Kedekatan manusia dengan hewan peliharaannya bahkan kadang melebihi dekatnya sesama manusia. Baik manusia maupun hewan jika sudah dekat bak sahabat karib yang saling menyayangi.
Persabahatan karib antara manusia dan hewan dirasakan oleh monyet dan tuannya. Dikutip dari unggahan video akun Instagram net2netnews yang menyandur postingan Twitter effay123 memperlihatkan seekor monyet menunggu jenazah tuannya yang berada di dalam peti.
Monyet tersebut tampak sedih karena sang tuan telah meninggal dunia. Kesedihan dari monyet itu terlihat jelas dari raut wajah dan perilakunya kepada jenazah sang tuan.
Monyet ini mengusap pelupuk matanya seperti ada tangis yang menetes. Si monyet kemudian mengusap kening sang tuan dengan tangan kecilnya.
Si monyet yang sedih melihat sang tuan terbaring tak bernyawa lagi lalu menciumi pipinya.
"Momen pilu monyet usap dan cium jenazah tuannya sebelum dimakamkan," keterangan unggahan video seperti dikutip oleh Yoursay.id, Minggu (20/11/2022).
Tak hanya itu saja, si monyet bahkan menggoyang-goyangkan kalung bunga yang dipakai oleh sang tuan. Ia terlihat ingin berusaha membangunkan sang tuan dari tidur panjangnya.
Momen tersebut sungguh memilukan seolah si monyet mengisyaratkan bahwa dirinya tak ingin berpisah dengan sang tuan tercinta. Para pelanyat yang hadir sorot matanya tak lepas pandang melihat tingkah si monyet kepada jenazah tuannya.
Seorang wanita paruh baya yang memakai baju hijau tampak terharu melihat perlakukan si monyet pada jenazah sang tuan. Momen pilu ini sendiri terjadi di Kota Battucaloa, Sri Langka.
Video tersebut membuat publik merasa terharu dengan si monyet yang begitu sedih kehilangan sang tuan.
"Kasih apa yang dibagikan tuannya kepadanya hingga hewan pun berat kehilangan," ujar seorang warganet.
"Padahal hanya hewan, kenapa saya sedih banget lihatnya," kata yang lain.
"Video ini mengandung bawang (emoji sedih)" imbuh lainnya.
"Bangun tuan bangun, saat si monyet narik tangan si tuan seakan gak rela (emoji menangis)" tanggapan warganet yang lain.
Baca Juga
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
Artikel Terkait
News
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra
-
Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI
Terkini
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les