Satu lagi sosok public figur yang terseret dalam kasus perundungan, yakni Ohm Pawat. Aktor Thailand yang tengah menikmati karier mentereng itu, tuai hujatan netizen sejak dosa masa lalunya terkuak di jagad maya.
Kejadian seperti ini seharusnya membuat siapa pun paham bahwa tidak ada kata terlambat untuk korban menuntut keadilan, juga tidak ada alasan yang tepat untuk pelaku memulai aksi perundungan!
Lantas bagaimana jika seseorang sudah terlajur menjadi korban, dan apa yang harus dilakukan untuk terbebas dari perundungan? Silahkan simak penjelasan berikut ini ya!
BACA JUGA: Aktor Ohm Pawat Unggah Permintaan Maaf tentang Bullying, Disebut Tak Tulus
Dilansir dari laman infopsikologi.com (12/10/2010) korban perundungan tidak boleh pasrah saja saat diancam atau diintimidasi oleh pelaku. Penting untuk korban mengambil langkah berani demi memutus siklus perundungan. Perundungan bisa saja terus terjadi jika korban tidak melakukan hal ini.
1. Melaporkan Aksi Perundungan
Jika dirundung, jangan ragu untuk menceritakannya kepada guru ataupun ke mereka yang kamu percayai di sekolah. Tak peduli dimana pun perundungan itu terjadi, baik di sekolah, di luar sekolah, atau di internet sekalipun, para guru pasti ingin menghentikan perundungan jika mereka mengetahuinya.
Jika sulit bagimu menceritakan pada gurumu, pastikan kamu menceritakan perundungan yang menimpahmu pada ayah, ibu, paman, saudara atau teman yang kamu yakin bisa mendengar dan memahamimu. Mintalah mereka untuk membantumu mengatasi masalah ini.
Perlu kamu tanamkan, melaporkan pelaku perundungan tidak membuatmu jadi pengecut atau berada di pihak yang lemah. Perundungan adalah masalah serius! Dengan melapor, kamu justru menyelamatkan anak/remaja lain yang mungkin akan jadi sasaran perundungan berikutnya.
2. Catat Bukti Perundungan dan Kronologi
Pasti tersiksa sekali rasanya menjadi sasaran perundungan, bukan? Kamu pasti tidak ingin hal semenyakitkan itu terus berlangsung, kan? Maka dari itu, kamu mesti mengambil aksi berani!
Jika kamu dirundung di internet (media sosial), telepon atau sms, maka wajib buatmu menyimpan bukti serangan-serangan itu baik dalam bentuk foto, rekaman suara, atau file digital (misal print screen atau screen shoot).
Catat atau simpan bukti tanggal dan waktunya, ya! Lalu tunjukkan bukti-bukti tadi pada guru, orang tua, atau pihak yang berwajib (polisi). Dengan begini akan semakin kuat posisimu untuk menghentikan siklus perundungan!
3. Mulai Aksi Berani
Selain melapor, kamu pun bisa mencoba beberapa tips berikut agar terlepas dari perundungan. Kamu bisa memulainya dengan berlaku tegas pada pelaku, katakan atau tunjukkan dengan tegas kalau kamu tidak mau dirundung lagi.
Katakanlah dengan suara yang kuat dan percaya diri. Jika kamu merasa tidak kuat dan percaya diri, maka berpura-puralah.
Selain itu, kamu bisa menghentikan perundungan dengan berbicara dengannya, tanyakan apakah ada masalah yang bisa kalian selesaikan bersama, jika pun kamu takut bicara empat mata, cobalah minta ditemani oleh temanmu.
Jika memungkinkan, acuhkan orang yang merundungmu. Sebab ketika diabaikan, biasanya pelaku tidak tertarik lagi merundungmu.
Nah itulah tadi cara yang mungkin bisa membantumu terlepas dari perundungan. Jika kamu korban perundungan, Ingat! Kamu berharga! Tidak ada seorang pun yang berhak berlaku semena-mena padamu! Mulailah aksi berani agar kamu tidak dirundung lagi!
Baca Juga
Artikel Terkait
-
8 Fakta Gadis Remaja 17 Tahun Bernama Zoe, Korban Perundungan yang Menganggap Charles & Keith Sebagai Barang Mewah
-
4 Kontroversi Aktor dan Aktris Thailand, dari Bunuh Kekasih hingga Bullying
-
Ohm Pawat Terseret Kasus Dugaan Bullying, Ini 6 Bentuk Perundungan yang Patut Diketahui
-
Kasus Perundungan Terungkap, Ini 3 Kontroversi Ohm Pawat yang Juga Bikin Geger
-
Dibongkar di Twitter, Simak Kronologi Dugaan Kasus Bullying yang Dilakukan Aktor Thailand Ohm Pawat
Lifestyle
-
4 Pilihan Cushion Mini, Solusi Praktis Touch-Up di Mana Saja
-
Cuaca Panas? 5 Face Mist untuk Cegah Kulit Kering dan Breakout
-
4 Micellar Water Glycerin Kunci Wajah Lembap Maksimal dan Skin Barrier Kuat
-
Budaya Blokecore: Ekspresi Gaya Hidup Urban Pencinta Sepak Bola
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
Terkini
-
Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara