Siapa bilang jajanan jadul kalah pamor dengan dessert kekinian? Justru di balik tampilannya yang sederhana, jajanan tradisional warna-warni ini menyimpan kenangan masa kecil yang sulit dilupakan. Dari yang dijajakan di depan sekolah sampai pasar tradisional, camilan ini bukan cuma soal rasa, tapi juga nostalgia. Beberapa di antaranya bahkan masih eksis sampai sekarang, meski jumlah penjualnya makin langka.
Berikut ini beberapa jajanan jadul warna-warni khas Indonesia yang pernah jadi primadona di masanya dan masih bikin rindu sampai hari ini.
1. Es Gabus
Buat kamu yang tumbuh besar di era 90-an, es gabus pasti bukan nama asing. Jajanan es tradisional ini dikenal dengan teksturnya yang unik, padat, berserat, tapi tetap empuk saat digigit. Sekilas tampilannya mirip balok es krim dengan lapisan warna cerah yang mencolok.
Es gabus biasanya dibuat dari campuran tepung hunkwe, santan, gula, sedikit garam, dan pewarna makanan. Setelah dikukus dan dibekukan, teksturnya berubah menjadi berpori seperti spons. Itulah asal-usul nama “gabus” yang melekat hingga kini.
Dulu, es ini sering dijual pedagang keliling di depan sekolah dasar. Sensasi membuka bungkus plastik tipis lalu menggigit es gabus yang dingin jadi kenangan manis yang tak tergantikan. Tak heran jika jajanan ini sering disebut sebagai simbol masa kecil generasi 70-an hingga 90-an.
2. Cenil
Cenil atau cetil adalah jajanan pasar tradisional khas Jawa yang terkenal dengan teksturnya yang kenyal dan tampilannya yang cerah. Warna merah muda, hijau, dan kuning membuat cenil terlihat menggoda bahkan sebelum disantap.
Bahan utamanya sederhana, yaitu tepung kanji atau pati singkong yang dicampur air panas dan gula. Adonan ini kemudian dibentuk kecil-kecil, ada yang bulat, kotak, atau lonjong, lalu direbus hingga matang.
Yang bikin cenil makin istimewa adalah cara penyajiannya. Jajanan ini biasanya disajikan dengan parutan kelapa segar dan disiram saus gula merah cair. Perpaduan manis, gurih, dan kenyalnya tekstur cenil menjadikannya salah satu jajanan tradisional yang tetap punya penggemar setia sampai sekarang.
3. Arumanis Rambut Nenek
Jajanan dengan nama unik ini juga dikenal sebagai arbanat. Arumanis rambut nenek dibuat dari gula pasir yang dilelehkan, lalu ditarik dan dipilin berulang kali hingga membentuk serat-serat halus seperti rambut.
Teksturnya sangat lembut dan langsung lumer begitu masuk ke mulut. Untuk mencegah lengket, gula yang ditarik biasanya dicampur sedikit tepung terigu atau tepung ketan. Warna aslinya putih, sehingga makin menguatkan kesan “rambut nenek” sesuai namanya.
Ciri khas lainnya adalah cara penyajiannya. Arumanis sering dijepit di antara dua keping kerupuk simping yang tipis dan renyah. Sensasi manis dari gula berpadu dengan gurih dan kriuk kerupuk, menciptakan pengalaman makan yang unik dan berkesan.
4. Kue Putu Mayang
Putu mayang merupakan jajanan pasar khas Betawi yang tampilannya langsung mencuri perhatian. Bentuknya menyerupai mi halus yang digulung kecil-kecil dengan warna merah muda, hijau, dan putih.
Kue ini dibuat dari tepung beras atau tepung kanji yang menghasilkan tekstur kenyal namun lembut. Biasanya putu mayang disajikan dengan kuah kinca, yakni saus dari gula merah, santan, dan daun pandan yang harum.
Perpaduan warna cerah, aroma pandan, dan rasa manis gurih membuat putu mayang bukan sekadar jajanan, tapi juga bagian dari kekayaan kuliner tradisional yang patut dilestarikan.
Di tengah maraknya dessert modern dan makanan viral, jajanan jadul warna-warni ini tetap punya tempat tersendiri di hati masyarakat. Bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena cerita dan kenangan yang menyertainya.
Jadi, kalau suatu hari kamu menemukan es gabus, cenil, arumanis, atau putu mayang di pasar atau festival kuliner, jangan ragu untuk mencicipinya. Siapa tahu, satu gigitan bisa langsung membawa kamu kembali ke masa kecil.
Baca Juga
-
5 Film tentang Obsesi yang Bikin Merinding, Ada Obsession yang Sedang Viral
-
Bikin Bangga! 5 Film Horor Indonesia Ini Siap Guncang Panggung Internasional di BIFAN 2026
-
Ulasan Trailer Perdana Operasi Pesta Copet: Janjikan Aksi Heist Berbalut Komedi Segar!
-
Sinopsis Film Seni Merayu Tuhan, Kisah Menyentuh Adaptasi Buku Habib Jafar
-
Catat! Ini 6 Barang yang Wajib Kamu Bawa saat Liburan Musim Panas
Artikel Terkait
-
Fitnah Jadi Berkah, Sudrajat Penjual Es Gabus Dihadiahi Umrah
-
Vonis Tanpa Bukti Lab: Saat Laporan Warga Jadi Senjata Intimidasi Aparat
-
Terpopuler: Es Gabus Terbuat dari Apa hingga Deretan Lipstik Paling Laris
-
Oknum Aparat Akhirnya Minta Maaf sambil Cium Tangan Sudrajat Penjual Es Gabus, Direspons Sinis?
-
Sudah Temui Sudrajat Pedagang Es Jadul, Komandan Kodim: Masalah Selesai Secara Kekeluargaan
Lifestyle
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!
-
Praktis Banget! 5 Serum Pad yang Bikin Kulit Makin Glowing
-
4 Tinted Sunscreen Tanpa Alkohol dan Pewangi Atasi PIH pada Kulit Sensitif
-
4 Inspo OOTD Modern Street ala Yeosang ATEEZ, Minimalis tapi Eye-Catching!
Terkini
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan
-
Forrest Gump: Kebijaksanaan Emosional di Tengah Turbulensi Sejarah