Ada yang pernah makan nasi pecel? Atau memang merupakan nasi pecel lovers?
Menurut KBBI, pecel sendiri merupakan makanan yang terdiri atas beragam sayuran seperti tauge, kangkung, kembang turi, dan lainnya yang disiram dengan sambal kacang. Karena menganut ideologi ‘belum makan kalau tidak pakai nasi’, maka pecel disajikan dengan nasi berjuluk kuliner nasi pecel.
Makanan yang Tersebar di Penjuru Jawa
Saya sendiri telah mengenal pecel atau nasi pecel sedari kecil, bahkan masih pernah merasai harga pecel Rp2.000 beberapa tahun lalu, sebelum dihantam inflasi. Kuliner ini rupanya tersebar di beberapa penjuru wilayah, dan tidak terbatas di Kediri atau Madiun semata.
Berdasarkan hasil googling, ada beragam sumber yang menyebut pecel berasal dari Jawa Tengah, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan sebagainya. Toh esensi penyajiannya pun tidak berubah, dan tetap kekal sebagai salah satu wujud kekayaan kuliner Nusantara.
Di Kediri sebagaimana pengalaman saya pribadi, nasi pecel kerap dijadikan menu sarapan pagi maupun makan malam. Walau tentu saja tidak ada batasan dan pantangan waktu penyantapannya ya.
Varian Pecel yang Beragam
Secara original, pecel atau nasi pecel dihidangkan dengan nasi putih, beragam sayuran rebus, tahu dan tempe goreng, siraman sambal pecel alias sambal kacang, dan rempeyek. Sayuran yang digunakan pun bebas, tergantung selera. Saya sendiri pernah menjumpai varian sayur daun singkong, daun pepaya, kembang turi, tauge, kacang panjang, kangkung, bayam, daun ubi rambat, dan pepaya rebus. Kemudian ada tambahan rasa dan aromatik dari lamtoro dan daun kemangi.
Lauknya pun kini semakin bervariasi. Kendati esensi tahu tempe goreng dan rempeyeknya masih bertahan, tetapi kebanyakan warung menyediakan opsi lauk lain. Semisal lele goreng, ayam goreng, kerupuk, sate telur puyuh, dan jenis gorengan dan jeroan ayam.
Bapak saya bahkan pernah menyampaikan pengalaman kuliner yang unik. Nama menunya adalah Bubur Pecel, yang beliau temui di Magetan. Suatu variasi pecel yang juga nggak kalah lezat. Sedangkan di Kediri, pecel terkadang dicampur dengan sambal tumpang, yakni sambal yang terbuat dari tempe semangit.
Sambal Kacang dan Pemanfaatan Kekayaan Rempah-Rempah
Bukan pecel namanya kalau tidak disiram dengan sambal kacang. Sambalnya pun tidak dibikin dengan sembarangan lho ya.
Sambal pecel dibuat dari kacang tanah sangrai, bawang putih, cabe rawit, cabe keriting, cabe merah, kencur, daun jeruk purut, asam jawa, garam, terasi, dan gula merah yang diramu sedemikian rupa. Perbedaan teknik masak juga bakal memengaruhi rasa sambal pecel itu sendiri.
Sebagaimana perbedaan kacang tanah yang digoreng dan disangrai, bakal menghasilkan perbedaan rasa yang sebenarnya tidak terlalu signifikan, tapi tetap berbeda. Pun penggunaan gula merahnya, apakah menggunakan gula aren atau gula tebu. Sambal pecel yang dihasilkan pun bakal mirip pasta, sebelum nantinya diberi air agar lebih encer sebelum disiramkan ke sayuran.
Nasi pecel atau pecel sejatinya telah hidup lebih lama dari saya. Bahkan telah menjadi kekayaan budaya, kuliner, sampai bukti laju inflasi itu sendiri. Saya telah mendengar beragam kisah dari orang tua mengenai warung-warung nasi pecel legendaris baik dari Kediri maupun Tulungagung. Pun rentang harga per porsi tempo dulu dan masa sekarang yang beda jauh.
Dewasa ini, kepopuleran nasi pecel tidak hanya sekadar menu penghilang lapar semata. Eksistensinya hadir lewat konten-konten marketing di media sosial, yang menghadirkan rasa penasaran. Ditunjang dengan keinginan nostalgia menu sederhana nan mengenyangkan yang ramah kantong, nasi pecel hadir bak pahlawan pemadam kelaparan yang menyehatkan karena terdiri dari karbohidrat, serat, dan protein nabati maupun hewani. Kuliner ini sukses merasuki gaya hidup masyarakat dengan smooth.
So, kawan-kawan sekalian pernah makan nasi pecel? Atau barangkali memiliki warung langganan?
Baca Juga
-
Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba
-
Review 'Python Island': Ambisi Manusia, Kutukan Dewi Ular, dan CGI Kasar yang Bikin Tepok Jidat
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Drama Perkara Busi: Jangan Suruh Orang Beli Suku Cadang Tanpa Catatan Spesifik!
-
Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!
Artikel Terkait
-
Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi Kini Bisa Dicicipi, Ada Nasi Mie hingga Ketoprak
-
Persaingan Usaha Kafe Makin Ketat, CBE 2026 Buka Akses Pengetahuan dan Jejaring Usaha
-
Daftar Shio yang Paling Cocok Jadi Pengusaha Kuliner dan FnB, Cek Karakternya
-
Nugas Nyaman Tanpa Bikin Kantong Jebol di Tjap Nyonya 2, Ada Dimsum Murah & Teh Refill!
-
Sinopsis Oishii no Tsukurikata, Drama Kitamura Yukiya di Prime Video
Lifestyle
-
Tidak Semua Luka Terlihat, Ini Pentingnya Menjadi Pendengar Tanpa Menghakimi
-
Bebas Lengket! 5 Pilihan Sunscreen Lidah Buaya yang Ringan & Cepat Meresap
-
Vivo Y32 Resmi Dirilis, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar 120Hz
-
Gila Validasi dan Tak Mau Repot: Membedah Tren 5 Joki Paling Absurd di Indonesia
-
Lelah dengan Rutinitas? Coba Tulis 5 Hal Ini di Jurnal Harian untuk Tenangkan Pikiran
Terkini
-
Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton
-
Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling
-
Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang
-
7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini
-
Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang