Mario Dandy Satrio (20 tahun), anak pejabat pajak yang menganiaya David (17 tahun), putra dari pengurus GP Ansor. Penganiayaan itu mengakibatkan David kritis sejak kejadian pada tanggal 20 Februari 2023.
Sosok Mario Dandy Satrio pun langsung mendapat sorotan tajam publik apalagi mempunyai gaya hidup mewah. Berikut fakta-fakta tentang Mario Dandy, anak pejabat pajak yang menganiaya David.
BACA JUGA: Korea Selatan Akui Hak Menikah Sesama Jenis, Pasangan LGBT Dapat Dukungan?
1. Hobi Pamer Kendaraan Mewah
Mario Dandy lewat media sosial TikToknya dengan nama akun @mariodandys sering memamerkan berbagai kendaraan mewah. Mulai dari mobil Robicon hingga motor gede Harley Davidson.
Konten-konten TikToknya banyak mengulas mengenai kendaraan mewah miliknya.
2. Suka Atraksi Motor Mewah
Anak pejabat pajak penganiaya David ini selain hobi pamer kendaraan mewah juga suka melakukan atraksi motor. Beberapa unggahan videonya memperlihatkan Mario Dandy melakukan atraksi mengendarai motor gede seperti Harley Davidson.
Beredar video atraksinya di Twitter dilakuka Mario Dandy di sebuah SPBU hingga jalanan.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Diteror Geng Ferdy Sambo, Pintu Rumah Hakim Wahyu Tembus Dua Peluru, Benarkah?
3. Pernah Sekolah di SMA Taruna Nusantara
Mario Dandy Satrio diketahui pernah menimbah ilmu di sekolah menengah atas bergengsi di Indonesia yakni SMA Taruna Nusantara. Namun, diketahui jika ia tidak pernah menamatkan pendidikannya di sekolah bergengsi ini.
4. Dihujat Habis-habisan Netizen
Setelah kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio kepada David mencuat ke publik. Anak pejabat pajak tersebut langsung mendapatkan hujatan netizen.
Apalagi hobi Mario Dandy ini pamer kendaraan mewah, netizen menyinyiri masalah pajaknya.
"Coba dicek di SPT bapaknya nih. Apakah Rubicon dan Harleynya dilaporkan? Karena di LHKPN 2021 tidak dilaporkan," nyinyir seorang netizen.
"Nih anak besar kepala ya, flexing banget kendraan mewah di medsos, attitudenya pun gak ada," komentar yang lain.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam