“Pacar saya selingkuh, ketika saya meminta putus, dia malah mengancam akan menyebarkan foto-foto (eksplisit) saya dan melaporkan kepada orang tua saya apa saja yang pernah kami lakukan ketika pacaran.” – Nadia (nama samaran), 19 tahun.
“Foto-foto (eksplisit) saya dijual dan disebarkan ke akun-akun pornografi oleh mantan pacar saya.” – Citra (nama samaran), 18 tahun.
“Video (eksplisit) saya disebarluaskan hingga diperlihatkan ke guru sekolah saya.” – Indah (nama samaran), 18 tahun.
Nadia, Citra, dan Indah bukan merupakan satu-satunya korban yang pernah mengalami kasus yang cukup viral di kalangan milenial ini, yang biasa disebut dengan revenge porn. Dari cerita korban-korban di atas, revenge porn sendiri dapat diartikan sebagai tindakan dengan memanfaatkan konten eksplisit korban yang diperoleh pelaku untuk disebarluaskan dengan tujuan ‘balas dendam’ dan menciptakan rasa sakit hati untuk korban.
Revenge porn juga termasuk dalam kekerasan seksual siber (cybersexual crime), di mana berdasarkan data Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan 2018, yang berisi data sepanjang tahun 2017, ada sekitar 65 laporan terkait dengan kekerasan seksual siber (cybersexual crime) yang diterima perempuan.
Revenge Porn sendiri kebanyakan bermula dari romantisme palsu atau fake romanticism yang diciptakan pelaku kepada korban. Dengan mengatasnamakan cinta, pelaku membujuk korban untuk mengirimkan konten eksplisit mereka. Tentu saja dibumbui dengan janji-janji manis bahwa konten tersebut hanya akan dinikmati secara pribadi bukan untuk dibagi ke publik.
Korban lainnya, Sinta (nama samaran), mengatakan bahwa rasa sayang berlebih membuat Sinta mau mengirimkan foto eksplisitnya kepada sang pacar yang terus menerus mengeluh bosan akan hubungan mereka berdua yang gitu-gitu aja, pacarnya berjanji tidak akan meninggalkan Sinta apabila Sinta mengirimkan ‘foto’-nya tersebut. Setelah mereka putus, foto Sinta disebarkan kepada teman-temannya.
Menjadi korban revenge porn dapat meninggalkan trauma tersendiri bagi korbannya, merasa takut dan tidak bisa apa-apa. Namun, bukannya selalu ada jalan keluar dari setiap masalah? Awalnya mungkin terasa sulit, tapi mari kuatkan diri kamu sendiri, that you will get through this like you always do.
Setelah itu, kamu bisa menghubungi lembaga-lembaga pendamping seperti LBH APIK Jakarta, Komnas Perempuan Indonesia, dan Yayasan Lentera Sintas Indonesia. Kamu juga sebaiknya melakukan rehat sejenak dari sosial media, ketimbang melihat respon negatif orang-orang mengenai dirimu, lebih baik kamu melakukan hal-hal yang kamu sukai.
Kamu juga bisa pergi ke psikolog sebagai opsi lain untuk membantumu. Di sisi lain, kamu juga bisa melaporkan kasusmu ke pihak berwajib agar pelaku dapat dikenakan hukuman pidana terkait.
Tapi lebih baik mencegah daripada mengobati, kan? Jadi hati-hati ya dalam menyebarkan konten pribadi kamu ke publik, jangan sampai apa yang kamu lakukan jadi boomerang bagi dirimu sendiri!
Pengirim: Amira Emilia S.
Email: Emilia.amira08@gmail.com
Baca Juga
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
Artikel Terkait
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
News
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya