Hikmawan Firdaus | Sanggar Anak Tumbuh
Foto Bersama Peserta dan Fasilitator Srawung Camp.[Dok. pribadi]
Sanggar Anak Tumbuh

Hangatnya suasana kebersamaan terasa begitu kuat dalam pelaksanaan Srawung Camp 2026 yang digelar di Joglo Jatining Jiwa, Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong, Bantul. Selama dua hari satu malam, puluhan remaja dari berbagai sekolah berkumpul dalam sebuah ruang belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh makna.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Riset dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Sanggar Anak Tumbuh Yogyakarta dengan menghadirkan konsep camping edukatif yang berfokus pada pengembangan karakter dan potensi generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk belajar bersama, membangun relasi baru, sekaligus mengenali kemampuan diri yang mereka miliki.

Sebanyak 28 peserta dari berbagai sekolah turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya SMKN 1 Pundong, SMAN 1 Pundong, SMA Bumi Cendekia, SMK Muhammadiyah 1 Bantul, SMAN 1 Kretek, SMPN 1 Pundong, MTsN 5 Bantul, hingga Pondok Salman Alfarisi Karanganyar. Berasal dari lingkungan dan latar belakang yang berbeda membuat suasana Srawung Camp terasa semakin hidup. Para peserta tidak hanya datang untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga saling mengenal, berbagi cerita, dan membangun pengalaman baru bersama.

Ajang Temu Remaja Jogja

Kegiatan Komunikasi Remaja di Srawung Camp.[Dok. pribadi]

Kegiatan ini juga didampingi oleh fasilitator dari HIMA PAI UMY yang aktif membersamai peserta selama acara berlangsung. Kehadiran para fasilitator muda tersebut membuat suasana terasa lebih cair dan akrab sehingga peserta lebih nyaman untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Yayasan Sanggar Anak Tumbuh, Bapak Fitroh Dwi Nugroho, S.Pd.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada UMY sebagai mitra kolaborasi. Beliau juga mengajak peserta untuk menjadikan Srawung Camp sebagai ruang belajar dan pengalaman berharga yang dapat membantu mereka berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Sementara itu, Ibu Anisa Dwi Makruf, S.Pd.I., M.Pd.I dalam sambutannya menekankan pentingnya mengenali potensi diri dan membangun sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap anak muda memiliki kemampuan dan keunikan yang perlu terus diasah dan dikembangkan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi inspiratif yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Salah satunya adalah sesi “Unlock Your Potential” bersama Ibu Anisa Dwi Makruf, S.Pd.I., M.Pd.I yang mengajak peserta untuk lebih mengenali kekuatan diri, membangun rasa percaya diri, dan berani mencoba hal-hal baru.

Selain itu, peserta juga mengikuti sesi “Speak Up, Stay Kind” bersama Ust. Mahfud Khoirul Amin, S.IP., M.A. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya keberanian dalam menyampaikan pendapat dengan tetap menjaga sikap santun dan menghargai orang lain. Materi ini terasa dekat dengan kehidupan remaja saat ini, terutama di tengah perkembangan media sosial yang memengaruhi cara generasi muda berkomunikasi.

Tidak hanya diisi dengan materi, Srawung Camp juga menghadirkan berbagai aktivitas kebersamaan yang membuat hubungan antar peserta semakin dekat. Salah satu momen paling berkesan adalah kegiatan api unggun dan bakar jagung bersama pada malam hari. Dalam suasana sederhana namun hangat, peserta berkumpul sambil berbincang, bernyanyi, dan berbagi cerita satu sama lain.

Momen tersebut menjadi bagian yang paling membekas bagi banyak peserta karena menghadirkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang jarang mereka rasakan dalam keseharian. Dari kegiatan itu, peserta belajar bahwa proses bertumbuh tidak harus dilakukan sendirian.

Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan camping juga melatih peserta untuk lebih mandiri, disiplin, dan mampu bekerja sama. Selama kegiatan berlangsung, peserta saling membantu dalam berbagai aktivitas dan belajar membangun rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Salah satu peserta, Abiyan dari SMK Muhammadiyah 1 Bantul, mengaku senang bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Menurutnya, Srawung Camp memberikan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus membuka kesempatan untuk bertemu banyak teman dari sekolah lain.

“Saya sangat senang bisa ikut Srawung Camp. Selain menambah teman dari sekolah lain, saya juga mendapat banyak ilmu tentang bagaimana mengenali potensi diri dan berani menyampaikan pendapat. Kegiatan ini membuat saya lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus berbuat baik,” ujarnya.

Founder Sanggar Anak Tumbuh, Kak Atina Rizanatul Fahriyah, S.Pd.Si., M.Pd, menyampaikan bahwa Srawung Camp hadir sebagai ruang belajar bersama yang ingin memberikan pengalaman positif bagi generasi muda.

“Kami ingin anak-anak muda merasakan bahwa kebersamaan, keberanian, dan kepedulian adalah bekal penting untuk masa depan. Semoga kegiatan ini bisa menjadi ruang tumbuh yang membuat mereka semakin percaya diri dan berdaya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Srawung Camp diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang yang terus mempertemukan anak-anak muda untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Lebih dari sekadar camping, Srawung Camp menjadi tempat lahirnya pengalaman, persahabatan, dan semangat baru untuk menjadi generasi muda yang peduli serta siap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga