Hayuning Ratri Hapsari | Windy Aritonang
Produk Dyson CameraJet (dyson.com)
Windy Aritonang

Dyson CameraJet menjadi inovasi terbaru Dyson yang membawa teknologi kamera dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam perangkat sikat gigi.

Sikat gigi pintar ini dirancang tidak hanya untuk membersihkan permukaan gigi, tetapi juga membantu mendeteksi celah di antara gigi yang sering terlewat saat menyikat melalui kamera berukuran 100 ribu piksel dan teknologi machine learning.

Kehadiran teknologi tersebut membuat Dyson CameraJet menawarkan pengalaman menyikat gigi yang lebih terarah karena perangkat dapat mengenali area yang perlu dibersihkan dan mengarahkan semprotan cairan ke sela-sela gigi secara otomatis.

Diperkenalkan langsung oleh James Dyson di Paris, perangkat ini menjadi hasil dari enam tahun penelitian, pengembangan, dan rekayasa. Dyson dalam melihat kembali cara orang membersihkan gigi. 

Dalam proses pengembangannya, James Dyson berupaya menjawab sejumlah persoalan yang selama ini masih ditemukan dalam rutinitas perawatan gigi, terutama bagaimana mengetahui bagian sela-sela gigi yang belum dibersihkan dan mengangkat plak secara efektif, serta cara membuat proses menyikat gigi bekerja lebih optimal.

Kami ingin menyelesaikan tiga masalah mendasar: bagaimana melihat celah-celah tersebut, menghilangkan plak, dan bagaimana meningkatkan kinerja pembersihan saat menyikat gigi,” ujar James Dyson.

Bagian paling menarik dari perangkat ini adalah teknologi Gap Optical Targeting yang bekerja menggunakan kamera lensa makro 100 ribu piksel. 

Kamera tersebut mampu menangkap hingga 28 gambar setiap detik untuk mendeteksi, melacak, dan memprediksi posisi celah di antara gigi secara real-time

Ketika celah terdeteksi, sistem dapat merespons dalam waktu sekitar 100 milidetik dengan mengaktifkan semprotan cairan berbentuk kerucut yang diarahkan tepat ke area tersebut.  

Dyson menyebut sistem CameraJet berjalan menggunakan 16 juta baris kode dan model machine learning yang dilatih menggunakan sekitar 470 ribu gambar gigi. 

Teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan sistem semprotan yang dirancang untuk membantu mengangkat plak dari sela-sela gigi dengan cakupan yang lebih luas, sekaligus dioptimalkan agar memberikan tekanan yang lebih rendah pada gusi dan enamel. 

Dyson juga mengembangkan Variable Sonic Oscillation, teknologi yang dirancang untuk menjaga bulu sikat tetap bergerak ketika bersentuhan dengan permukaan gigi. 

Dyson menemukan dalam proses pengembangannya bahwa bulu pada sikat gigi sonik konvensional dapat mengalami kondisi stalling atau tersangkut ketika memberikan tekanan pada gigi, terutama di area yang sulit dijangkau. 

Dalam pengujian eksternal yang diklaim Dyson, teknologi tersebut mampu menghilangkan hingga 69 persen lebih banyak plak dibandingkan sikat gigi elektrik premium yang terkemuka di pasaran.

Bagian kepala sikatnya juga dirancang dengan Dual-Bristle Brush Head, yang menggunakan dua jenis bulu dengan fungsi berbeda. Bulu bagian dalam yang lebih kaku dirancang untuk membantu mengangkat noda pada permukaan gigi, sedangkan bulu bagian luar yang lebih lembut ditujukan untuk membersihkan area sepanjang garis gusi. 

CameraJet juga dilengkapi sensor yang memberikan umpan balik ketika pengguna memberikan tekanan terlalu besar atau menggunakan teknik menyikat yang kurang tepat. 

Tidak berhenti pada perangkat, Dyson CameraJet juga terhubung dengan aplikasi MyDyson melalui Wi-Fi 2,4 GHz dan Bluetooth

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat melihat proses pembersihan secara langsung, memperoleh panduan menyikat, melihat coverage mapping untuk mengetahui bagian yang sudah atau belum dibersihkan.

Kamera hanya aktif ketika fitur tertentu digunakan dan Dyson menyatakan tidak ada gambar yang direkam maupun disimpan di perangkat atau cloud sehingga tetap bersifat pribadi pada pengguna.