Jejak karier Immanuel Ebenezer alias Noel kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan itu ditangkap terkait dugaan pemerasan terhadap perusahaan penyedia sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Tak hanya dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto, perjalanan singkat Noel menuju kursi mentereng di kabinet pun kini ramai diperdebatkan warganet.
Lahir di Riau pada 22 Juli 1975, Noel tercatat sebagai lulusan Universitas Satya Negara Indonesia. Namun, jauh sebelum dikenal sebagai politisi, ia pernah bekerja sebagai driver ojek online pada 2016.
Karier politik Noel dimulai ketika ia mendirikan dan memimpin relawan Jokowi Mania (Joman) pada Pemilu 2019. Berkat perannya sebagai loyalis militan, Noel kemudian mendapat posisi komisaris utama di PT Mega Eltra, anak usaha BUMN Pupuk Indonesia, pada 2021 hingga 2022.
Menjelang Pemilu 2024, Noel kembali bermanuver dengan mendirikan relawan Prabowo Mania 08 untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming. Setelah Prabowo resmi terpilih sebagai presiden, Noel diangkat menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada Oktober 2024.
Dengan kata lain, hanya dalam kurun delapan tahun Noel mampu menapaki perjalanan karier dari seorang driver ojek online hingga pejabat negara. Lonjakan karier singkat ini lantas menuai kritik publik.
Salah satu akun X, @tanyarlfes, menyebut bahwa perjalanan Noel membuktikan jabatan publik di Indonesia tidak selalu diraih lewat pendidikan tinggi atau pengalaman panjang, melainkan lebih pada kedekatan politik.
“Syarat utama menjadi pejabat di Indonesia: lulusan PTN ternama, tidak. Banyak pengalaman kerja, tidak. Punya skill menjilat, iya,” tulis akun tersebut, Jumat (22/8/2025).
Banyak warganet pun mengamini kritik itu. Mereka menyoroti ketidakadilan antara syarat ketat bagi rakyat biasa saat mencari pekerjaan dengan mudahnya seorang relawan politik melesat menjadi pejabat tinggi.
“Ini ditaruh di LinkedIn juga kagak masuk akal,” komentar akun @mega***.
“Dari ketua relawan politikus jadi komisaris utama itu gimana ceritanya,” tulis @Enora***.
"Bahkan nama kampusnya pun harus browsing dulu baru tahu," tulis @@lamalam***.
Kini, karier kilat Immanuel Ebenezer yang semula menjadi kisah “dari nol hingga puncak” berakhir tragis. Dari kursi relawan hingga ruang penyidikan KPK, perjalanan Noel meninggalkan catatan kontras dalam peta politik Indonesia.
Baca Juga
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
Artikel Terkait
-
Kode Eks Wamenaker Noel Saat Minta Moge Ducati ke Anak Buah: Kalau Buat Saya, Cocoknya Apa?
-
'Penyakit Kronis di Kemenaker': OTT Noel Bukan yang Pertama dan Mungkin Bukan Terakhir
-
Kursi Wamenaker Kosong, DPR Serahkan ke Prabowo Ajukan 2 Syarat Mutlak!
-
Pakar Hukum Nilai Permohonan Amnesti Noel ke Presiden Prabowo Tidak Rasional
-
Siapa Irvian Bobby Mahendro? 'Sutradara' Korupsi Rp6,9 Miliar di Balik OTT Noel
News
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi
-
KKN-MAs Kelompok 19 Kenalkan Dimsum Lele untuk PMT Balita di Puthukrejo
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Gabung Grup Maut AVC Women's 2026, Begini Peluang Timnas Voli Putri Indonesia
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan