Jepang merupakan salah satu negara maju yang memiliki perekonomian terbesar di dunia dengan urutan peringkat ketiga setelah Amerika Serikat (AS) dan China. Pada sistem perekonomiannya, Jepang menganut sistem perekonomian campuran, yaitu sistem pasar bebas dan terindustrisasi seperti negara maju lainnya.
Walaupun Jepang memiliki sumber daya alam yang terbatas, namun mengenai perekonomiannya sangatlah maju. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sektor industri yang dimilikinya dengan mengekspor berbagai macam barang, terutama teknologi, ke berbagai manca negara.
Kebijakan Pemerintah Jepang dalam menghadapi masalah ekonomi
Pada tahun 2020 perekonomian Jepang mulai merosot atau melemah yang dikarenakan adanya pandemi COVID-19. Tak hanya negara Jepang saja, namun seluruh dunia juga mengalami dampak ekonomi tersebut. Jepang mengalami kemerosotan ekonomi sebesar 4,8%.
Maka dari itu, untuk memperbaiki perekonomiannya, pemerintah Jepang mengambil suatu kebijakan stimulus yang diberikan sebesar 73,6 triliun Yen atau jika dirupiahkan sekitar Rp9.982,8 triliun dengan kurs Rp.14.100/1 dolar AS.
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan,"Kami menyusun paket stimulus untuk membuka jalan bagi pertumbuhan baru, melindungi mata pencaharian masyarakat, serta mempertahankan lapangan kerja dan menjaga kelangsungan bisnis"
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa stimulus akan diberikan dalam bentuk belanja pemerintah secara langsung sebesar 40 triliun yen dan sisanya akan digunakan dalam bentuk pinjaman tanpa bunga kepada pihak swasta yang termasuk di dalamnya berisi subsidi. Dengan hal ini, Jepang berhasil untuk memperbaiki perekonomiannya sehingga mengalami kenaikan pertumbuhan sebesar 5,3% pada kuartal ketiga (III).
Ekonomi Jepang pada 2021 saat COVID-19 melanda
Kemudian, pada tahun 2021 karena pandemi COVID-19 masih terjadi, Jepang mengalami kemerosotan ekonomi lagi sekitar 5,1%. Bahkan, ketika sampai menjelang Olympic Tokyo 2021 kondisi perekonomiannya telah dilaporkan tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Akan tetapi, pada bulan Juli tahun 2021 mengalami sedikit pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terjadi dikarenakan terdapat peningkatan secara bertahap dari kegiatan industri ekspor yang dilakukannya akibat dari adanya pemulihan ekonomi luar negeri.
Oleh karena itu, pemerintah Jepang menganalisis perkiraan bahwa Jepang akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 4,2% secara tahunan. Dimana, angka tersebut turun dari ekspansi sebesar 4,6% yang diproyeksikan pada bulan lalu.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Strategi Sukses Lewati Macet Arus Balik 2026: Jangan Cuma Modal Google Maps!
-
Mengenal Mere-Exposure Effect: Saat Algoritma Diam-Diam Membentuk Selera Musikmu
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
-
Diskon Tol 30 Persen Menggiurkan: Worth It Mengorbankan Mental Demi Hemat Biaya Arus Balik?
-
Eat the Frog: Agar Pekerjaan Berat Cepat Selesai, Makan 'Kataknya' Dulu!
Terkini
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
-
Dream to You: Hwang In Yeop dan Hye Ri Hadapi Cinta dan Mimpi yang Tertunda
-
4 Brightening Moisturizer Jumbo di Bawah Rp74 Ribu, Bikin Cerah Bebas Kusam
-
Jadi Sorotan Publik, Doyoung NCT Hadir di Acara Pemerintahan saat Wamil
-
Bulughul Maram: Kitab Monumental Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fikih Hadis