Selepas membaca manhwa Under the Oak Tree dan nangis akan perpisahan Maxi dengan Riftan, aku lantas menemukan satu manhwa kece nan bikin ngakak berjudul Kindergarten For Divine Beasts. Satu manhwa yang bikin hari ceria, tanpa air mata.
Melansir lama Wiki Namu, Kindergarten For Divine Beast merupakan manhwa yang diadaptasi oleh Yeonuk, dan menggandeng Mimba sebagai artist-nya.
Manhwa ini resmi rilis di Naver Webtoon sejak 21 Januari 2025, dan masih berstatus on-going sampai sekarang. Manhwa ini mengusung konsep fantasi dan komedi. Walau ada unsur tragedi, tetapi berhasil diredam dengan komedi kentalnya.
Dikasih Warisan Sekolah TK
Manhwa ini menceritakan kengenesan hidup Seo Min Woo, seorang pemuda yang berjuang hidup di kota sendirian. Dia bekerja paruh waktu di beberapa tempat, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu hari, Min Woo mendapat kabar bahwa sang ibu yakni Lim Ju Hee yang sudah lama meninggalkan dia meninggal dunia.
Dengan enggan, Min Woo mengurusi pemakaman sang ibu. Dia tidak bersedih, atau berduka sama sekali. Pokoknya hampa. Namun, dia terheran-heran saat beberapa tamu misterius datang melayat.
Mulai dari pensiunan tentara, pasangan selebriti terkenal, sampai orang terkaya di dunia. Yang bikin dia mengucek mata berkali-kali adalah keberadaan anak-anak kecil dengan telinga hewan. Yang menurut Kim Se Ryeong adalah para shinsu kecil yang bersekolah di TK khusus dimana sang ibu pernah menjabat sebagai kepala sekolahnya.
Mereka adalah: Rami (shinsu harimau), Ayoung (shinsu kelinci), Miu dan Siu (kakak beradik shinsu kucing), Bobo (shinsu kura-kura), Rakhi (shinsu domba), dan Kane (shinsu ular.).
Dan yang bikin nggak bisa tidur adalah, Lim Ju Hee mewariskan TK shinsu tersebut kepada Min Woo, beserta segala kerandoman, keabsurdan, dan marabahaya yang sukses bikin gila. Namun yang pasti, keapesan Min Woo dikombinasi dengan keimutan para bocah shinsu adalah inti manhwa yang bikin pembaca terpana. Kece pokoknya!
Manhwa yang Bikin Candu dan Diabetes
Kukira, Kindergarten For Divine Beasts bakal sekejam dan sebrutal Lookism karena ada banyak scene pertarungan. Namun, manhwa ini justru bernafaskan mirip dengan I Became A Tyrant’s Chambermaid atau bahkan All I Want is My Dream Home.
Iya, manhwa ini isinya full komedi, sekalipun sedang dalam situasi genting. Pertarungan yang seharusnya penuh teror karena melibatkan bocah-bocah TK, justru dieksekusi dengan menawan, badass, dan masih bisa bikin ngakak. Terutama karena masing-masing bocah shinsu memiliki kekuatan dan karakter yang berbeda-beda.
Dipadukan dengan Min Woo yang mata duitan tetapi cerdas, yang selalu apes karena didapuk sebagai garda terdepan TK. Mau bagaimana lagi, dunia shinsu dan dunia manusia isinya bentrok terus sih, haha.
Sekalipun Shinsu, Mereka Tetaplah Bocah TK
Kindergarten For Divine Beasts sendiri memanglah bergenre fantasi, sehingga keberadaan shinsu alias makhluk siluman yang hidup bersama manusia bisa dimaklumi. Barangkali ini mirip dengan kepercayaan manusia bunian di nusantara ya. Dan hebatnya author, dia mampu mengkombinasikan genre fantasi dengan komedi, dan alurnya nggak bikin ngantuk. Sepanjang cerita, dijamin bakal melek dan sakit perut.
Manhwa ini juga menyajikan kenyataan pahit Min Woo yang relate dengan kehidupan modern. Kesepian dan kesendirian, konflik dengan orang tua, hingga beragam kejutan yang nggak bisa diprediksi. Pun interaksi bocah-bocah TK yang plek ketiplek para bocil kematian di dunia nyata. Kadang ingin rasanya menggeplak kepala mereka sih.
Walau keberadaan marabahaya yang melingkupi TK sejatinya adalah penyajian rintangan menuju kedewasaan para shinsu kecil, tetapi buatku itu sangat kejam. Oke, kita tahu bahwa realita hidup itu kejam. Namun, saat pertarungan hidup dan mati harus melibatkan bocah TK, itu gila namanya. Apalagi harus membawa-bawa orang lain, yang dalam hal ini adalah Seo Min Woo sendiri, justru kian mengerikan.
Proses pendewasaan anak-anak sejatinya harus didampingi oleh orang tua dan guru. Mereka belajar dari tahap dan ilmu paling mudah, baru ke tingkatan tersulit. Bukannya waktu TK harus langsung menghadapi monster dengan bertaruh nyawa seperti manhwa ini!
Baca Manhwa Ini Saat Lagi Galau
Karena nyaris nggak ada scene tragis dan bikin nangis, manhwa ini seharusnya cocok dibaca semua umur ya. Apalagi manhwa ini menyajikan pertarungan dan duel epik nan penuh kekocakan, dan dipadukan dengan art style menawan dan hangat ala Mimba.
Para pembaca pun seakan diajak memilih bias bocil shinsu disini, saking gemas dan polosnya mereka. Kalau aku pribadi sih lebih menyukai Rami yang aktif, dan Bobo si tukang tidur ya.
Nggak hanya itu saja, ada intrik misteri yang melingkupi kematian Ju Hee yang kian bikin penasaran. After all, aku memberikan nilai 9/10 untuk Kindergarten For Divine Beasts. So, kamu berminat baca? Masih on-going lho!
Identitas Manhwa
Judul: Kindergarten For Divine Beasts
Adaptasi: Yeonuk
Artist: Mimba
Genre: fantasi, komedi, misteri, martial arts
Rilis: sejak 21 Januari 2025
Platform: Naver, Webtoon
Status: on-going
Baca Juga
-
Dibalik Pesona F4: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Hubungan Gu Jun Pyo dan Geum Jan Di?
-
Sepasang Tangan dan Kaki dalam Shift Malam di Pabrik Roti
-
Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura
-
Pocong yang Membesar sambil Menyeringai Gila di Kebun Pisang
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Kings Warden dan Luka Pemimpin yang Disingkirkan
-
Menyaksikan Lake Symphony, Tarian Air Magis dengan Panorama Ikonik KLCC
-
Ulasan Perfect Crown: Drama Kerajaan Modern Ringan tapi Bikin Emosional
-
The Screwtape Letters: Saat Iblis Mengajari Cara Menyesatkan Manusia
-
Review We Are Jeni: Film Dokumenter tentang Disosiatif Identity Disorder
Terkini
-
Ironi Pelemahan Rupiah: Mengapa Masyarakat Desa Menanggung Beban Terberat?
-
Fresh Graduate dan Realita Dunia Kerja: Ekspektasi Tinggi, Kenyataan Beda
-
Beragam Genre, Ini 5 Drama China Paling Populer di Bulan Mei 2026
-
5 Cargo Pants Pria Kekinian yang Cocok untuk OOTD Casual hingga Streetwear
-
Dolar Tidak Ada di Dompet Kita, Tapi Ada di Harga Beras dan Minyak