Baru-baru ini terjadi insiden penembakan massal di pusat perbelanjaan Siam Paragon, Bangkok, Thailand. Mirisnya, pelaku diketahui masih berusia 13 tahun.
Menyadur dari media Bangkok Post, tiga orang tewas dalam peristiwa itu. Tim operasi khusus berhasil menangkap pelaku di Hotel Siam Kempinski yang lokasinya berdekatan dengan mal tersebut pada Selasa (3/10/2023) pukul 17.10 sore waktu setempat.
Sebelum penangkapan, kepanikan sempat melanda mal tersebut. Peristiwa penembakan terjadi pada pukul 16.20 sore waktu setempat, dan setidaknya sepuluh tembakan terdengar oleh saksi mata. Mereka yang berada di lokasi seketika berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Sebanyak tiga orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit King Chulalongkorn Memorial, sementara satu korban dirawat di rumah sakit milik kepolisian. Diketahui salah satu korban merupakan seorang warga negara asing.
Otoritas Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam tragedi ini. Pernyataan ini disampaikan oleh Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri.
Sementara itu, Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin, juga turut memantau situasi dan perkembangan kasus ini.
Bukan tragedi pertama di Thailand
Tragisnya, peristiwa ini terjadi tak lama sebelum memperingati satu tahun dari insiden penembakan massal di pusat penitipan anak di distrik Nong Bua, Lamphu, yang menewaskan 36 orang, termasuk 24 anak-anak. Hal ini turut menambah daftar panjang tragedi senjata api di Thailand, sebuah negara dengan tingkat kepemilikan senjata api yang cukup tinggi.
Tahun 2020 juga menjadi saksi bisu dari tragedi serupa, di mana seorang mantan perwira militer melakukan amuk massal di sebuah pusat perbelanjaan di Korat. Dalam insiden itu, 29 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Insiden tersebut kini jadi perbincangan hingga publik pun mencuatkan tanda tanya besar terkait regulasi senjata api di negara tersebut.
Thailand dengan sejarahnya yang panjang terkait insiden yang melibatkan kepemilikan senjata api ilegal baik dalam skala kecil maupun besar, tampaknya masih memiliki jalan panjang untuk memitigasi masalah ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Sayang untuk Dilewatkan, Inilah 5 Anime yang Mengangkat Kisah Pemburu Iblis
-
Mengenal 9 Karakter Baru yang Muncul di Serial The Last of Us Season 2
Artikel Terkait
-
Thailand Menderita Kerugian Rp 132 Triliun Imbas Tarif Trump
-
Jangan Takut! Wonderkid Thailand Silva Mexes Cuma Dompleng Manchester United
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
-
Myanmar Berkabung: 7 Hari Masa Berkabung Nasional Usai Gempa Dasyat
-
Pratama Arhan Selamatkan Cewek Thailand dari Bola, Netizen: Cocok Sama Ini Dibandingkan Azizah
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
MBC Resmi Tunda Penayangan Drama 'Crushology 101', Ternyata Ini Alasannya
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga