Kalau kebetulan jalan-jalan ke daerah dan bertemu petani ketela pohon, ketela rambat atau bawang, coba tanya berapa harganya. Pasti beliau-beliau, para petani, akan bila harganya sangat murah ketika dibeli para tengkulak.
Para petani mengeluhkan betapa murah penghargaan para tengkulak itu terhadap hasil pertanian mereka. Sekarung ketela rambat atau ketela pohon, dihargai cuma beberapa ribu atau tak sampai belasan ribu.
Bahkan, saking murahnya harga dari tengkulak, para petani bawang sampai membuang hasil panenan ke jalan raya. Itu dilakukan untuk memprotes.
Wajar saja mereka protes. Mengurus tanaman bukan hal yang mudah. Prosesnya panjang, mulai dari menyiapkan lahan, menanam, memupuk, memelihara, sampai memanen. Dan semuanya butuh biaya, misalnya membayar buruh atau beli pupuk.
Beberapa waktu lalu, saya mendengar cerita dari teman yang baru masuk supermarket untuk beli ikan laut. Di samping kolam ikan, berjejer ketela pohon, ketela rambat dan bawang.
Hasil pertanian tersebut dikemas dengan rapi dan dijejerkan di rak. Dan tahukah harganya, harganya mahal-mahal sekali. Per kantong rata-rata belasan ribu rupiah, bahkan sampai puluhan ribu.
Petani-petani di daerah pasti sudah tahu harga pasaran di supermarket. Tentu, itulah yang membuat mereka mengeluhkan kecilnya penghargaan terhadap petani. Ketela yang dibeli dari petani dengan harga sangat murah, lalu dijual dengan harga sangat tinggi di toko.
Dikirim oleh Priyo, Magelang
Anda memiliki berita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Tag
Baca Juga
-
Review Boyfriend on Demand: Suguhkan Dopamine Cinta Tanpa Drama yang Nyata
-
Debut Kolaborasi Anime, YENA Bawakan Lagu Ending Digimon Beatbreak
-
Work From Home bagi ASN: Hemat Energi atau Sekadar Ilusi Efisiensi?
-
Cerita Cinta Gen Z di Era Digital: Dimulai dari DM, Tanpa Status, Berujung Ghosting
-
Kacau! Kemenangan Pecco Bagnaia Pupus karena Masalah Getaran pada Motor
News
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
-
Misi Menyelamatkan Kewarasan dengan Weekly Life Review
-
Pekerja Seni vs. Hukum: Dilema Empati Publik di Kasus Videografer Amsal Sitepu
Terkini
-
Review Boyfriend on Demand: Suguhkan Dopamine Cinta Tanpa Drama yang Nyata
-
Debut Kolaborasi Anime, YENA Bawakan Lagu Ending Digimon Beatbreak
-
Work From Home bagi ASN: Hemat Energi atau Sekadar Ilusi Efisiensi?
-
Cerita Cinta Gen Z di Era Digital: Dimulai dari DM, Tanpa Status, Berujung Ghosting
-
Kacau! Kemenangan Pecco Bagnaia Pupus karena Masalah Getaran pada Motor