Dalam sebuah organisasi atau bahkan perusahaan, relasi antara pemimpin dan anggota menjadi sangat penting. Tugas dan tanggungjawab masing-masing mesti bisa terkoneksi dengan baik guna visi dan tujuan organisasi tersebut dapat terwujud dengan baik.
Kualitas dalam sebuah organisasi, tentu tidak bisa lepas dari karakter dan cara seorang pemimpin untuk membawa rado organisasi tersebut, terlebih lagi bagaimana seorang pemimpin mampu bekerja sama dengan anggotanya.
Jika pemimpin tidak mampu menunjukkan sikap dan kerja positif terhadap anggotanya, bisa saja anggota merasa tidak akan betah untuk bertahan lama dalam organisasi dan memutuskan untuk keluar, sehingga kondisi tersebut jelas dapat menghambat untuk mencapai tujuan organisasi.
Salah satu ciri negatif seorang pemimpin yaitu red flag. Pemimpin red flag didefinisikan sebagai pemimpin yang menunjukkan tanda-tanda negatif yang dapat menimbulkan potensi masalah dan memiliki kepribadian yang bersifat destruktif.
Pemimpin red flag ini akan secara tidak sadar menciptakan budaya yang toxic dan menyebabkan lingkungan organisasi menjadi tidak sehat.
Untuk itu penting kiranya mengetahui ciri pemimpin red flag dan patut untuk menjadi bahan evaluasi bagi seorang pemimpin di organisasi. Menyadur dari akun Instagram @pemimpin.indonesia, berikut ini setidaknya ada tiga ciri pemimpin red flag yang sering tidak disadari.
1. Tidak ada transparansi
Mesti disadari bahwa organisasi melibatkan banyak orang, bukan milik seorang pemimpin saja. Sebagai anggota, pastinya kita butuh adanya transparansi dari seorang pemimpin, terutama transparansi dalam pengambilan keputusan.
Karena jika tidak ada transparansi, hal itu tentu dapat menimbulkan ketidakpercayaan anggota terhadap pemimpin.
2. Menolak kritik dan saran
Jika ada pemimpin yang menolak kritik dan saran dari anggotanya, ini bisa dibilang sebagai pemimpin otoriter yang menganggap bahwa semua keputusan yang diambilnya adalah benar.
Hal ini harus dihindari karena kita sebagai anggota nantinya tidak akan bisa mendistribusikan ide dan inovasi baru jika memiliki pemimpin seperti ini.
3. Impulsive decision
Pengambilan keputusan secara impulsif dari seorang pemimpin dapat menyebabkan renggangnya kominukasi antara pemimpin dan anggotanya.
Pemimpin dengan ciri seperti ini akan cenderung memikirkan dirinya sendiri ketika mengambil keputusan dan menghiraukan keadaan anggotanya.
Nah, itulah ciri pemimpin red flag yang kadang tidak disadari. Ciri pemimpin seperti itu tentunya tidak baik dipertahankan dalam sebuah organisasi jika masih ingin organisasi tersebut dapat bertahan lama dan bisa mencapai tujuannya. Kira-kira, apakah kamu pernah menemukan model pemimpin seperti itu?
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA: Kagum dengan Islam, Kim Jong Un Kunjungi Indonesia
-
Jangan Kalap! Kenali 4 Ciri-ciri Kolesterol Tinggi Saat Lebaran, Waspadai Tandanya!
-
Inklusivitas di Tempat Kerja: Kunci Pemberdayaan Perempuan Menuju Kepemimpinan Masa Depan
-
Israel Serang Rumah Sakit Nasser di Gaza: Pemimpin Hamas Tewas, Kebakaran Besar Berkobar
-
Sejumlah Pemimpin Dunia Bersurat ke Prabowo, Sampaikan Ingin Belajar MBG dari Indonesia
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Review Novel 'Makhluk Bumi': Jadi Alien demi Bertahan di Dunia yang Gila
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April
-
Novel Larung: Kelanjutan Konflik dan Perjuangan Saman yang Kian Menegangkan