Hayuning Ratri Hapsari | Yas Julia
Ilustrasi oatmeal (Freepik/chandlervid85)
Yas Julia

Sahur sering kali identik dengan sepiring nasi hangat lengkap dengan lauk pauk. Rasanya memang belum afdal kalau belum menyendok nasi, apalagi bagi banyak orang Indonesia yang menganggap “belum makan kalau belum makan nasi”. Namun, siapa bilang sahur harus selalu pakai nasi? Tanpa nasi pun, kamu tetap bisa mendapatkan asupan energi yang cukup untuk berpuasa seharian.

Justru, variasi menu sahur tanpa nasi bisa jadi solusi buat kamu yang ingin hidup lebih sehat, mengurangi asupan gula sederhana, atau sekadar bosan dengan menu yang itu-itu saja. Kuncinya bukan pada nasinya, melainkan pada keseimbangan nutrisi, karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, serta vitamin dan mineral.

Berikut beberapa ide sahur tanpa nasi yang tetap bergizi dan mengenyangkan.

1. Oatmeal Gurih atau Manis

Ilustrasi oatmeal (Freepik/timolina)

Oatmeal sering identik dengan menu diet, padahal sebenarnya cocok juga untuk sahur. Oat mengandung karbohidrat kompleks dan serat tinggi yang dicerna lebih lambat, sehingga rasa kenyang bisa bertahan lebih lama.

Kalau bosan dengan versi manis, kamu bisa mencoba oatmeal gurih dengan tambahan telur setengah matang, ayam suwir, atau tumis sayur. Tambahkan sedikit lada dan kaldu agar rasanya lebih kaya. Kalau ingin manis, kombinasikan dengan pisang, kurma, kacang almond, dan madu secukupnya.

2. Kentang dan Ubi sebagai Pengganti Nasi

Ilustrasi ubi (Freepik/topntp26)

Kentang dan ubi adalah sumber karbohidrat kompleks yang bisa jadi alternatif nasi. Kandungan seratnya membantu menjaga kestabilan gula darah, sehingga energi lebih stabil sepanjang hari.

Kamu bisa membuat mashed potato dengan tambahan susu rendah lemak dan telur rebus. Atau, ubi panggang dengan topping yoghurt dan potongan buah. Selain mengenyangkan, menu ini juga lebih ringan di perut, terutama bagi yang sering merasa begah setelah sahur dengan nasi.

3. Smoothie Bowl Tinggi Protein

Ilustrasi smoothies (Freepik/mdsnmdsnmdsn)

Bagi yang sulit makan berat saat sahur, smoothie bowl bisa menjadi solusi. Campurkan pisang, stroberi, atau mangga dengan yogurt tinggi protein atau susu almond. Tambahkan selai kacang, chia seed, dan granola rendah gula sebagai topping.

Minuman kental ini tetap mengenyangkan karena mengandung serat, protein, dan lemak sehat. Namun, pastikan tidak hanya mengandalkan buah saja. Tambahan protein penting agar tubuh tidak cepat lapar.

4. Roti Gandum

Ilustrasi roti gandum (Freepik/azerbaijan_stockers)

Jika ingin menu yang lebih praktis, roti gandum bisa jadi pilihan. Pilih roti gandum utuh yang kaya serat agar kenyang lebih lama. Isi dengan telur, alpukat, selada, tomat, dan sedikit keju atau smoked beef.

Kombinasi karbohidrat kompleks, lemak sehat dari alpukat, dan protein dari telur membantu menjaga energi tetap stabil. Hindari penggunaan saus berlebihan agar tidak terlalu tinggi gula atau garam.

5. Salad

Ilustrasi salad (Freepik/jcomp)

Salad bukan hanya untuk diet. Jika diracik dengan benar, salad bisa sangat mengenyangkan. Gunakan sayuran hijau sebagai dasar, lalu tambahkan sumber protein seperti telur rebus, dada ayam panggang, tuna, atau kacang-kacangan.

Tambahkan alpukat atau kacang almond untuk lemak sehat. Gunakan dressing sederhana dari minyak zaitun dan perasan lemon agar tetap ringan. Serat dari sayur membantu memperlambat pencernaan, sementara protein menjaga rasa kenyang. Hasilnya? Tubuh tetap stabil hingga waktu berbuka.

Intinya, sahur tanpa nasi bukan berarti mengorbankan energi. Justru dengan variasi menu, tubuh mendapat asupan nutrisi lebih beragam.

Jangan lupa juga minum air putih yang cukup serta hindari makanan terlalu asin agar tidak mudah haus. Sahur bukan soal tradisi semata, tapi soal bagaimana kita menyiapkan tubuh agar tetap bertenaga sepanjang hari.