iQOO kembali memperluas ekosistem perangkat gamingnya dengan meluncurkan headset gaming over-ear terbaru. Perangkat audio ini diperkenalkan bersamaan dengan iQOO 16 dan iQOO Pad Ultra, sekaligus menjadi salah satu aksesori yang dirancang untuk menemani pengguna bermain game di berbagai perangkat.
Menariknya, perangkat ini tidak hanya ditujukan untuk pengguna smartphone. iQOO merancang headset tersebut agar dapat digunakan di berbagai platform, mulai dari PC desktop, PlayStation 5, hingga perangkat gaming handheld seperti Steam Deck dan Nintendo Switch 2.
Dari sisi desain, headset gaming iQOO memiliki bobot sekitar 251 gram. Angka tersebut membuatnya tergolong cukup ringan untuk sebuah headset gaming nirkabel. Bobot yang relatif ringan ini dipadukan dengan bantalan telinga berbahan kain yang dapat bernapas, berbeda dari material kulit imitasi yang umum digunakan pada headset gaming.
Penggunaan material tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kenyamanan ketika headset digunakan dalam waktu lama. iQOO juga menggunakan desain ikat kepala model menggantung yang membantu sirkulasi udara dan pembuangan panas. Dengan konsep ini, headset diharapkan tetap nyaman digunakan ketika sesi bermain game berlangsung selama berjam-jam.
Untuk memberikan sentuhan gaming yang lebih kuat, iQOO turut menyematkan pencahayaan ambient pada bagian bantalan telinga. Lampu tersebut mendukung sejumlah efek pencahayaan, termasuk efek statis dan bernapas. Khusus ketika dipasangkan dengan smartphone iQOO yang kompatibel, pencahayaan dapat disinkronkan secara dinamis dengan perangkat.
Dalam hal konektivitas, headset ini menawarkan empat metode koneksi. Pengguna dapat menghubungkannya melalui Bluetooth 5.4, koneksi kabel standar, maupun koneksi nirkabel 2.4GHz menggunakan dongle khusus dengan latensi rendah.
Dongle tersebut juga dirancang cukup praktis karena menyediakan konektor USB-C dan USB-A. Kehadiran dua jenis konektor membuat pengguna lebih mudah memindahkan headset antara PC, PlayStation 5, maupun konsol gaming genggam tanpa harus menggunakan adaptor tambahan.
iQOO mengklaim headset ini mampu terhubung dengan hingga tiga perangkat secara bersamaan. Sementara itu, latensi ujung-ke-ujungnya berada di angka 47ms. Namun, Xbox tidak termasuk dalam daftar perangkat yang kompatibel dengan koneksi nirkabel USB pada headset ini.
Untuk sektor audio, headset gaming iQOO mengandalkan driver berukuran 40mm yang dipadukan dengan chip BES2710Y-8X. Dukungan audio spasial juga dibuat berbeda berdasarkan platform yang digunakan.
Pada perangkat Windows, iQOO bekerja sama dengan THX melalui perangkat lunak desktop untuk menghadirkan THX Spatial Audio+. Teknologi tersebut mampu mensimulasikan konfigurasi suara surround 7.1.4, sehingga pengguna bisa mendapatkan pengalaman audio yang lebih imersif ketika bermain game atau menikmati konten multimedia.
Sementara pada perangkat mobile, headset menggunakan teknologi audio spasial milik iQOO. Selain itu, tersedia pula fitur adaptive active noise cancellation atau ANC yang dapat menyesuaikan tingkat peredaman kebisingan. Pengguna juga mendapatkan mode transparansi untuk tetap mendengar suara dari lingkungan sekitar tanpa harus melepas headset.
Kebutuhan komunikasi saat bermain game turut diperhatikan. Headset ini dilengkapi mikrofon boom yang dapat dilepas serta susunan beberapa mikrofon internal. Sistem tersebut digunakan untuk membantu menangkap suara pengguna sekaligus meredam gangguan suara dari lingkungan sekitar ketika melakukan obrolan suara.
Salah satu fitur yang cukup menonjol adalah daya tahan baterainya. iQOO mengklaim headset dapat digunakan hingga 150 jam dalam sekali pengisian daya untuk pemutaran musik dengan ANC dan pencahayaan dimatikan. Ketika digunakan untuk bermain game dengan ANC aktif, daya tahannya berada di angka hingga 68 jam.
Pengisian daya dilakukan melalui port USB-C dan membutuhkan waktu sekitar dua setengah jam hingga penuh. Angka tersebut membuat headset ini menarik bagi pengguna yang membutuhkan perangkat audio dengan daya tahan panjang tanpa harus sering mengisi ulang baterai.
Meski dirancang sebagai bagian dari ekosistem iQOO, headset tersebut tetap dapat digunakan dengan perangkat iOS dan Android melalui aplikasi Vivo Headphones. Namun, sejumlah fitur software tetap dibuat khusus untuk perangkat vivo dan iQOO yang kompatibel.
Pengguna dalam ekosistem tersebut dapat memperoleh fitur seperti pop-up pemasangan dengan tampilan khusus, alat terjemahan berbasis AI, serta pengelolaan multi-perangkat yang lebih lengkap. Headset gaming terbaru iQOO ini hadir dalam satu pilihan warna saja, yakni Speed Black.
Baca Juga
-
5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut
-
Cari Monitor Buat Kuliah dan Gaming? Ini 8 Pilihan Rp1 Jutaan
-
Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta
-
5 Running Shoes Terbaik untuk 10K, Mana yang Cocok Buat Kamu?
-
Bukan Cuma Murah, 5 HP Xiaomi Ini Cocok untuk Dipakai Jangka Panjang
Artikel Terkait
-
iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz
-
iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru
-
Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!
-
iQOO 16 Segera Meluncur, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Layar 165Hz
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
Lifestyle
-
Bebas Pori Tersumbat! 4 Setting Spray Non-Comedogenic Buat Kulit Berjerawat
-
Bye-bye Komedo! 5 Nose Strip Arang Bambu untuk Hidung Bersih dan Mulus
-
4 Sabun Mandi Charcoal untuk Atasi Kusam & Bau Badan, Auto Segar Seharian!
-
Viral Dibikin Seblak hingga Cookie, Ini 4 Bedanya Umbi Kimpul dan Talas Biar Nggak Salah Beli
-
Saat Hidup Terasa Melelahkan, 5 Lagu Ini Jadi Pengingat untuk Berhenti Sejenak
Terkini
-
The Record of a Fallen Vampire Tayang 2027, Angkat Konflik Vampir-Damphir
-
Berhenti Sebut Kampungan: Menyoal Arogansi Kota Lewat Kasus Omakase Tepe
-
Memahami Takdir, Keberanian, dan Kebijakan dalam Novel 'The Alchemist'
-
Review Djamin Setia Selamanya: Saat Kesetiaan Mengalahkan Ego Sendiri
-
Dari Slasher hingga Thriller, Ini 8 Film Horor Netflix di Bulan Halloween