Coba jujur sama diri sendiri, sebelum berangkat kuliah, kerja, atau nongkrong ke kafe, berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk memikirkan apa yang mau dipakai? Padahal, bukan karena tidak memiliki pakaian, tetapi karena ada pertimbangan tentang bagaimana kita ingin terlihat ketika keluar rumah.
Pakaian memang tidak bisa menjelaskan seluruh diri kita, tetapi cara berpakaian dapat memengaruhi bagaimana orang lain melihat kita. Pilihan yang kita gunakan dapat menjadi tanda yang membuat orang lain menangkap kesan tertentu, bahkan ketika mereka belum mengenal kita secara lebih dekat.
Dari sinilah fashion dapat dipahami sebagai salah satu bahasa diri yang membantu kita menunjukkan identitas melalui sesuatu yang kita kenakan setiap hari.
Menariknya, fashion juga berkaitan dengan bagaimana kita melihat diri sendiri. Ketika memilih pakaian, kita bisa merasa lebih percaya diri, dan nyaman.
Penelitian Kwik dan Gondoputranto menjelaskan bahwa berpakaian dapat mencerminkan cara seseorang memandang dirinya sekaligus memengaruhi bagaimana orang lain mempersepsikannya. Artinya, fashion tidak hanya menjadi sesuatu yang kita tampilkan ke luar, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses membentuk gambaran tentang diri sendiri.
Karena itu, pilihan pakaian yang kita gunakan sebenarnya memiliki hubungan dengan identitas. Ketika kita merasa cocok dengan gaya tertentu, pilihan tersebut dapat memperkuat rasa percaya diri dan membuat kita merasa lebih nyaman dalam menunjukkan diri kepada lingkungan.
Sebaliknya, jika kita terus menggunakan gaya hanya karena mengikuti penilaian orang lain, kita bisa saja merasa jauh dari apa yang sebenarnya kita sukai.
Di tengah perkembangan tren fashion di media sosial yang semakin pesat, kita dapat menemukan referensi gaya yang benar-benar sesuai dengan diri sendiri supaya menjadi semakin menarik. Mulai dari gaya kasual, minimalis, vintage, hingga streetwear.
Mengikuti tren tentu bukan sesuatu yang salah, kita bisa saja menemukan gaya yang sesuai setelah mencoba tren yang sedang ramai digunakan. Namun, kita juga perlu mempertanyakan alasan di balik pilihan tersebut. Apakah kita mengenakannya karena memang menyukai gaya tersebut, atau karena merasa harus mengikuti apa yang sedang digunakan banyak orang?
Ketika pilihan fashion hanya didasarkan pada keinginan untuk diterima atau takut dianggap berbeda, pakaian dapat kehilangan fungsinya sebagai bentuk ekspresi diri. Sebaliknya, ketika kita mampu memilih sesuatu yang sesuai dengan selera dan kenyamanan, tren justru dapat menjadi bagian dari cara kita mengeksplorasi identitas tanpa harus kehilangan diri sendiri.
Menurut saya, menemukan gaya pribadi tidak berarti kita harus memiliki penampilan yang paling unik atau berbeda dari orang lain. Hal yang lebih penting adalah memahami apa yang membuat kita nyaman dan menjadi diri sendiri. Kita bisa menyukai pakaian sederhana, menggunakan gaya yang sedang populer, atau mencoba berbagai model tanpa harus merasa bahwa identitas kita menjadi tidak jelas.
Gaya juga dapat berubah seiring pengalaman, pakaian yang dulu kita sukai mungkin tidak lagi terasa sesuai, sementara gaya yang sebelumnya tidak pernah kita coba justru membuat kita merasa lebih menjadi diri sendiri. Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses mengenali diri karena identitas seseorang juga dapat berkembang mengikuti pengalaman dan lingkungan.
Kita mungkin tidak dapat menjelaskan seluruh diri melalui penampilan, tetapi pilihan warna, model, sepatu, aksesori, dan cara kita memadukannya dapat menjadi bahasa yang menunjukkan bagaimana kita ingin dikenal.
Ketika kita memilihnya dengan sadar dan sesuai dengan diri sendiri, fashion bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi cara sederhana untuk mengatakan, "inilah diri yang ingin saya tunjukkan."
Baca Juga
-
Nadin Amizah dan Fiersa Besari Buka Suara soal Polemik Juicy Luicy!
-
Punya Kulit Sawo Matang? Ini 5 Lip Matte yang Bikin Wajah Makin Fresh
-
4 Rekomendasi Tas Siaga Bencana, Biar Aman Saat Situasi Darurat!
-
Huawei FreeBuds 7 Resmi Meluncur, Bawa Fitur ANC AI Baterai Tahan 42 Jam
-
Mulai Babak Baru! Putri Leonor Kembali Kuliah Usai 3 Tahun Sekolah Militer
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu