Generasi Z yang lahir di rentang tahun 1997-2012, kerap kali dihadapkan pada sejumlah tantangan keuangan. Mulai dari peningkatan gaya hidup, inflasi, penggunaan pinjaman online (pinjol), hingga judi online, menjadi permasalahan yang kerap muncul.
Oleh sebab itu, di akhir tahun ini, IFG Life dan Finansialku bersama dengan Prodi S1 Manajemen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyelenggarakan acara smart talk dengan topik “Resolusi Keuangan 2024: Pastikan Dirimu Terproteksi!”, Senin (18/12/23).
Berangkat dari keresahan yang ada, Finansialku membuat acara supaya Gen Z tetap bisa menikmati masa mudanya dan tetap on track finansial. Terlihat antusias, 206 peserta mengikuti kegiatan ini untuk tahu lebih dalam soal pengelolaan keuangan, agar lebih baik di tahun depan.
Fennicia, CFP (Financial Planner Finansialku.com) dan Rika Adrika NLP Prac, PCC (Training and Development Head IFG Life), turut dihadirkan pada acara kali ini. Keduanya mengajak untuk mengevaluasi keuangan peserta dan merencanakan resolusi yang dapat memberikan perlindungan terbaik di tahun 2024.
Mencapai kebebasan finansial mungkin salah satu dari banyak resolusi yang diinginkan oleh banyak orang, terutama Gen Z. Kemerdekaan finansial dapat diartikan sebagai kondisi keuangan seseorang yang tidak memiliki utang, terlindungi dari risiko finansial, dan memiliki sumber penghasilan pasif untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Fennicia selaku perencana keuangan Finansialku.com menjelaskan pentingnya menyusun resolusi keuangan untuk tahun berikutnya supaya tujuan keuangan bisa terwujud.
“Penting bagi kita untuk merencanakan resolusi keuangan dengan matang. Perlindungan finansial tidak hanya tentang mempertimbangkan aspek keuangan, tetapi juga melibatkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tujuan individu," ujarnya.
Dia juga memberikan tips untuk menyusun resolusi keuangan, termasuk menetapkan prioritas, mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan, mencari peluang penghasilan tambahan, membuat anggaran, dan memisahkan rekening sesuai alokasi dana.
Rini Adrika menambahkan, untuk Gen Z, ada beberapa tips agar dapat menikmati hidup tanpa harus mengorbankan kesejahteraan keuangan mereka.
"Melalui Smart Talks ini, kami berusaha memberikan inspirasi kepada Gen Z supaya bisa menikmati hidup tanpa harus mengorbankan keuangan. Keseimbangan antara menikmati liburan dan menjaga kesehatan keuangan dapat dicapai dengan perencanaan yang baik," tambah Rika.
Dengan antusiasme dan semangat positif, IFG Life, Finansialku, dan Prodi S1 Manajemen UNJ Smart Talks berharap dapat memberikan dorongan dan pengetahuan yang bermanfaat kepada peserta untuk meraih masa depan keuangan yang lebih terarah dan terproteksi.
Baca Juga
-
Mengatur Kembali Arah Hidup dari Buku Tiada Ojek di Paris
-
Playful ke Elegan Look, Ini 4 Ide Outfit Feminin Kekinian ala Yuna ITZY
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Kindergarten For Divine Beasts: Manhwa Siluman Versi Bocil-bocil Kematian
Artikel Terkait
-
Pakai BRImo Lebih Praktis, Isi Saldo BRIZZI Cepat dan Mudah
-
Mau Belanja Non-Tunai Lebih Praktis? Pakai Kartu BRIZZI Saja!
-
Dilema Pakai Pembayaran Non Tunai, Kamu Ngerasain Juga?
-
Cara Beli Kartu BRIZZI, Uang Elektronik dengan Berbagai Kegunaan
-
128 Tahun, BRI Hadir Dorong Inklusi Keuangan hingga Pelosok Negeri
Lifestyle
-
Playful ke Elegan Look, Ini 4 Ide Outfit Feminin Kekinian ala Yuna ITZY
-
5 Cargo Pants Pria Kekinian yang Cocok untuk OOTD Casual hingga Streetwear
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
5 Toner AHA BHA untuk Atasi Jerawat dan Bruntusan, Kulit Jadi Lebih Mulus!
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
Terkini
-
Mengatur Kembali Arah Hidup dari Buku Tiada Ojek di Paris
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Kindergarten For Divine Beasts: Manhwa Siluman Versi Bocil-bocil Kematian
-
Ironi Pelemahan Rupiah: Mengapa Masyarakat Desa Menanggung Beban Terberat?