidupnya, seperti ada atau tidaknya kemajuan yang terlihat.
Sayangnya, standar yang dipakai kerap kurang tepat karena hanya didasarkan pada hal-hal yang sifatnya materi. Padahal, merasakan kemajuan dalam hidup justru gak sedangkal itu, lho.
BACA JUGA: 5 Cara Sederhana Ini Akan Membantumu Menikmati Hidup, Berpikirlah Logis dan Realistis!
Kelima tanda ini bisa jadi bukti kalau sebenarnya kamu sudah mengalami banyak kemajuan dalam hidup. Kalau gak percaya, cobalah lebih peka melihat ke dalam diri sekarang juga.
1. Punya rasa senang saat melakukan segala sesuatu
Gak dimungkiri bahwa terkadang orang merasa bosan pada rutinitas yang mereka miliki. Entah karena terlalu βgitu-gitu ajaβ atau butuh tantangan setiap hari, rasa bosan ini kemudian berujung pada kurangnya perasaan gembira saat menjalani hari dan melakukan aktivitas setiap harinya.
Namun, kamu yang telah mengalami kemajuan dalam hidup gak merasakan fase ini lagi. Justru rasa senang saat melakukan segala sesuatu makin tumbuh, apa pun aktivitasmu. Bekerja atau belajar seolah memiliki kenikmatan saat menjalaninya dan kamu merasa senang dengan semua itu.
2. Selalu mengupayakan kebahagiaan sendiri sebagai prioritas
Cukup banyak orang yang mengabaikan kebahagiaan sendiri dengan dalih kalau orang terdekatnya bahagia maka dia juga akan ikut bahagia.
Bahkan ada yang merasa jika menyenangkan orang lain menjadi tuntutan yang wajib dipenuhi demi sebuah penerimaan sosial meski harus mengorbankan kebahagiaan sendiri.
Saat kamu sudah berhenti melakukan hal tersebut dan mulai memprioritaskan kebahagiaanmu lebih dulu, tanda kemajuan dalam hidup sebenarnya makin terlihat.
Kamu sudah mulai paham kalau urutan prioritas harus ada. Bukan egois, tapi tahu jika tidak akan mungkin bisa membahagiakan orang lain jika dirimu sendiri belum merasa bahagia.
3. Kebiasaan mengeluh semakin berkurang
Sebenarnya mengeluh itu cukup manusiawi dan lumrah dilakukan, terlebih saat butuh dukungan moril dari sekitar. Namun, pola pikirmu yang makin matang justru menyadari jika keluhan gak akan memperbaiki keadaan. Perlahan intensitas mengeluhmu makin berkurang dan jadi lebih fokus pada solusi.
Kamu gak sibuk menyalahkan dunia atau malah merasa jadi orang yang paling menderita lagi. Sudah tidak ada drama dalam hidupmu hingga perlahan situasi justru makin membaik karena perubahan sikapmu sendiri. Meski tetap membutuhkan dukungan sosial, tapi mengeluh sudah tidak menjadi cara yang kamu pilih.
BACA JUGA: 5 Istilah dalam Gaya Hidup Minimalisme, Kenali dan Pahami Maknanya!
4. Paham mengambil pelajaran dari setiap kejadian
Gak banyak orang yang mampu mengambil pelajaran dari setiap kejadian dalam hidupnya, terutama saat mengalami hal buruk.
Kemajuan dalam hidupmu juga bisa dinilai dari cara menyikapi masalah yang dihadapi serta hikmah di balik semuanya. Orang dengan tren perubahan positif akan selalu mampu mencerna setiap masalah dengan tenang.
Bahkan pelajaran berharga selalu bisa diambil meski pengalaman yang dilalui terlampau pahit. Cara berpikirmu makin terbuka dan luas hingga mampu melihat dari berbagai sudut pandang.
Kamu menyakini bahwa segala sesuatu terjadi dengan alasan, tak terkecuali masalah berat dan hal menyedihkan yang dialami dalam hidup.
5. Selalu memilih untuk melangkah ke depan
Perkembangan kualitas diri yang makin maju juga terlihat dari caramu melangkah menuju masa depan. Alih-alih terus terjebak dalam masa lalu yang rumit, kamu memilih menuntaskan masa lalu dan terus melangkah ke depan. Bagimu gak akan ada hal baik yang terjadi kalau terus berputar-putar pada masalah yang sama.
Kamu merasa cukup dengan masa lalu yang memang seharusnya jadi catatan sejarah dalam hidup. Kamu yang hari ini tegas memilih hidup di masa sekarang dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik.
Bertahan sambil melakukan perubahan ke arah yang lebih baik tentu gak mudah. Kamu sudah melakukannya dengan baik saat tanda-tanda kemajuan tadi dirasakan.
Jadi, berterima kasihlah pada dirimu sendiri yang sudah terus berjuang meski perubahan itu hanya terasa sedikit. Bukankah sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ramadan Tanpa Kalap: Konsumsi Rasional, Ibadah Maksimal
-
Ramadan dan Ujian Konsumsi: Antara Kebutuhan atau Keinginan
-
Dari Menahan Lapar ke Menahan Nafsu Konsumsi di Bulan Ramadan
-
Puasa Seharusnya Sederhana, Kenapa Konsumsi Justru Meningkat?
-
Bijak Berkonsumsi Selama Ramadan: Menjaga Keseimbangan di Bulan Penuh Berkah
Artikel Terkait
-
Selama Perayaan Natal, Dinas LH DKI Kerahkan 1.760 Personel Bersihkan Gereja dan Comoti Sampah
-
Ngedumel Urusan Sampah Nggak Beres-beres, Jokowi: Sejak Saya Walkot Sampai Sekarang Belum Beres
-
Divonis Bertahan Hidup Cuma 2 Tahun, Roy Kiyoshi Rajin Datangi Panti Asuhan Minta Didoakan
-
Ini Dia Pentingnya Menerapkan Gaya Hidup Sehat dengan Mengatur Pola Makan
-
Ingin Mendapat Kebahagiaan dalam Rumah Tangga? Ustadz Khalid Basalamah Bagikan Kiat untuk Mendapatkannya: Hiasi Diri dengan Akhlak yang Baik!
Lifestyle
-
4 Ide OOTD Soft Girly ala Winter aespa untuk Look Feminin Simpel
-
Tak Perlu Antre! Ini 4 Cara Cek Rest Area yang Tidak Padat saat Mudik
-
5 Tips Perawatan Wajah agar Tetap Lembap dan Fresh saat Mudik
-
4 Mix and Match Outfit ala Jeon Somi untuk Look Effortless tapi Chic!
-
4 Skin Tint Coverage Ringan dengan SPF 30 yang Nyaman Dipakai Sehari-hari
Terkini
-
Review Buku Adaptasi: Menyikapi Fase Perubahan dalam Kehidupan Umat Manusia
-
The Notebook: Makna Kesetiaan dan Cinta yang Terus Dipilih Setiap Hari
-
Film Reminders of Him, tentang Cinta dan Penebusan Dosa yang Menggelora
-
Ucapan 'Mohon Maaf Lahir dan Batin' saat Idulfitri: Benarkah Selalu Tulus?
-
7 Drama Park Jin Young yang Wajib Ditonton, Still Shining Jadi yang Terbaru