Para petugas RapidKL, operator angkutan umum di Kuala Lumpur, Malaysia, selalu meninggalkan boneka seram "Annabelle" di salah satu sudut stasiun setiap hari. Boneka bergaun putih, dengan rambut dikucir, serta memiliki tatapan menyeramkan ini memang sengaja ditaruh di salah satu sudut stasiun setiap harinya agar membuat pengunjung stasiun tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu calon penumpang lainnya.
Boneka yang merupakan pemain utama kisah horor ini juga sempat diletakkan di gerbang tiket, agar para calon penumpang menjauhkan diri dari segala perilaku buruk terhadap calon penumpang lainnya dan mau menomorsatukan orang lain. Mereka diminta tetap antre dan tidak memblokir jalan para calon penumpang lainnya.
Perusahaan tersebut juga sempat menulis di akun Facebook-nya, "Pelanggan yang terhormat, akhir-akhir ini kami telah menerima kunjungan kejutan dari Annabelle. Pikirkan sopan santun Anda saat Anda berada di kereta api kami atau...dia akan menghantuimu SELAMANYA."
Postingan ini dilaporkan The Mirror telah dibagikan kepada lebih dari 25.000 kali.
Banyak calon penumpang menganggap pesan tersebut lucu, tapi banyak juga yang merasa takut. Salah seorang penumpang menulis, "Omg! Ini benar-benar membuatku takut !!"
Yang lain menambahkan, "Bayangkan anak-anak harus menghadapi boneka jahat ini saat naik kereta api. Itu akan mempengaruhi mereka sepanjang sisa hidup mereka."
Menanggapi hal tersebut, seorang juru bicara RapidKL mengatakan kepada New Straits Times, "Kami berharap etiket sosial masyarakat akan meningkat. Tidak hanya bila menggunakan transportasi umum, tetapi juga saat mereka menggunakan fasilitas umum."
Para petugas meninggalkan boneka Annabelle di tempat-tempat yang acak, demi memastikan para calon pengguna bersikap tertib.
Pengirim: Antonius Raditya, mahasiswa.
Baca Juga
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik
Artikel Terkait
News
-
Bukan Sekadar Objek Politik: Saatnya Anak Muda Jadi Mitra Strategis Kawal Isu Daerah
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik