Playing victim adalah sikap seseorang yang berpura-pura telah menjadi korban terhadap kesalahan yang dilakukannya sendiri. Bukan cuma menyebalkan, sikap tersebut pun dapat mendatangkan fitnah dan menyebabkan orang yang tidak bersalah rugi. Apalagi, kebanyakan orang yang biasa melakukan playing victim tanpa rasa bersalah, orang lain juga akan cepat tertipu dengannya. Berikut ini adalah 3 penyebab seseorang melakukan playing victim tanpa rasa bersalah.
BACA JUGA: Adabnya Luar Biasa! Tiko Malah Minta Maaf ke Keluarga Ayah Meski Disebut Anak Angkat
1. Tidak belajar mengakui kesalahan
Dari kecil banyak orang-orang yang tidak diajarkan mengakui kesalahannya sendiri, biasanya orang seperti ini selalu mendapatkan pembelaan yang salah dari orangtuanya. Sehingga mereka pun merasa yakin dengan pembelaan itu bahwa dia tetap benar apa pun yang dilakukannya.
Maka, mereka akan terbiasa merasa menjadi korban saat melakukan kesalahan. Alhasil, mereka merasa playing victim adalah hal yang normal untuk dilakukan.
2. Merasa diri selalu benar dan menyalahkan orang lain
Seseorang yang merasa bahwa dirinya selalu benar akan lebih merasa tidak melakukan kesalahan saat plating victim. Bahkan, mereka bisa dengan mudah untuk menuduh orang lain bersalah terhadap kesalahan yang diperbuatnya sendiri.
BACA JUGA: Single 'OMG' NewJeans Capai Penjualan Minggu Pertama Tertinggi ke-4 Girl Group
Mungkin bukan hanya tidak memiliki rasa bersalah, mereka juga tidak memiliki empati pada orang yang disalahkan. Mereka akan melakukan berbagai cara guna menyalahkan orang lain walaupun dia jelas tidak bersalah, hal itu dilakukannya meski harus mempertaruhkan banyak hal.
3. Mendapatkan pola asuh yang salah sejak kecil
Orang yang sejak kecil diberikan pola asuh yang salah akan sangat berdampak ketika dewasa, dia jadi terbiasa menyalah teman, menyalahkan benda yang jatuh, hingga sangat dibela saat dirinya melakukan kesalahan, hal itu akan mempengaruhi pola pikir yang salah.
Sangat mungkin orang-orang seperti itu akan menjadi seorang yang terbiasa playing victim nantinya. Ketika dia berpura-pura akan banyak orang yang percaya dengannya begitu saja sebab tampak sangat meyakinkan. Maka, playing victim bukanlah suatu keahlian atau kebiasaan yang bisa dibanggakan.
Itulah 3 penyebab seseorang melakukan playing victim tanpa rasa bersalah, berani untuk mengakui kesalahan lebih dihormati dan dihargai daripada berpura-pura menjadi korban atas kesalahan sendiri.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
3 Film dan Drama Korea yang Diperankan Jeon Do-Yeon, Ada Kill Boksoon
-
3 Rekomendasi Anime yang Berlatar pada Abad ke-20, Kisahkan tentang Sejarah
-
3 Rekomendasi Anime Bertema Mafia, Salah Satunya Spy x Family
-
3 Rekomendasi Anime Gore Tayang di Netflix, Mana yang Paling Sadis?
-
3 Rekomendasi Film Bertema Bom Atom, Gambarkan Dampak Buruk Perang Nuklir
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Rekomendasi Conditioner Keratin untuk Rambut Lebih Sehat dan Kuat
-
Biar Nggak Kaku: 5 Ide Sambutan Halal Bihalal Ketua RT yang Hangat, Santai, dan Berkesan
-
Monster Baterai 9.020 mAh, iQOO Z11 Siap Mengguncang Pasar China Mulai 26 Maret 2026
-
4 Brightening Moisturizer Jumbo di Bawah Rp74 Ribu, Bikin Cerah Bebas Kusam
-
Honor Magic8 Pro Air: Smartphone Tipis, Ringan, tapi Tenaganya Nendang
Terkini
-
Park Ji Hoon Umumkan Comeback Setelah 3 Tahun dengan Album Single RE:FLECT
-
Lee Byung Hun, Han Ji Min, dan Lee Hee Joon Bersatu di Drama The Koreans
-
Gajah Indonesia Butuh Perhatian: Selamatkan Mereka dari Kesalahan Alih Fungsi Hutan
-
Baek Sung Chul Resmi Gabung Drama Rom-Com Baru Hwang In Youp dan Hyeri
-
Menjemput Jawaban di Atas Kapal Blitar Holland: Ulasan Novel "Rindu"