Apple Inc. dilaporkan tengah menjajaki langkah strategis untuk mengatasi krisis pasokan memori global yang mulai berdampak serius pada lini produk mereka.
Dilansir dari GSMArena (9/7/2026), perusahaan teknologi raksasa asal Cupertino ini dikabarkan sedang aktif menguji coba cip DRAM buatan perusahaan semi-konduktor asal Cina, ChangXin Memory Technologies (CXMT).
Langkah ini diambil sebagai salah satu upaya untuk menekan biaya produksi di tengah lonjakan harga komponen memori dunia yang kian tidak terkendali.
Krisis Memori Global
Industri teknologi saat ini tengah menghadapi kelangkaan komponen memori yang cukup parah di seluruh pasar. Krisis ini sebagian besar dipicu oleh masifnya perkembangan pusat data AI (Artificial Intelligence) yang melahap hampir sebagian besar pasokan memori yang tersedia dari produsen-produsen non-Cina.
Akibat dari fenomena tersebut, biaya yang harus dikeluarkan oleh Apple untuk membeli komponen memori dan penyimpanan ini membengkak secara signifikan.
Guna mempertahankan margin keuntungan perusahaan, Apple terpaksa membebankan kenaikan biaya kepada para konsumennya.
Dampak dari krisis ini sudah mulai dirasakan oleh para pengguna produk Apple. Pada bulan Juni 2026, Apple telah memberlakukan kenaikan harga yang cukup dramatis untuk beberapa lini produk utamanya, seperti komputer Mac dan tablet iPad.
CEO Apple, Tim Cook, dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal menyatakan bahwa kenaikan harga produk-produk mereka saat ini memang tidak dapat dihindari akibat adanya krisis memori global.
Cook juga mengisyaratkan agar pemerintah Amerika Serikat meninjau kembali kebijakan pembatasan akses terhadap perusahaan-perusahaan tertentu asal Cina yang sekiranya dapat membantu meredakan kendala pasokan komponen tersebut.
Dalam pernyataannya, Cook menegaskan bahwa segala opsi harus dipertimbangkan dan pihak perusahaan harus melihat ke seluruh sumber pasokan yang tersedia.
Uji Coba Komponen Khusus Pasar Domestik Cina
Sebagai jalan keluar dari kendala pasokan tersebut, Apple dilaporkan berniat untuk membeli komponen memori dari dua perusahaan berbeda asal Cina, yaitu CXMT dan Yangtze Memory Technologies (YMTC).
Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh The Financial Times beberapa waktu lalu, Apple telah mulai menguji coba cip DRAM buatan CXMT.
Namun, rencana pembelian ini membawa sebuah strategi khusus. Apple dikabarkan hanya akan mengalokasikan dan menggunakan komponen memori buatan Cina tersebut secara eksklusif untuk perangkat-perangkat gawai yang nantinya akan dijual di dalam pasar domestik Cina saja.
Pembatasan wilayah distribusi ini dinilai untuk melunakkan sikap pemerintah Amerika Serikat agar memberikan izin resmi.
Langkah Apple untuk melirik pasar memori Cina sebenarnya bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Jauh sebelum krisis ini memuncak, tepatnya pada tahun 2022, Apple juga sempat mengevaluasi cip NAND buatan YMTC untuk disematkan pada produk iPhone yang dipasarkan di Cina.
Meskipun rencana ini dinilai menguntungkan dari sisi bisnis, langkah Apple dipastikan akan menghadapi tantangan politik yang rumit.
Pentagon pada dasarnya telah memasukkan nama CXMT dan YMTC ke dalam daftar hitam karena adanya dugaan bahwa kedua perusahaan semi-konduktor tersebut memiliki hubungan erat dengan pihak militer Cina atau Tentara Pembebasan Rakyat.
Melakukan transaksi bisnis dengan perusahaan yang berada di daftar tersebut sebenarnya tidak ilegal, namun langkah ini tentu memberikan citra yang kurang baik bagi reputasi Apple di mata publik Amerika Serikat.
Guna memuluskan rencana bisnisnya, Apple dilaporkan sedang gencar melakukan upaya lobi politik terhadap pemerintahan Donald Trump di Washington.
Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh laporan dari Bloomberg yang menyebutkan bahwa Apple tengah berada dalam tahap negosiasi dengan kedua perusahaan Cina tersebut sembari melobi pemerintah di Washington.
Jika tingginya harga memori global ini masih terus berlanjut tanpa adanya solusi konkret, model-model iPhone terbaru tersebut diprediksi akan mengusung harga jual yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan generasi saat ini. Mari kita nantikan kabar selanjutnya!
Baca Juga
-
Nubia Siap Luncurkan HP AI Agent Pertama di Dunia pada Ajang WAIC 2026
-
Justin Bieber hingga BTS Siap Guncang Halftime Show Final Piala Dunia 2026
-
Made by Google 2026 Akan Digelar Bulan Agustus, Pixel 11 Series Siap Debut?
-
Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay usai Laga Piala Dunia
-
Go Youn Jung Siap Beradu Akting dengan Lee Byung Hun di Film Korea Nambeol
Artikel Terkait
-
Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran
-
Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya
-
Tanpa Klise: Mengapa Romansa Dewasa di The First Jasmine Terasa Begitu Nyata
-
The Forbidden Kingdom: Sinergi Jet Li dan Jackie Chan Angkat Budaya China
-
Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang
Lifestyle
-
4 Serum PDRN di Bawah Rp90 Ribuan, Bikin Wajah Auto Kencang dan Awet Muda!
-
6 Smartwatch Terbaik 2026, Ada yang Bisa Jadi Smartphone Mini
-
Bye Kemerahan! 4 Moisturizer Cream Madecassoside Cocok untuk Kulit Kering
-
5 Slingback Heels dengan Desain Minimalis, Cocok untuk Gaya Office Look!
-
4 Ide OOTD Eclectic Romantic ala Miyeon i-dle, Feminin tapi Tetap Standout!
Terkini
-
Rekor Messi Tergeser, Mbappe Siap Jadi Bintang Bola Masa Depan, Benarkah?
-
Jangan Dibuang! Ternyata Tempe "Bosok" adalah Rahasia Kelezatan Masakan Jawa
-
Benteng Spanyol atau Ledakan Belgia, Adu Taktik Perebutan Tiket Semifinal
-
Resmi Dibuka! Audisi Film Live Action Naruto Cari Trio Legendaris Team 7
-
Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola