Data terbaru menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah—peringkat 60 dari 61 negara. Padahal, membaca tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membentuk cara berpikir, berbicara, dan bahkan bersosialisasi.
Bagi musisi sekaligus penulis lagu Raim Laode, membaca adalah cara untuk merekonstruksi cara kita berbahasa di depan umum maupun saat berbincang santai. Ketika membaca menjadi kebiasaan, pikiran dan ucapan menjadi lebih terstruktur. Kita lebih mudah merangkai kata, menyampaikan ide, dan percaya diri dalam berbagai situasi.
Waktu Terbaik untuk Membaca Buku
Sebenarnya, kapan pun dan di mana pun bisa menjadi waktu yang baik untuk membaca. Namun, khusus bagi pemula, waktu pagi sangat dianjurkan. Mengapa?
Bayangkan otak kita seperti ember kosong di pagi hari. Jika langsung diisi dengan media sosial, maka informasi penting dari buku akan sulit masuk. Maka dari itu, sebelum membuka ponsel, isi ember itu dengan ilmu terlebih dahulu. Bacalah buku sebentar di pagi hari agar hari itu dimulai dengan referensi yang berkualitas.
5 Tips Membaca Buku ala Raim Laode agar Lebih Mudah Paham
Berikut ini adalah panduan membaca buku yang efektif versi Raim Laode, yang terbukti ampuh membantunya selama lima tahun terakhir.
1. Kurangi Gangguan (Interupsi)
- Aktifkan mode pesawat di ponsel agar tidak terganggu notifikasi.
- Siapkan kopi favorit sebagai teman membaca.
- Jika ingin mendengarkan musik, pastikan volumenya rendah dan tidak mengganggu konsentrasi.
- Lafalkan bacaan dengan suara, jangan hanya membaca dalam hati. Ketika kamu mengucapkannya, informasi masuk melalui dua jalur sekaligus: mata dan telinga. Ini membuat otak lebih cepat memahami isi bacaan.
2. Bacalah dengan Suara (Dibaca Keras)
Membaca dengan suara membuatmu tidak hanya ‘melihat’ kata, tetapi juga ‘mendengar’ dan ‘merasakan’ maknanya. Teknik ini sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat.
3. Gunakan Stabilo dan Catatan
Tandai paragraf penting, kutipan menarik, atau istilah baru dengan stabilo. Jika memungkinkan, buat catatan kecil di tepi halaman atau sticky notes. Ini akan membantumu mengingat poin-poin utama dan mempermudah saat ingin mengulas ulang.
4. Baca Sedikit Demi Sedikit (Dicicil)
Jangan memaksakan diri membaca satu buku dalam sekali duduk. Lebih baik membaca sedikit tapi rutin—misalnya satu halaman atau satu ide penting setiap pagi. Teknik ini diadaptasi dari buku Atomic Habits, yang menekankan kekuatan konsistensi kecil dalam membentuk kebiasaan besar.
Kamu tidak wajib mengkhatamkan semua buku. Ambil saja intisari terbaiknya. Ingat, yang wajib dikhatamkan adalah Al-Qur’an, bukan semua buku bacaan.
5. Bagikan Bacaanmu ke Dunia
Jangan simpan sendiri ilmu yang kamu dapat dari membaca. Bagikan melalui:
- Instastory atau media sosial lainnya
- Obrolan santai di kafe
- Diskusi di kantor atau sekolah
Dengan membagikan bacaan, kamu mendapatkan dua manfaat:
- Ilmu yang kamu baca lebih mudah diterapkan
- Kamu menyebarkan manfaat dan bahkan bisa mendapatkan pahala
Jadikan Literasi sebagai Gaya Hidup
Membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, tapi sebuah gerakan perlawanan terhadap kebodohan. Dengan memperbanyak literasi, kita bisa memperkecil jumlah “korban” akibat ketidaktahuan.
Jadi, mari mulai hari ini. Ambil satu buku, luangkan waktu 10 menit, dan rasakan dampaknya dalam cara kamu berpikir dan berbicara.
“Baca itu penting, sebab kebodohan rajin memakan korban.” — Raim Laode
Kurangi korban dengan literasi. Mulai dari satu halaman, satu pagi, satu kebiasaan.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Dulu Saya Kira Cuma Main dan Bernyanyi: Realitas Sebenarnya di Balik Profesi Guru TK
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Investasi Kebaikan yang Tidak Bisa Dihitung dengan Gaji: Catatan Seorang Guru PAUD
-
Di Balik Senyum Guru di Ujung Desa
-
Belajar Authenticity dari Prilly Latuconsina Lewat Buku Retak, Luruh, dan Kembali Utuh
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Rambut Cepat Lepek? ini 5 Dry Shampo untuk Tampil Lebih Fresh
-
Rahasia Makeup Natural ala Lady Gaga, Cukup dengan 3 Produk!
-
Fenomena Gen Z Jompo: Ketika Hidup Terlalu Padat untuk Istirahat
-
Feminin Aura! Varian Parfum Wardah yang Bikin Vibes Soft Girl Auto Menguar
-
Bebas Pori Tersumbat! 5 Exfoliating Pad Triple Acid untuk Kulit Auto Halus
Terkini
-
Wombat Waiting: Kisah Anjing yang Tak Pernah Berhenti Menunggu
-
Mulai Babak Baru! Putri Leonor Kembali Kuliah Usai 3 Tahun Sekolah Militer
-
Mun Ka Young dan Cha Eun Woo Berpeluang Reuni di Drama Seorabeol Knife
-
Jangan Asal Viral! Peringatan Keras Komdigi untuk Para Kreator Konten di Era AI
-
Ulasan Buku Peter Pan: Ketika Kita Terlalu Takut untuk Menjadi Dewasa