Istilah belajar sistem SKS mungkin pernah kamu dengar. Bukan sistem kredit semester, tapi SKS yang dimaksud sistem kebut semalam. Kamu memilih belajar secara dadakan malam hari menjelang ujian. Tentu saja ini tidak efektif. Belajar sistem kebut semalam membuat pikiran terbebani.
Alangkah baiknya kamu tidak lagi membiasakan sistem belajar kebut semalam. Belajar dengan cara demikian tidak membuatmu paham materi yang dipelajari. Lagi pula menghindari belajar kebut semalam tidak susah, kok. Kamu bisa menerapkan tips ini saat belajar.
1. Kamu harus menyempatkan waktu belajar secara rutin
Salah satu kebiasaan buruk pelajar yakni menerapkan sistem kebut semalam. Kamu mengandalkan semalam sebelum ujian untuk memahami semua materi. Mulai dari materi ringan sampai yang rumit sekalipun. Cara belajar seperti ini tidak akan bikin kamu paham. Maka dari itu, kebiasaan belajarmu harus diubah.
Salah satu tips menghindari sistem kebut semalam yakni menyempatkan waktu belajar secara rutin. Dalam sehari, alokasikan berapa banyak waktu kamu harus memahami kembali materi. Saat malam menjelang ujian, kamu tidak repot berusaha memahami banyak materi sekaligus. Tapi tinggal mengingat saja yang sudah dipelajari.
2. Jangan pernah menunda-nunda belajar
Apakah kamu tipe mahasiswa yang suka menunda-nunda belajar? Lebih enak scrolling media sosial atau main game dulu. Urusan belajar nanti jika ada waktu. Pada akhirnya kamu pun mengandalkan sistem belajar kebut semalam. Belajar dengan cara seperti ini malah membuyarkan konsentrasi.
Bagaimana cara menghindarinya? Terapkan ketentuan jangan pernah menunda-nunda waktu belajar. Sempatkan selama masih ada waktu luang. Tidak perlu berjam-jam, kamu bisa menyempatkan belajar secara rutin tiga puluh menit dalam satu hari.
3. Konsisten mematuhi jadwal yang sudah kamu tentukan
Belajar tidak bisa dilakukan asal-asalan. Bukannya memahami materi, kamu justru kelelahan. Apalagi cara belajar yang kamu terapkan sistem kebut semalam. Banyak bidang pelajaran berusaha dipahami sekaligus hanya dalam satu malam. Padahal besoknya kamu harus mengikuti ujian. Kebiasaan belajar seperti ini langkah baiknya diperbaiki.
Jika kamu tipe mahasiswa yang berniat menghindari sistem kebut semalam, tips ini bisa diterapkan. Tentukan jadwal kapan kamu harus belajar. Apakah pagi hari, malam hari, atau waktu lainnya yang dirasa tepat. Kemudian patuhi jadwal yang sudah kamu tentukan secara konsisten. Dengan demikian kamu lebih mudah memahami materi.
Belajar kebut semalam tidak menjamin kamu paham. Konsentrasi malah biar dan kamu kelelahan. Menjadi mahasiswa yang terbiasa dengan sistem belajar kebut semalam, yuk mulai sekarang jangan lakukan lagi. Terapkan tiga tips di atas agar belajarmu lebih efektif dan efisien.
Baca Juga
-
3 Tips Bangkit dari Hopeless, Kamu Berhak Bahagia!
-
3 Sebab Keuangan Tidak Pernah Stabil, Pernah Mengalami?
-
3 Tantangan yang Pasti Dihadapi saat Belajar Bahasa Asing, Semangat!
-
3 Tips agar Bisa Lebih Tegas pada Diri Sendiri, Berani Katakan Tidak!
-
3 Tips Mencegah Perilaku Konsumtif, Tentukan Prioritas Kebutuhan!
Artikel Terkait
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mudik Balik Lebaran 2025: Pilih Waktu Tepat, Pulang Jadi Nikmat
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
-
Daftar Komponen Mobil yang Tak Kalah Penting untuk Dipersiapkan saat Hadapai Arus Balik Lebaran
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?