Lagi-lagi, politisi Dedi Mulyadi bikin jagat maya geger. Bukan karena kebijakan atau manuver politik, tapi gara-gara sebuah gestur yang dianggap kelewat batas oleh sebagian orang. Dalam sebuah perayaan HUT RI, Dedi Mulyadi terekam kamera sedang berlutut penuh hormat di hadapan kereta kencana Nyi Roro Kidul.
Seketika, video itu meledak di media sosial. Aksi yang mungkin dimaksudkan sebagai bentuk pelestarian budaya ini malah memicu perdebatan sengit dan tuduhan serius: penistaan agama dan perbuatan syirik.
Momen yang Memicu Badai di Medsos
Semua berawal dari sebuah video yang diunggah akun X (dulu Twitter) @ukhty_onya. Dalam video itu, Dedi Mulyadi yang memakai pakaian dinas putih terlihat berlutut di atas karpet merah. Posisinya persis di depan kereta kencana megah yang sudah dihias bunga-bunga.
Sambil menunduk, ia menyatukan kedua tangan di depan dada, mirip gestur menyembah. Momen yang terlihat sakral ini langsung jadi santapan empuk netizen. Nggak butuh waktu lama, kolom komentar pun berubah jadi medan perang digital.
Gelombang Protes dan Tuduhan Syirik Akbar
Mayoritas reaksi yang muncul bernada negatif. Banyak yang menganggap tindakan Dedi Mulyadi sudah melanggar akidah Islam. Salah satu video balasan bahkan secara gamblang menyebut aksi itu sebagai dosa terbesar.
"Dalam konteks agama kita Islam ritual-ritual yang dilakukan oleh kang Dedi Mulyadi adalah ritual yang dangan dilarang di dalam agama kita Islam," ucap seorang pria dalam video tersebut.
Ia nggak berhenti di situ. Dengan tegas, ia melabeli gestur hormat itu sebagai syirik akbar.
"Apalagi acara penyembahan kepada kereta kencananya Nyi Roro Kidul, apalagi menyembah Nyi Roro Kidul ini adalah kesyirikan, syirik akbar," tegasnya.
Argumen bahwa ini adalah bagian dari budaya pun dimentahkan. Menurutnya, tidak semua warisan leluhur harus dilestarikan jika jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama.
Komentar dari warganet lain pun nggak kalah pedas. Mereka seolah berlomba-lomba menghakimi aksi Dedi Mulyadi.
"Bisa kita bayangkan perjuangan para wali 9 dalam meluruskan aqidah, agar agama dan budaya tidak berbenturan, mana kebiasaan budaya yg boleh dilanjutkan mana yg tidak," tulis akun @RE***AN.
"Silahkan melestarikan budaya tapi jika bertentangan dengan tauhid wajib kita tolak," imbuh @ca***OB.
Bahkan ada yang langsung menyerukan ajakan politik yang tajam. "Tinggalkan pemimpin yg suka dg perbuatan syirik..," timpal @ar***_r.
Antara Budaya dan Agama: Debat yang Nggak Ada Habisnya
Di sisi lain, Dedi Mulyadi memang dikenal sebagai politisi yang sangat kental dengan budaya Sunda. Baginya, gestur semacam itu bisa jadi murni bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah dan seni, bukan penyembahan.
Dalam tradisi Jawa dan Sunda, kereta kencana sering dianggap benda pusaka yang sarat nilai filosofis, bukan objek untuk disembah.
Namun, di era media sosial yang serba cepat ini, konteks sering kali hilang. Apa yang terlihat di layar adalah seorang pejabat publik berlutut di depan benda yang diasosiasikan dengan sosok gaib.
Kontroversi ini sekali lagi menunjukkan betapa sensitifnya persinggungan antara praktik budaya lokal dengan tafsir agama di Indonesia. Jadi, menurut lo, sob, aksi Dedi Mulyadi ini murni upaya melestarikan budaya atau udah kelewat batas?
Baca Juga
-
Budaya 'Kondangan Akademik' Mahasiswa: Bentuk Dukungan atau Tekanan Sosial?
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
Artikel Terkait
-
Dedi Mulyadi Berlutut di Depan Kereta Kencana: Antara Pelestarian Budaya dan Tuduhan Penistaan Agama
-
Bertemu Dedi Mulyadi KW, Sikap Ibu-ibu Minta Diborong Dagangannya Dikecam Tak Pantas
-
Dedi Mulyadi Puji Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Indramayu, Bukti Polri Tak Pandang Bulu
-
Viral! Dedi Mulyadi Sebut Rakyat Sama Serakahnya dengan Politisi Korup
-
Viral Dedi Mulyadi Sebut Rakyat Juga Korupsi Sama Seperti Politisi: Dikasih Lapak 1 Ambil 5
News
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
-
FH UNY Gelar PkM di MIM Tonjong, Kenalkan Pendekatan 'Deep Learning' untuk Guru Muhammadiyah
-
Viral! Toko Roti di Thailand Jual Croissant 'Berambut', Warganet Jijik Sekaligus Penasaran
Terkini
-
Budaya 'Kondangan Akademik' Mahasiswa: Bentuk Dukungan atau Tekanan Sosial?
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker