Menghadapi kenaikan harga pangan, menerapkan gaya hidup berkelanjutan bukan hanya pilihan bijak, tetapi juga kebutuhan. Di Indonesia, inflasi bahan makanan terus menekan daya beli, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah yang bisa menghabiskan hingga seperempat pendapatannya untuk makan.
Namun, di sisi lain, sisa makanan masih menjadi masalah besar. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa sampah makanan menyumbang sekitar 40% dari total sampah nasional.
Sisa sayuran, buah, daging, ikan, hingga nasi yang terbuang tidak hanya menguras dompet, tetapi juga memperparah krisis iklim lewat emisi gas metana.
Untuk itu, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk menghemat belanja sekaligus mengurangi jejak lingkungan:
1. Rencanakan Apa yang Akan Kamu Makan
Cara terbaik untuk menghemat uang belanja adalah merencanakan apa yang ingin kamu mau makan hari ini. Memastikan bahan makanan apa saja yang kamu butuhkan untuk membuat makanan yang kamu sukai dan memanfaatkan bahan yang sudah ada sebelum memasak.
2. Lakukan Analisis Sebelum Membeli
Pastikan kamu memeriksa apa yang sudah kamu miliki di rumah. Susun bahan makanan yang berpotensi busuk sebelum anda membeli bahan makanan yang baru.
3. Buatlah Daftar bahan makanan yang ingin kamu beli
Setelah kamu pilah dan pilih makanan apa saja yang busuk, catat kekurangan apa saja yang ada di kulkas kamu. Cara ini membantu kamu menghindari belanja yang impulsif yang berujung mubazir.
4. Jangan Pesan Secara Online
Memang praktis jika kurir mengantarkan pesanan belanjamu, tapi belanja secara langsung ke pasar atau toko bisa lebih menguntungkan. Kamu bisa menemukan diskon yang berlangsung, dapat memilih sayur dan buah yang fresh dari tanganmu. Jangan lupa bawa tas belanja yang bisa dipakai lagi agar menghemat uang belanja.
5. Beli dalam porsi besar
Belanja dalam jumlah yang banyak bisa mengurangi biaya transportasi karena kamu tidak harus setiap minggu pergi lagi ke pasar atau toko.
6. Belilah produk lokal
Harga impor membuat makanan menjadi lebih mahal. Maka dari itu bahan makanan lokal yang ditanam di negeri sendiri harga pastinya lebih murah dibandingkan membeli bahan impor.
7. Manfaatkan Bahan Makanan yang Sudah Kamu Beli
Kenali cara kamu mengonsumsi makanan dengan memanfaatkan sisa makanan dan mengubahnya jadi hidangan baru. Serta buang sisa yang benar-benar tidak bisa dimakan menjadi kompos agar tetap bermanfaat bagi lingkungan.
8. Simpan Makanan yang Mudah Basi ke Kulkas
Simpan makanan kamu di kulkas untuk menghindari pengeluaran lebih dan sampah. Kulkas dapat memperpanjang jangka waktu makananmu.
9. Perhatikan tanggal kadaluarsa
Terakhir, ini bagian terpenting dan jarang sekali dilihat orang-orang sebelum membeli bahan makanan. Tanggal kadaluarsa menunjukan bahwa sesuatu makanan tidak lagi aman untuk dikonsumsi, jadilah konsumen yang bijaksana dalam menentukan sesuatu yang layak untuk dikonsumsi.
Baca Juga
-
Drama Spring Fever, Drama Romcom yang Memberikan Banyak Pelajaran Kehidupan
-
Stylish buat Traveling, Intip 4 Ide OOTD Warna Hitam ala Kazuha LE SSERAFIM
-
Tayang 2027, Anime GATE 2 Rilis Key Visual Baru dan Proyek Lagu Penutup
-
Menanam Cahaya di Negeri Kelelawar
-
4 Tone Up Cream SPF 50 untuk Wajah Glowing dan Terproteksi ala Eonni Korea
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Stylish buat Traveling, Intip 4 Ide OOTD Warna Hitam ala Kazuha LE SSERAFIM
-
4 Tone Up Cream SPF 50 untuk Wajah Glowing dan Terproteksi ala Eonni Korea
-
iPad Mini Killer? OPPO Pad Mini Bawa Spek Gahar dan Layar AMOLED 144 Hz!
-
Cara Pilih Shade Tinted Moisturizer yang Pas, Jangan Asal Pilih!
-
Sering Catokan? Ini 5 Vitamin Rambut Biar Nggak Kering dan Tetap Sehat!
Terkini
-
Drama Spring Fever, Drama Romcom yang Memberikan Banyak Pelajaran Kehidupan
-
Tayang 2027, Anime GATE 2 Rilis Key Visual Baru dan Proyek Lagu Penutup
-
Menanam Cahaya di Negeri Kelelawar
-
Sinopsis Ek Din, Film Romantis India Dibintangi Junaid Khan dan Sai Pallavi
-
5 Drama Terbaru dengan Rating Tinggi Mei 2026, Masih On Going!