Sekar Anindyah Lamase | Nugraha Nugraha
Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 14IAL10 (shopee)
Nugraha Nugraha

Pasar laptop 2-in-1 di kelas Rp15–16 jutaan memang tidak seramai laptop konvensional. Namun justru di segmen inilah persaingan terasa lebih serius, karena rata-rata produknya menyasar pengguna profesional. Salah satu pemain yang cukup menarik perhatian adalah Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 14IAL10. Laptop ini hadir sebagai perangkat hybrid yang memadukan fleksibilitas, performa generasi terbaru, serta daya tahan baterai yang tergolong awet untuk ukuran perangkat tipis.

Lenovo sendiri bukan nama baru di segmen convertible. Seri IdeaPad 5 2-in-1 ini diposisikan sebagai opsi “aman” bagi pengguna yang ingin rasa premium tanpa harus masuk ke lini Yoga yang harganya lebih tinggi. Di atas kertas, spesifikasinya sudah terlihat menjanjikan. Tapi bagaimana pengalaman nyatanya? Mari kita bahas satu per satu.

Secara tampilan, laptop ini terlihat elegan tanpa kesan berlebihan. Bagian cover dan palm rest menggunakan material aluminium yang terasa kokoh sekaligus dingin saat disentuh. Sementara bagian bawahnya memadukan plastik ABS untuk menjaga bobot tetap ringan. Beratnya ada di kisaran 1,6 kg dengan ketebalan sekitar 17,5 mm, masih nyaman untuk dibawa kerja mobile atau presentasi ke sana kemari.

Karena ini perangkat 2-in-1, engsel 360 derajat menjadi elemen krusial. Lenovo mengklaim perangkat ini sudah lolos standar MIL-STD-810H, yang artinya engsel dan bodinya telah melalui serangkaian pengujian ketahanan. Dalam penggunaan, perpindahan dari mode laptop ke tablet terasa halus dan kokoh. Tidak ada bunyi aneh atau rasa goyah saat layar dibuka penuh.

Mode penggunaannya pun fleksibel. Bisa dipakai seperti laptop biasa untuk mengetik, dilipat ke mode tent saat presentasi, atau dibuka penuh menjadi tablet ketika ingin santai mencatat atau menggambar. Untuk dosen, guru, maupun profesional yang sering meeting, fleksibilitas ini jelas terasa praktis.

Lenovo membekali perangkat ini dengan layar 14 inci resolusi WUXGA (1920 x 1200) berbasis panel IPS. Rasio 16:10 membuat ruang vertikal lebih lega, terutama saat bekerja di dokumen atau spreadsheet. Tingkat kecerahannya mencapai 300 nits, cukup nyaman untuk penggunaan indoor maupun semi-outdoor.

Karakter layarnya cenderung jernih dengan sudut pandang luas. Namun untuk urusan akurasi warna, cakupannya masih standar, sekitar 45% NTSC dan 57% sRGB. Artinya, layar ini lebih cocok untuk kebutuhan produktivitas dan multimedia ketimbang pekerjaan color grading profesional.

Menariknya, laptop ini sudah menyertakan stylus pen dalam paket penjualan. Sensitivitas tekanannya terasa natural, mirip seperti menulis dengan pensil di atas kertas. Meski stylus-nya belum terintegrasi rechargeable di bodi, pengalaman mencatat atau membuat sketsa ringan tetap terasa menyenangkan.

Sektor performa menjadi salah satu nilai jual utama. Varian yang dibahas menggunakan prosesor Intel Core Ultra 7 255U dengan kecepatan boost hingga 5,2 GHz. Prosesor ini sudah dibekali NPU hingga 12 TOPS, yang berarti siap menangani berbagai fitur berbasis AI di Windows maupun aplikasi kreatif modern.

Dalam penggunaan harian, performanya terasa responsif. Membuka banyak tab browser, mengolah data besar di Excel dengan pivot table kompleks, hingga multitasking aplikasi kantor berjalan lancar. Editing ringan menggunakan Photoshop atau Premiere juga masih sanggup ditangani dengan baik berkat grafis Intel terintegrasi generasi terbaru.

Laptop ini dibekali RAM 16GB LPDDR5 yang sudah onboard. Memang tidak bisa di-upgrade, tetapi kapasitas tersebut sudah cukup lega untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan. Penyimpanannya menggunakan SSD 512GB PCIe Gen 4 dengan kecepatan di atas 6.000 MB/s, membuat proses booting dan transfer file terasa sangat cepat.

Untuk daya tahan, Lenovo menyematkan baterai 54Wh dengan adaptor 65W berbasis USB Type-C. Dalam pemakaian normal seperti mengetik, browsing, dan meeting online, daya tahannya bisa menyentuh 10–11 jam. Angka ini tergolong baik untuk laptop 14 inci bertenaga prosesor kelas atas.

Sistem pendinginnya menggunakan single fan dengan dua heat pipe dan satu exhaust. Saat diuji pada beban tinggi, suhu permukaan tertinggi berada di kisaran 48 derajat Celsius. Masih dalam batas aman dan tidak sampai membuat area keyboard terasa mengganggu.

Dari sisi fitur tambahan, laptop ini sudah menjalankan Windows 11 dan paket Office. Keyboard khas Lenovo terasa empuk dengan backlight putih yang bisa diatur melalui Lenovo Vantage. Speaker Dolby-nya cukup memadai untuk konsumsi multimedia, sementara dua port USB-C mendukung pengisian daya sekaligus transfer data.

Jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Acer Aspire Spin 14 ASP14, HP OmniBook 5 Flip, atau ASUS VivoBook 14 Flip OLED TP3407SA, posisi Lenovo berada di tengah. Bukan yang paling murah, bukan pula yang paling tinggi spesifikasinya, tetapi menawarkan keseimbangan antara performa prosesor, build quality, dan daya tahan baterai.

Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 14IAL10 bukan sekadar laptop fleksibel, tetapi juga perangkat kerja serius dengan dukungan prosesor Intel Core Ultra yang siap AI. Dengan harga Rp15–16 jutaan, pengguna mendapatkan desain premium, performa kencang, baterai tahan lama, serta stylus dalam satu paket.

Bagi yang mencari perangkat presentasi, pengolahan data besar, hingga pekerjaan kreatif ringan dalam satu bodi ringkas, laptop ini terasa relevan. Ia mungkin bukan yang paling spektakuler di atas kertas, tetapi justru di situlah letak kekuatannya, seimbang, stabil, dan siap diajak kerja tanpa drama.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS