Keberanian Venna Melinda melaporkan kasus KDRT yang dialaminya memang patut diacungi jempol. Namun meski ibu Verrel Bramasta itu terlihat kuat karena keberaniannya, bukan berarti tidak ada luka lain dalam dirinya selain luka fisik yang bisa diobati dengan mendatangi pusat kesehatan.
Sama halnya dengan korban kekerasan lain, Venna Melinda pasti juga mengalami trauma yang mengganggu kondisi mentalnya. Trauma akibat tindak kekerasan tidak bisa hilang begitu saja dalam waktu yang singkat. Hal tersebut pasti memakan banyak waktu bahkan sampai bertahun-tahun.
Sebagai manusia yang peduli pada sesama, kita patut membantu orang terdekat kita yang menjadi korban kekerasan untuk pulih dari perasaan traumanya. Berikut ini tiga hal yang perlu kamu lakukan untuk membantu korban KDRT agar segera pulih dari trauma.
1. Terbukalah untuk Menjadi Tempat Bercerita yang Bisa Dipercaya
Ketika seseorang mengalami trauma yang membekas di pikirannya, mengungkapkan isi kepala dan mencurahkan semua hal kepada seseorang yang bisa dipercaya merupakan salah satu bentuk terapi yang ampuh. Korban KDRT tersebut tidak akan merasa sendirian nantinya.
Jadi jangan ragu untuk memasang telinga dan menjadi pendengar yang baik untuk orang terdekatmu yang tengah mengalami trauma. Ingat, cukup dengarkan dan jangan banyak menghakimi. Terkadang orang tersebut hanya butuh didengarkan dan dipahami maksud perkataannya, tidak lebih.
BACA JUGA: Hotman Paris Bongkar Motif Ferry Irawan Lakukan KDRT ke Venna Melinda
2. Jauhkan dari Pelaku
Momen-momen saat dirinya diperlakukan dengan tidak baik akan terputar kembali di otak korban kalau dirinya tetap berada dalam jangkauan pelaku yang melakukan kekerasan. Bantulah orang yang sedang mengalami trauma untuk menjauhi pelaku penyebab traumanya tersebut.
Menghindar memang bukanlah solusi terbaik untuk atasi trauma, tapi untuk sementara waktu hal tersebut sangat dibutuhkan. Pelaku dan korban mungkin bisa berdamai di masa depan, tapi akan perlu waktu yang sangat lama untuk bisa kembali rukun.
3. Ajak Berkonsultasi Pada Ahli
Jika korban KDRT alami trauma yang berkepanjangan, segera ajak untuk berkonsultasi pada ahli psikologi. Jangan sampai trauma yang tak kunjung sembuh itu malah memburuk dan naik level jadi depresi. Pintar-pintarlah membujuk dia yang alami trauma agar mau pergi denganmu menemui psikolog untuk berkonsultasi lebih lanjut perihal traumanya.
Itu dia tiga hal yang bisa kita lakukan untuk membantu orang di sekitar kita yang alami kekerasan dalam rumah tangga. Jangan masa bodoh, kita harus lebih aware pada lingkungan sekitar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Mimi OH MY GIRL Siap Debut Solo, Tunjukkan Warna Musik Lewat Single Perdana
-
19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment
-
Masalah Jadwal, Gaeul Dipastikan Absen dari Penampilan IVE di TIMA 2026
-
Akhiri Kerja Sama, Chuu Berpisah dengan Agensi ATRP Setelah 3 Tahun
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
5 Ide Clean Look Outfit ala Kang Hoon, Bikin Penampilan Makin Berkarisma
-
Capek Bersosialisai? Fenomena Social Battery Habis pada Anak Muda
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis