Bogor, 14 Agustus 2022, Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor Ajak Selebgram Fathia Irhami untuk mengenal pentingnya belajar Komunikasi Islam di zaman ini.
“Zaman sekarang kita di tuntut mampu menciptakan stigma postif di masyarakat dengan memperbanyak konten positif di media digital, sehingga konten negatif dapat dilawan dengan cara yang baik, tentunya untuk kemahiran ini diperlukan kemampuan akademik yang baik,” jelas Fathia dalam webinar dalam rangka memperkenalkan pentingnya belajar komunukasi dalam Islam bersama KPI UIKA Bogor.
Diakui Fathia, semenjak belajar di KPI UIKA banyak ilmu baru yang dipelajarinya khususnya berinteraksi di media digital khususnya dunia maya. Karna kuliah di KPI juga saat ini Fathia dapat berkarir di dunia maya.
“Belajar di KPI bagi saya adalah anugrah, semenjak 2018 saat di semester 5 saya berkesempatan mempraktekan ilmu yg saya dapat di KPI sehingga menuai rupiah hingga hari ini, jadi saya pastikan kuliah di KPI adalah pilihan yang tepat,” ujar muslimah yang baru saja menyelesaikan sarjananya di akhir tahun 2021 lalu.
Dalam webinar ini juga turut serta hadir Ketua Program Studi KPI UIKA Bogor Dewi Anggrayni PhD. Wanita dengan kepakaran media dan komunikasi ini memastikan bahwa memilih kuliah di KPI sangat menguntungkan dengan kondisi zaman seperti sekarang. Selain diajar oleh dosen yang pakar dibidang komunikasi dan media massa, KPI juga menyediakan tenaga pengajar dengan kepakaran keislaman yang kuat.
“Prodi KPI ini sudah akreditasi A, tentunya secara kualitas boleh diandalkan. KPI UIKA juga setiap semesternya membuka kelas mobility dengan sejumlah kampus di luar negara. Sehingga mahasiswa berkesempatan untuk menambah wawasan keilmuan ke luar negara, seperti Malaysia, Thailand, dan banyak lagi,” jelas
Dosen yang mengampu matakuliah penyiaran dan ilmu jurnalistik ini sangat puas dengan antusias peserta webinar sepanjang acara. Dari 85 peserta webinar secara umum antusia bertanya dan mereka bertahan hingga akhir acara. Sebagian besar peserta terlihat bersemangat bertanya lebih jauh tentang KPI. Bahkan ada peserta yang sudah mencoba ikut tes masuk KPI dengan mencoba peluang beasiswa.
Dijelaskan Dewi, karna prodi ini akreditasi A, otomatis peluang beasiswa besar sekali. Mulai dari beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa tahfidz, beasiswa pancakarsa khusus untuk warga Kabupaten Bogor, dan masih banyak lagi. Dan pendaftaran masih dibuka hingga akhr Agustus 2022.
“KPI tidak hanya belajar ilmu komunikasi dan jurnalistik tetapi juga disertai dasar dasar ke islaman yang kuat, sehingga kelak diharapkan dapat seorang Jurnalis yang sesuai dengan ajaran Islam,” ujar Dewi. Peserta mengaku semakin tertarik dan yakin untuk memilih KPI. Seperti pengakuan Rizki Fadhil salah seorang peserta dari Malang mengaku, usai acara dirinya semakin mantab memutuskan untuk belajar di KPI.
“Aku sempet mau ke kampus negeri tapi ada kendalanya karna jauh, dan jurusan lain pun aku udah pikir-pikir dengan mateng, dan final keputusan aku tadinya antara ambil ilmu komunikasi atau KPI, setelah aku cari tahu lebih dalam, Alhamdulillah nemu jawabannya yaitu KPI Bismillah,” ujar Rizky Fadillah peserta webinar sekaligus pemilik akun Fadill Channel.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Siap Edarkan Ganja Paket Hemat, Pemuda Cari Pasar Mahasiswa Jogja yang Kuliah Luring
-
Edarkan Ganja ke Kalangan Mahasiswa, Seorang Pemuda di Jogja Dicokok Polisi
-
Mahasiswa Baru Ini Pesan Kemeja PDL Jurusan Dua Buah, Alasannya Bikin Haru
-
Ratusan Dosen UI Terjun Langsung ke Lokasi Pengabdian Masyarakat Bareng Mahasiswa
-
Ini Fakta! Bangun PKB di Eks Galian C Gunaksa, Rusak Lingkungan di 40 Titik, Sebagian Besar di Dawan
News
-
Bangun Kedaulatan Warga, Lingkar Keadilan Ruang Gagas Riset Konsumsi
-
Kisah Laboratorium Sedusun: Saat Anak Muda Pilih Pulang dan Bangun Desa
-
Workshop Lingkar Keadilan Ruang: Pasar Sebagai Kedaulatan Ekonomi Warga
-
Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem
-
Tak Perlu Jadi Manusia Super, Tanyakan 3 Hal Ini ke Dirimu Sendiri untuk Menjaga Kewarasan
Terkini
-
Review Your Personal Taxi: Kisah Taksi Antik Penyembuh Luka Batin Penumpang
-
Susul BTS, Stray Kids Tak Kirim Karya Musik ke dalam Nominasi Grammy 2027
-
Ulasan Buku Look! A Bear!: Tentang Persahabatan yang Melampaui Perbedaan
-
Hidup Bukan Konten: Stop Jadikan Media Sosial Penentu Standar Kebahagiaan!
-
Mencari Arti Kebebasan dan Cinta dalam Fish in the Water Karya Lee Chanhyuk