Akhir-akhir ini banyak sekali berita beredar tentang maraknya kasus kekerasan seksual pada anak usia dini. Tentunya hal tersebut memicu khawatiran orang tua dan orang tua pun dituntut agar bisa lebih mengawasi anaknya sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kekerasan ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, bisa oleh orang asing ataupun orang terdekat sekalipun.
Kekerasan seksual terhadap anak sungguh mengerikan, dan yang paling parah ketidaktahuan anak terhadap hal tersebut malah makin meningkatkan potensi kekerasan seksual lebih besar lagi, anak-anak tidak tahu perlakuan seperti apa yang bisa dikatakan sebagai pelecehan seksual, sehingga ketika ada orang yang melakukan tindakan tersebut mereka diam saja menganggap hal tersebut adalah hal biasa karena ketidak tahuannya.
Lalu apa sajakah pendidikan seks yang perlu diajarkan oleh orang tua terhadap anaknya? Melansir dari Hello Sehat dan sumber lainnya berikut beberapa diantaranya.
1. Menumbuhkan rasa malu
Ajarkan anak memiliki rasa malu, bilang pada mereka untuk tidak melepas baju sembarangan di hadapan lawan jenis, tidak menunjukan bagian-bagian tertutup tubuh mereka, dan ajari mereka batasan bermain dan melakukan hal dengan orang lain.
2. Ajari bagian-bagian tubuh dan fungsinya
Anak perlu memahami bagian tubuhnya sendiri, seperti fungsinya untuk apa, dan bagaimana seharusnya perlakuan mereka terhadap anggota tubuh tersebut. terutama mengenai bagian sensitif dalam tubuhnya, seperti bibir, payudara, organ reproduksi, paha, pantat dan lainnya.
3. Berikan pemahaman seputar perbedaan jenis kelamin
Pada usia dini seringkali anak bermain dengan siapa saja tanpa memandang jenis kelamin. Bermain sangat bagus untuk kemampuan bersosialisasi mereka, akan tetapi perbendaan mengenai konsep jenis kelamin perlu diajarkan, beritahu batasan-batasan apa saja yang tidak boleh mereka langgar.
4. Lakukan pemantauan aktivitas anak
Perhatikan bagaimana keseharian, hubungan sosialnya, ataupun tingkah sehari-hari mereka. Lakukan pengecekan terhadap media sosialnya, seperti apa yang mereka ton-ton, apa yang mereka cari, dan bagaimana mereka berkomunikasi di media sosial dengan teman-temannya. Hal tersebut diperlukan agar orang tua bisa lebih memahami anaknya dan menjaga mereka supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Anak adalah anugerah bagi orang tua, memastikan mereka baik-baik saja adalah hal yang akan dilakukan bagaimanapun caranya, dan memberikan pengetahuan adalah salah satu cara orang tua memberikan penjagaan saat anak jauh dari pantauan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Hobi Mabuk-mabukan dan Dicupang Diumbar Nikita Mirzani, Lolly Ngamuk: Mimi Mau Aku Bunuh Diri?
-
Kiky Saputri Diam-diam Sudah Menyiapkan Nama untuk Anak Perempuan
-
Baru Lahiran, Jessica Iskandar Ngaku Ingin Punya Anak Ketiga dengan Vincent Verhaag
-
Nikita Mirzani Beberkan Alasan Mengunci Loly di Kamar: Dia Terlalu Sering Membuat Kenakalan
-
Loly Nangis-nangis Ngaku Kerap Dipukul Nikita Mirzani dan Dilarang ke Psikiater: Aku Gak Pernah Merasa Bahagia
Lifestyle
-
6 HP Realme dengan Kamera Terbaik dan RAM Besar 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Mulai Rp5 Jutaan Saja, Laptop Ryzen 5 Ini Cocok Buat Kuliah dan Kerja
-
Bye-bye Kulit Kasar! Ini 5 Pilihan Body Wash Yogurt yang Super Melembapkan
-
Preppy hingga Chic Style, Ini 4 Ide OOTD Monokrom ala Gong Seung Yeon
-
5 Gaya Office Look Minimalis ala Noh Sang Hyun untuk Profesional Muda
Terkini
-
Terapi Alam yang Menenangkan: Kisah dari Pantai Lebuk Situbondo Jawa Timur
-
Membolang di Namorambe: Tempat 19 Teman dari Berbagai Sirkel Berkumpul
-
Senyum Karyamin: Menelusuri Jejak Kemanusiaan di Balik Ironi Desa
-
Paradoks Kemiskinan: Mengapa Biaya Hidup Orang Kecil Jauh Lebih Mahal?
-
Jatuh Cinta Lagi oleh Nadhif, Teror Manis bagi Hati Saya yang Belum Sembuh