Ada banyak penyebab suatu hubungan asmara bisa rusak. Penyebabnya bisa bersumber dari persoalan pribadi, misalnya sering berpikir negatif atau overthinking, atau bisa pula dari faktor luar, misalnya pihak keluarga pasangan yang tidak mendukung hubungan kalian.
Seperti diketahui, pikiran akan mendorong tindakan. Itulah kenapa penting sekali untuk menjaga pikiran agar tidak sampai merugikan diri sendiri dan orang lain, salah satunya overthinking.
Supaya kamu lebih peka terhadap pasangan, sehingga overthinking gak sampai merusak hubungan, sebaiknya kenali apa saja tanda pasangan sedang overthinking. Dengan begitu, kamu bisa menghadapinya dengan bijak.
1. Marah ketika pesan tidak kunjung dibalas
Sudah lumrah saling berkirim pesan dengan pasangan. Yang perlu kamu waspadai, yaitu ketika pasangan begitu sering mengirim pesan dan berharap langsung dibalas. Kalau enggak, dia akan marah dan tak jarang sampai menimbulkan percekcokan serius.
Perilaku pasangan yang mengirim pesan bertubi-tubi dan menuntut agar segera dibalas sebenarnya bisa jadi tanda kalau ia sedang merasa insecure atau ada hal yang sedang dipikirkan. Untuk itu, sebaiknya bersabar dan jangan ikutan marah, ya. Nanti malah masalah jadi semakin besar.
2. Cemburu buta
Tanda selanjutnya dari pasangan yang sedang overthinking, adalah cemburu buta. Perasaan cemburu memang lumrah. Akan tetapi, kalau sudah sampai tahap tanpa ada alasan yang jelas, serta sampai melarangmu berinteraksi dengan lawan jenis padahal sekadar teman biasa, maka cemburu tersebut sudah di luar batas.
BACA JUGA: 5 Cara Ampuh Meningkatkan Kualitas Tidur, Pengidap Insomnia Wajib Tahu!
Perilaku tersebut dapat disebabkan perasaan tidak yakin bahwa kalian akan terus bersama. Bisa juga disebabkan pikiran tidak-tidak yang didasarkan perasaan takut akan kehilangan.
3. Sering menginterogasi saat pulang telat
Seseorang yang overthinking umumnya berpikir berlebihan secara negatif. Aktivitas yang biasa saja bisa jadi sesuatu yang serius jika sudah dipikirkan secara berlebihan.
Misalnya, ketika pulang telat karena harus lembur bukannya dimengerti malah diinterogasi. Sikap berlebihan ini timbul dari kekhawatiran kalau kamu lembur hanya alasan selingkuh.
4. Menuntut bertemu lebih sering
Pasangan yang overthinking juga dapat dicirikan dari perilakunya yang menuntut untuk bertemu lebih sering. Sebenarnya gak jadi masalah kalau perilaku tersebut masih dibarengi dengan toleransi. Tapi, kalau permintaannya sudah kerap di luar nalar, misalnya sama sekali gak mau tahu kalau kamu sedang sibuk, artinya ada sesuatu yang sedang dipikirkannya.
Jika pasangan menunjukkan tanda-tanda tadi ada baiknya ajak komunikasi secara baik-baik. Dengan demikian, kamu jadi tahu letak akar permasalahannya. Misalnya, dia merasa gak aman dengan status hubungan kalian, atau penyebab lain. Selain itu, dengan komunikasi dia pun akan sadar bahwa sikapnya yang berlebihan tersebut justru malah bisa merusak hubungan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Dark Spot Serum Ampuh Bikin Kulit Glowing dan Bekas Jerawat Auto Memudar
-
5 Fitur HP Ini Bisa Kurangi Mata Lelah saat Nonton Piala Dunia, Sudah Tahu?
-
Kamar Gerah Bikin Susah Tidur? Lakukan 7 Trik Sederhana Ini Agar Tetap Sejuk Tanpa AC
-
5 Rekomendasi Sampo Anti-Jamur dan Ketombe untuk Kulit Kepala Bersih Sehat
-
Minyak dan Jerawat Hempas! 5 Tea Tree Exfoliating Pad untuk Wajah Bersih
Terkini
-
Usung Kisah Emosional William Shakespeare, Hamnet Tayang 6 Juli di Netflix
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
-
Sinopsis Agent Kim Reactivated, So Ji-sub Taruhkan Nyawa Demi Anak
-
Divorce Attorney Shin: Memahami Perceraian dari Sisi yang Lebih Manusiawi