Setelah mengucapkan perpisahan untuk tak lagi jadi pemandu "Mata Najwa" dan memutuskan berhenti dari televisi swasta yang membesarkan namanya, Najwa Shihab mem-posting @Menuju Catatan Tanpa Titik. #CatatanNajwa #MataNajwa #NajwaShihab di Instagram, yang direspons oleh puluhan ribu pengagumnya.
Najwa telah menyatakan pamit sebagai jurnalis di Metro TV, kemarin, Selasa (8/8/2017). Sebagian dari penggemarnya menyatakan sedih dan bertanya-tanya tentang keputusannya;
@rnaoktv.ro_; Gw sedih , ada apa dibalik ini?
@dianadhie_; Sedih dengar nya merasa kehilangan Padahal Sy jauh di Papua seperti kehilangan sesuatu yg berharga.. Semoga ada acara baru yg tajam dan tidak berpihak.. Tdk takut untuk mengutarakan fakta yg benar.. Mbak @najwashihab Sukses selalu dan sehat selalu beserta keluarga.. Doa terbaik buat mbak..
@herrisaazw; Bacanya aja bikin heartbreaking.
@budi119@najwashihab; saya merasa sangat kehilangan.
@chachasm; Ah shock liat berita di yahoo, mata najwa sudah berakhir.
@nikentek; Oh nooooo sedih ga ada mbak Nana lagi di metro. Ga ada @matanajwa lagi.. Muatan tv lokal yang sarat akan mutu berakhir sudah. Semoga mbak Nana bisa menginspirasi jurnalis lainnya untuk mengedukasi Indonesia. Sukses terus dan selamat berkarya di tempat yang baru.
Sebagian lagi mengucapkan terimakasih, karena "Mata Najwa" dianggap sebagai tayangan mendidik dan menarik, karena dibawakan dengan gaya khasnya;
@fajryefathah; Terima kasih sebesar2nya untuk mbak @najwashihab yg telah mewakili rasa keingin tahuan kami akan polemik di bangsa ini... Dan terima kasih sudah mengedukasi masyarakat negeri ini.
@oliviakalps; Sedih banget mba nana brhenti dari mata najwa... Semoga bakal ada lagi tayang serupa yg sangat mendidik tentunya... Tayangan yang selalu dinanti2 tiap pekannya. Terima Kasih mba.
@natasya_hyuna; You still my favorite and inspiration.
Pengirim: Shana Wijaya, karyawati.
Baca Juga
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Senja yang Meminjam Fajar
-
Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!
Artikel Terkait
News
-
Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?
-
Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'
-
Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
Terkini
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Senja yang Meminjam Fajar
-
Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!