Sarah Sadiqa resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada Selasa, 17 September 2025. Ia menggantikan Hendrar Prihadi yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, bersamaan dengan sejumlah menteri dan wakil menteri baru. Presiden Prabowo sendiri yang memimpin pengucapan sumpah jabatan, menandai awal kepemimpinan baru di LKPP.
Sarah bukanlah sosok asing di LKPP. Sebelum dilantik, ia menjabat sebagai Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan sejak Februari 2020.
Dengan rekam jejak panjang dan berbagai jabatan strategis yang pernah diemban, penunjukannya dianggap tepat untuk membawa LKPP menuju tata kelola pengadaan barang/jasa yang lebih transparan dan efisien.
Karier Panjang Sarah Sadiqa di LKPP
Perjalanan karier Sarah dimulai di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 1996 sebagai Staf Perencana Pendanaan Pembangunan Luar Negeri.
Dari sana, ia kemudian beralih ke pusat kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah pada 2005, yang kemudian berkembang menjadi LKPP.
Di LKPP, Sarah menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari Direktur Direktorat Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional (2011–2013), Direktur Perencanaan Pengadaan RAPBN (2013), hingga Direktur Pengembangan Sistem Katalog (2013–2014).
Ia juga menjabat sebagai Direktur Pelatihan Kompetensi (2014–2015) sebelum naik ke posisi Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi (2015–2020). Setelah itu, ia dipercaya menjadi Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan (2020–2025).
Dengan pengabdian lebih dari dua dekade, karier Sarah di LKPP menunjukkan dedikasi yang konsisten terhadap pembenahan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah.
Pencapaian dan Dedikasi Sarah
Sebagai Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan, Sarah memainkan peran sentral dalam merumuskan kebijakan pengadaan nasional. Ia berkontribusi dalam pengembangan sistem e-katalog, perencanaan RAPBN, hingga penguatan kapasitas SDM pengadaan pemerintah.
Kepemimpinannya selama periode 2011–2025 memperlihatkan konsistensi dalam mendorong transparansi dan efisiensi sistem pengadaan. Kontribusinya turut memperkuat monitoring dan evaluasi yang menjadi tulang punggung akuntabilitas belanja negara.
Sarah juga telah menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dua kali, masing-masing pada 2005 dan 2015, sebagai pengakuan atas loyalitas dan prestasinya sebagai Aparatur Sipil Negara.
Latar belakang akademiknya juga mendukung kiprah profesionalnya. Ia menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Trisakti pada 1992, lalu meraih gelar Master of Science dari Northeastern University, Boston, Amerika Serikat, pada 1999.
Dengan pengalaman panjang, kepemimpinan Sarah diharapkan mampu memperkuat tata kelola pengadaan yang profesional, efisien, dan bebas dari praktik koruptif.
Pelantikan Sarah Sadiqa sebagai Kepala LKPP menandai hadirnya sosok baru dengan rekam jejak matang untuk memimpin lembaga strategis tersebut. Dengan kombinasi pengalaman panjang, prestasi gemilang, dan dedikasi yang tinggi, Sarah diharapkan dapat membawa pembaruan signifikan dalam sistem pengadaan pemerintah Indonesia.
Baca Juga
-
Didampingi Kakak Jerome Polin, Na Daehoon Jalani Sidang Cerai Perdana
-
Usai 17 Tahun Bersama, Marissa Anita Ajukan Gugatan Cerai ke Andrew Trigg
-
Mengenal Rully Anggi Akbar, Dosen dan Praktisi F&B yang Menikahi Boiyen
-
Sosok Helwa Bachmid, Model 22 Tahun yang Nikah Siri dengan Habib Bahar
-
Resmi Nikah, Boiyen dan Rully Anggi Akbar Kejutkan Penggemar
Artikel Terkait
-
Profil Ahmad Dofiri, Wakapolri yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
-
Profil Sarah Sadiqa yang Dilantik Jadi Kepala LKPP: Pendidikan, Rekam Jejak dan Kekayaan
-
Hitung Mundur Dimulai? Analis Sebut Kapolri Diganti Usai Hari TNI, Ini Sinyalnya
-
Bukan Program, Ini Arahan Pertama Presiden Prabowo untuk Menko Polkam Barunya
-
Tongkat Estafet Tokoh Menko Polkam: Ada SBY, Mahfud MD, Wiranto, hingga Djamari Chaniago
News
-
Bulan Syaban 2026 Sampai Tanggal Berapa? Jadi Batas Akhir Bayar Utang Puasa
-
Kota yang Bising, Pikiran yang Lelah: Apa Kabar Kesehatan Mental Anak Muda?
-
Mengenal Tradisi Sate Cabai dan Bawang, 'Mantra' Unik Masyarakat Indonesia Halau Hujan
-
Bahaya Paylater dan Present Bias: Mengapa Kita Sulit Menabung Setelah Gajian?
-
Teror Relevansi: Membedah Cara Algoritma Memanen Waktu dan Menghancurkan Batin
Terkini
-
6 Zodiak yang Punya Aura Mahal Alami: Tetap Berkelas Meski Tampil Sederhana!
-
Healing ke Mana-mana, Pulang-pulang Tetap Ingin Resign
-
Olivia Dean Menang Best New Artist Grammy Awards 2026
-
Bikin Baper dan Tegang, Inilah 4 Drama Korea Bertema Fantasi yang Wajib Ditonton
-
Bertarung di FIFA Series 2026, Indonesia Dipastikan Tak Bisa Dapatkan Poin Maksimal dari Lawannya