Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memanggil Lisa Mariana untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Pantauan di lokasi, Lisa Mariana dijadwalkan hadir pukul 10.00 WIB di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025). Namun ia baru tiba sekitar pukul 11.30 WIB bersama kuasa hukumnya, Johnboy Nababan.
Berbeda dari penampilan sebelumnya yang ramai dengan blazer pink menyala, kali ini Lisa tampil lebih kalem mengenakan blazer cokelat dan make up natural. Ia bahkan sempat menanggapi singkat pertanyaan wartawan mengenai riasannya.
"Ini bekas kemarin," ucap Lisa di depan Gedung KPK.
Perempuan 25 tahun itu mengaku tak ada persiapan khusus untuk menjalani pemeriksaan.
"Nggak ada," katanya sambil tersenyum.
Keterangan Penting untuk Penyidik
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pemanggilan Lisa Mariana. Ia menegaskan bahwa keterangannya sangat penting untuk memperkuat penyidikan kasus ini.
"Pemanggilan Saudari LM terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan iklan di BJB," ujar Budi.
Menurut Budi, keterangan Lisa dibutuhkan untuk melengkapi “puzzle” penyidikan, terutama terkait aliran dana non-budgeter yang tengah ditelusuri.
"Tentunya, keterangan ataupun informasi yang nanti disampaikan oleh saudari LM dalam pemeriksaan dengan penyidik, sangat dibutuhkan," tegasnya.
Ia menjelaskan, dana non-budgeter di BJB menjadi sorotan utama penyidik. "Di mana dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan iklan di BJB ini kan kita ketahui bersama, sebagian anggaran digunakan dalam dana non-budgeter ya di BJB," jelas Budi.
"Penyidik menelusuri, apa sih penggunaan dari dana non-budgeter tersebut, untuk apa, untuk siapa, dan itu juga sedang didalami," imbuhnya.
Publik Nantikan Pemanggilan Ridwan Kamil
Setelah Lisa diperiksa, perhatian publik tertuju pada nama lain yang ikut disebut dalam kasus ini, yaitu mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Apakah KPK juga akan memanggil Kang Emil untuk memberikan keterangan?
Menjawab hal tersebut, Budi Prasetyo menegaskan bahwa saat ini belum ada jadwal pemanggilan untuk Ridwan Kamil. Namun ia memastikan, jika jadwal sudah ditentukan, KPK akan mengumumkannya secara terbuka.
"Nanti jika sudah ada jadwal pemanggilannya, seperti biasa nanti kami akan sampaikan ya," katanya di Gedung Merah Putih KPK.
Budi menekankan bahwa KPK menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam setiap proses penyidikan.
"Karena KPK sifatnya transparan, setiap progres penegakan hukum, proses penanganan perkara, kami update ke masyarakat," ujarnya.
Menurut Budi, keterbukaan informasi sangat penting karena kasus dugaan korupsi di BJB menyangkut sektor strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Karena kami memahami, dukungan dan harapan masyarakat sangat tinggi terhadap penanganan-penanganan perkara di KPK," kata Budi.
"Terlebih perkara-perkara yang sedang berjalan saat ini juga di sektor-sektor strategis dan juga sangat dekat dengan hajat hidup masyarakat banyak," tambahnya.
Lisa Mariana sendiri dianggap sebagai saksi kunci yang keterangannya berpotensi mengurai keterlibatan pihak-pihak lain. Pemeriksaan ini juga menjadi sorotan lantaran dilakukan setelah hasil tes DNA sebelumnya membuktikan bahwa anak Lisa bukanlah anak biologis Ridwan Kamil.
Kasus Masih Bergulir
Dengan diperiksanya Lisa Mariana, publik kini menunggu langkah KPK berikutnya. Apakah Ridwan Kamil akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan?
Hingga kini, KPK masih mendalami berbagai informasi dari saksi-saksi untuk memperjelas aliran dana non-budgeter di Bank BJB.
Baca Juga
-
Perpisahan Tak Menunggu Kita Siap: Pelajaran dari Novel You've Reached Sam
-
Ulasan Foufo: Kisah Persahabatan Alien Luar Angkasa dan Pengepul Rongsok
-
Gagal Pecahkan Rekor, Enola Holmes 3 Debut Angka 20,7 Juta Views di Netflix
-
Review Novel Every Day: Ketika Tokoh Utama Berganti Tubuh Setiap Hari
-
Dari Gagal Penalti dan Tekuk 2-0 Maroko, Prancis Tunjukkan Mental Juara
Artikel Terkait
-
'Terakhir Lihat Pas 17-an', Kesaksian Pegawai Kemnaker Soal Momen Terakhir Noel Sebelum Diciduk KPK
-
Wamenaker Noel Kena OTT KPK, Menaker Yassierli 'Gebrak Meja': Korupsi Langsung Siap Dicopot!
-
Apa Kabar Noel Pasca OTT? Jabatan Lenyap dan Kini Hadapi 5 Kenyataan Pahit Ini
-
Ungkit Label Jokowi Pemimpin Korup 2024, Rocky Gerung Sebut OTT Noel Makin Lengkap: Sama-sama Rakus!
-
Wamenaker Ebenezer Terjaring OTT, Mahfud MD: Taring KPK dan Konsistensi Prabowo Terbukti
News
-
Bukan Sekadar Bola, Konflik Mbappe vs Senator Paraguay Berpotensi Jadi Masalah Diplomatik!
-
Masa Depan Pariwisata Yogyakarta: Menjaga Budaya di Tengah Arus Global
-
"Diutus" Presiden: Mengapa Ucapan Ketua MPR Ahmad Muzani Picu Kontroversi Konstitusi?
-
Rumah Kosong di Banjarmasin Jadi Saksi Bisu: Mengapa 'Ngelem' Kembali Marak di Kalangan Remaja?
-
Che Cupumanik Rilis Single 'Luka Kolektif' Bersamaan dengan Buku 'Luka Kolektif Manusia Digital'
Terkini
-
Perpisahan Tak Menunggu Kita Siap: Pelajaran dari Novel You've Reached Sam
-
Ulasan Foufo: Kisah Persahabatan Alien Luar Angkasa dan Pengepul Rongsok
-
Gagal Pecahkan Rekor, Enola Holmes 3 Debut Angka 20,7 Juta Views di Netflix
-
Review Novel Every Day: Ketika Tokoh Utama Berganti Tubuh Setiap Hari
-
Dari Gagal Penalti dan Tekuk 2-0 Maroko, Prancis Tunjukkan Mental Juara