Siapa yang tidak pernah mendengar nama Hermès? Brand mewah asal Prancis ini sudah lama dikenal sebagai simbol elegansi, prestise, dan kualitas yang tidak main-main. Tapi, siapa sangka bahwa sebelum menjadi ikon dunia fashion, Hermès justru berawal dari sesuatu yang sangat jauh dari dunia runway, yaitu peralatan kuda.
Kisah Hermès dimulai lebih dari 180 tahun lalu, ketika Thierry Hermès mendirikan perusahaan ini dengan fokus membuat harness dan perlengkapan berkendara untuk kuda. Logo kuda dan kereta yang sekarang menjadi ciri khas Hermès adalah bukti bahwa identitas awal brand ini tidak pernah benar-benar hilang.
Dari Saddle Ke High Fashion: Evolusi Elegan Hermès
Ketika bisnisnya berkembang, cucu Thierry, Émile-Maurice Hermès, mulai membawa perusahaan ini ke arah baru. Ia memperluas produk dari perlengkapan kuda menjadi barang-barang kulit kelas atas.
Salah satu langkah penting adalah ketika Émile menciptakan scarf sutra Hermès yang kemudian menjadi ikon global. Namun tak hanya itu saja, ia juga mendesain tas pertama Hermès yang dibuat khusus untuk istrinya dan diberi nama The Saddle Bag.
Perlahan tapi pasti, Hermès naik kelas dari brand aksesoris kuda menjadi rumah mode mewah yang penuh karakter. Nilai utamanya: kualitas, ketelitian, dan craftsmanship tingkat dewa. Tidak ada yang terburu-buru; semuanya dibuat dengan standar seni.
Birkin: Tas yang Lahir dari Obrolan di Pesawat
Saat mendengar nama Hermès, hampir pasti kamu langsung teringat satu benda: tas Birkin. Salah satu tas paling mahal, paling sulit dibeli, dan paling diincar kolektor di seluruh dunia.
Menariknya, Birkin hadir karena komplain seorang artis. Cerita berawal ketika Jane Birkin—aktris sekaligus ikon fashion—mengeluhkan kepada CEO Hermès, Jean-Louis Dumas, bahwa ia tidak pernah menemukan tas weekend yang cukup besar tapi tetap stylish. Dumas pun langsung merancang tas khusus untuk Jane. Hasilnya? Sebuah karya yang kemudian menjadi legenda: Birkin Bag.
Kini, Birkin bukan sekadar tas. Itu adalah simbol eksklusivitas. Kamu tidak bisa sekadar masuk butik dan membelinya. Ada waiting list, ada proses seleksi, dan kadang kamu harus jadi pelanggan yang “dianggap pantas” oleh Hermès.
Kelly: Tas Elegan Favorit Para Princess
Selain Birkin, Hermès punya tas lain yang tidak kalah ikonis: Kelly Bag. Awalnya bernama “Sac à Dépêches”, namun berubah menjadi Kelly setelah Grace Kelly—Putri Monaco—menggunakannya untuk menutupi perut hamil dari paparazzi. Foto itu viral (versi tahun 1950-an), dan dunia langsung menamai tas tersebut dengan nama sang Putri.
Hermès kemudian mengadopsi nama ini secara resmi pada 1977. Kelly didesain untuk para bangsawan dan terbuat dari kulit pilihan yang diproses dengan sangat detail sehingga bisa bertahan puluhan tahun.
Kotak Oranye yang Tidak Sengaja Menjadi Ikon
Uniknya, kotak Hermès yang kini dikenal dengan warna oranyenya yang khas sebenarnya tidak selalu oranye. Pada masa Perang Dunia II, bahan kotak warna krem tidak tersedia, sehingga mereka terpaksa beralih ke warna oranye. Siapa sangka warna darurat itu justru menjadi identitas yang bertahan hingga sekarang?
Kotak oranye Hermès kini dianggap sebagai salah satu elemen packaging paling ikonik dalam dunia fashion.
Hermès: Mewah, Tapi Bukan Pamer
Berbeda dengan banyak brand mewah lainnya, Hermès memiliki filosofi yang cukup unik. Tujuan mereka bukan untuk menciptakan produk yang “memamerkan kekayaan”, tetapi menciptakan barang berkualitas tinggi yang dirancang untuk dipakai seumur hidup. Itulah sebabnya Hermès anti-mass production dan tetap mempertahankan sistem pembuatan handmade oleh artisan terlatih.
Karena itu pula, membeli tas Hermès bukan sekadar transaksi, tapi investasi. Produk mereka dirancang untuk bertahan lama, bahkan bisa diwariskan dari generasi ke generasi.
Kisah Hermès adalah bukti bahwa sebuah brand bisa berevolusi tanpa kehilangan akar. Dari peralatan kuda hingga tas paling mahal di dunia, semuanya tetap berpusat pada satu hal: kualitas yang tidak bisa ditawar. Itulah mengapa Hermès bukan sekadar brand fashion, namun sebuah legenda.
Baca Juga
-
Nggak Perlu Gym! 5 Channel YouTube Workout Favorit, Cewek Wajib Subscribe
-
Oubaitori: Saatnya Berhenti Berlomba dan Mulai Bertumbuh Sesuai Ritme Diri
-
Ingin Upgrade Skill Digital? 5 Channel YouTube Ini Wajib Kamu Tonton
-
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Bacaan Wajib untuk Kamu yang Lelah dengan Hidup
-
Ulasan Novel Timun Jelita: Bukti Mengejar Mimpi Nggak Ada Kata Terlambat!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Bangkit dari Post Holiday Blues Usai Mudik Lebaran: 7 Cara Cerdas Balik ke Realita Tanpa Drama
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
OPPO Watch X3 Mini Bocor, Siap Jadi Smartwatch Andalan dengan Fitur Premium
-
4 Inspirasi Outfit Jaket ala Ian Hearts2Hearts, Youthful dan Trendy Abis!
-
4 Outfit Hangout ala Chaeryeong ITZY, Effortless tapi Tetap Standout!
Terkini
-
FIFTY FIFTY Remake Lagu Legendaris Pink Floyd "Wish You Were Here"
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta, Comeback 'Anak Lanang' Bakal Jadi Pembeda?
-
Pocong Berkain Putih Bersih di Rumpun Bambu Belakang Rumah Paklek Randi
-
Kim Sejeong Resmi Tinggalkan Jellyfish Setelah 10 Tahun, Bakal Gabung BH?
-
Film Peaky Blinders: The Immortal Man, Lebih Personal Kendati Melelahkan