Habis sahur lanjut tidur lagi? Kebiasaan ini mungkin terasa “nikmat”, apalagi kalau masih ngantuk berat. Tapi, ternyata ada dampak yang perlu diperhatikan, terutama untuk pola tidur dan metabolisme tubuh.
Sahur menjadi waktu makan penting selama Ramadan karena berfungsi sebagai sumber energi utama untuk menjalani puasa seharian. Nutrisi yang dikonsumsi saat sahur akan diproses tubuh secara bertahap untuk menjaga stamina tetap stabil hingga waktu berbuka.
Tak heran, banyak orang berusaha makan dengan cukup saat sahur agar tidak mudah lemas. Mulai dari karbohidrat, protein, hingga asupan cairan menjadi bagian penting agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
Namun setelah makan, tubuh sebenarnya langsung bekerja. Sistem pencernaan mulai memproses makanan, sementara metabolisme tubuh aktif mengubah nutrisi menjadi energi yang akan digunakan selama berpuasa.
Dalam kondisi ini, tubuh idealnya tetap berada dalam posisi aktif. Artinya, tidak langsung beristirahat total seperti tidur, karena dapat memengaruhi proses pencernaan yang sedang berlangsung.
Jika langsung tidur setelah sahur, proses tersebut bisa menjadi kurang optimal. Beberapa orang bahkan merasakan efek seperti perut terasa penuh, begah, atau tidak nyaman saat bangun.
Selain berdampak pada pencernaan, kebiasaan ini juga berpengaruh pada pola tidur. Perubahan waktu tidur yang tidak konsisten dapat mengganggu ritme alami tubuh atau circadian rhythm, yang berfungsi mengatur siklus tidur dan bangun.
Ketika ritme ini terganggu, tubuh bisa terasa lebih lelah meski sudah tidur lebih lama. Hal ini terjadi karena kualitas tidur tidak optimal akibat waktu tidur yang tidak teratur.
Penjelasan ini juga diperkuat oleh dr Tirta di kanal YouTubenya. Ia menyebutkan bahwa tidur setelah sahur memang diperbolehkan, tetapi ada konsekuensi yang perlu dipahami.
“Kalau habis sahur tidur lagi boleh, tapi yang terganggu itu jam tidur sama pencernaan,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan tersebut bisa membuat waktu bangun menjadi tidak teratur. Alih-alih merasa segar, tubuh justru terasa lebih lemas karena ritme tidur berubah.
“Kalau tidur lagi, bangunnya pasti berantakan. Bisa bangun jam 09.00 atau bahkan siang, jadi ritmenya kayak mati hidup mati lagi,” lanjutnya.
Istilah “mati hidup mati lagi” menggambarkan bagaimana tubuh dipaksa masuk ke siklus tidur yang tidak alami. Hal ini membuat tubuh kesulitan menyesuaikan diri dengan jadwal aktivitas harian selama Ramadan.
Di sisi lain, kebiasaan bangun lebih siang juga berpotensi membuat waktu menjadi kurang produktif. Aktivitas pagi yang seharusnya bisa dimanfaatkan justru terlewat karena tubuh masih beradaptasi dengan pola tidur yang berubah.
Karena itu, setelah sahur disarankan untuk tidak langsung kembali tidur. Mengisi waktu dengan aktivitas ringan seperti membaca, zikir, atau sekadar mempersiapkan diri untuk memulai hari bisa membantu tubuh tetap aktif.
Bahkan, sebagian orang memanfaatkan waktu setelah sahur untuk berolahraga ringan atau langsung memulai pekerjaan. Hal ini dinilai membantu menjaga ritme tubuh tetap stabil selama menjalani puasa.
Meski demikian, kembali tidur bukan berarti sepenuhnya dilarang. Dalam kondisi tertentu, seperti kurang tidur di malam hari, istirahat tetap dibutuhkan.
Namun, penting untuk memahami dampaknya agar bisa mengatur waktu tidur dengan lebih bijak. Dengan pola tidur yang lebih teratur, tubuh bisa tetap bugar dan menjalani puasa dengan lebih optimal sepanjang hari.
Baca Juga
-
Vivo T5 Pro 5G All-Rounder 4 Jutaan: Desain Tipis dengan Baterai 6500 mAh
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Harga iPhone Sudah Turun! Ini 3 Rekomendasi iPhone Paling Worth It Saat Ini
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
Artikel Terkait
-
Panen Cuan di Bulan Suci, UMKM Lokal Catat Kenaikan Penjualan Drastis
-
Bacaan Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah, Penyempurna Ibadah sekaligus Mohon Ampunan
-
Aturan Fidyah Pengganti Puasa Ramadan: Siapa Wajib Bayar dan Berapa Besarannya?
-
Daftar Nomor Darurat Mudik Lebaran Lengkap: Ambulans, Pertamina, dan Call Center Tol
-
Ramadan 1447 H: di Antara Sujud Sunyi dan Kecamuk Perang
Health
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem
-
Anxiety Tidak Berbahaya, Itu Tandanya Sistem Tubuhmu Sedang Update
Terkini
-
4 Serum Retinol dan Hyaluronic Acid untuk Lawan Penuaan tanpa Kulit Iritasi
-
Sekolah Mahal vs Sekolah Biasa: Kita Sebenarnya Tahu Bedanya
-
HONOR Win H9: Laptop Gaming yang Mengurangi Rasa Pusing hingga 58%
-
Cara Dengerin Musik Cermin Cara Mencintai: Si Telinga Detail Pasti Relate
-
Alyssa Daguise Tempuh Prenatal Acupuncture Demi Persalinan Normal