Jessica Wongso disebut-sebut tidak menangis ketika mendiang Mirna Salihin meninggal dunia. Hal itu diungkapkan oleh kembaran Mirna, Sandy Salihin dalam video yang diunggah pada tahun 2018 lalu.
Sandy Salihin menyebut jika Jessica Wongso jadi satu-satunya orang di lokasi kejadian yang tidak menangis.
“Dia sama sekali nggak nangis. Dia satu-satunya orang yang nggak nangis di sana,” ungkap Sandy Salihin menggambarkan sosok Jessica yang saat itu menyaksikan detik-detik Mirna sekarat, dalam program 60 Minutes Australia.
Jessica Wongso bahkan digambarkan tenang ketika Mirna Salihin tengah diburu-buru dibawa ke rumah sakit. Saat Jessica Wongsi tampak tidak nyaman di rumah duka Mirna pun turut menjadi sorotan.
Sandy Salihin secara khusus mengomentari Jessica Wongso yang masih bisa tertawa dan tersenyum kendati ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Mirna oleh Polda Metro Jaya.
Di sisi lain, Jessica Wongso sempat memberikan kesaksikan jika dirinya tak melihat ayah Mirna menangis. Kesaksian Jessica Wongso itu diungkapkan dalam persidangan pada tahun 2016 lalu.
Awalnya, Jessica Wongso ditanya oleh Otto Hasibuan selaku kuasa hukumnya soal reaksi mendiang Mirna meninggal dunia.
Jessica Wongso lalu menyampaikan ibu mendiang temannya itu terlihat begitu sedih. Sandy Salihin dan Hanny, teman Mirna, dikabarkan menangis.
Sementara itu, Edi Darmawan selaku ayah Mirna disebut tidak menangis oleh Jessica Wongso.
"Seingat saya mukanya [mama Mirna] sedih, tapi saya enggak ingat menangis," ungkap Jessica Wongso dalam cuplikan persidangan yang diunggah akun TikTok @andimanti95, dikutip pada Jumat (13/10/2023).
"[Papanya Mirna] itu tidak, [yang nangis] Sandy dan Hanny. Saya tidak ingat ibunya [menangis] tapi mukanya sedih, kalau ayahnya enggak menangis," tambahnya.
Baca Juga
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"
Artikel Terkait
-
'Tak Ada yang Buruk', Keseharian Jessica Wongso di Dalam Bui: Ngajar Bahasa Inggris-Jadi Desainer
-
Terungkap, Eks Istri Muda Ayah Wayan Mirna Korban Sianida Meninggal dalam Posisi Sujud
-
Bukan Jessica Wongso, Kamaruddin Simanjuntak Duga Kematian Mirna Salihin Karena Tikus yang Diracun
-
Video Jessica Wongso Garuk Celana Dituding Gatal Kena Sianida, Pakar Telematika: Itu Rekayasa
-
Kontroversi Jenazah Mirna Salihin Berwarna Biru dan Merah, Ini Sebab Kulit Orang Meninggal Berubah Warna
News
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Mengenal Kimpul, Umbi Lokal Pengganti Nasi yang Sedang Viral Jadi Seblak hingga Tteokbokki
-
Baitul Arqam PWM Papua Barat Tuntas Digelar, Cetak Kader Kokoh Berlandaskan Islam Berkemajuan
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
Terkini
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian