Yudo Sadewa, anak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kini kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah video singkat yang menyinggung para mahasiswa.
Video tersebut diunggah di media sosial pribadinya pada Selasa (21/10/2025), kemudian dibagikan ulang oleh Instagram @lambegosiip.
Dalam video itu, Yudo Sadewa tampak mengenakan masker putih dan hoodie hitam. Ia menyampaikan pernyataan yang menyinggung dunia aktivisme mahasiswa.
"Guys, nanti kalau kalian udah lulus kuliah jangan kaget kalau temen kalian yang dulu ikut demo aktif, jadi tersangka kasus korupsi, guys, karena zaman sekarang mahasiswa itu dibayar untuk demo," ujar Yudo dalam video tersebut, dikutip dari Instagram @lambegosiip, pada Rabu (22 10/2025).
Tidak hanya itu, Yudo juga menulis caption tajam yang memicu perdebatan pada kolom keterangan unggahan.
"Mereka demo bukan karena antikorupsi, tetapi karena tidak kebagian jatah," tulisnya.
Unggahan tersebut langsung menuai ragam reaksi dari warganet. Sebagian warganet mengingatkan Yudo agar berhati-hati berbicara di ruang publik, terlebih pernyataannya itu dapat berimbas terhadap nama besar sang ayah yang tengah mendapat dukungan luas, baik dari kalangan akademisi, pegiat ekonomi kerakyatan, maupun dari masyarakat luas.
"Sudah tidak kaget lagi. Doa baik menyertai keluarga Pak Menkeu," tulis @bun*** di kolom komentar.
"Maunya jangan ikutan spek up. Biarkan semua serahkan kepada netizen, karena netizen kita semua pintar-pintar," timpal @vin***.
"Bisa nggak sih anaknya jangan sering-sering speak up di sosmed. Takutnya jadi bahan untuk nyerang bokapnya entar. Biarkan Pak Purbaya kerja dulu benahi sistem. Entar kalau ada teror atau ancaman yang ngga bisa diatasi, baru deh boleh speak up. Biar masyarakat yang maju," sahut @can***.
Terlepas dari pro dan kontra, peristiwa ini kembali membuka ruang diskusi mengenai tatakrama dan tatacara generasi muda menyampaikan opini di era digital.
Sebagai anak pejabat publik, setiap kata yang diunggah ke media sosial akan dengan mudah dikaitkan dengan posisi dan reputasi orang tuanya.
Diketahui, beberapa waktu terakhir, Purbaya Yudhi Sadewa memang banyak mendapat sorotan positif karena dinilai konsisten memperjuangkan transparansi fiskal dan pengelolaan utang negara dengan begitu hati-hati.
Dilansir dari laman Suara.com, dinyatakan bahwa sejumlah akademisi bahkan menyebut Purbaya sebagai sosok teknokrat yang mampu menjaga stabilitas ekonomi tanpa kehilangan integritas. Namun, di tengah citra positif itu, unggahan sang anak justru memunculkan dinamika baru di ruang publik.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Artikel Terkait
-
Ditantang KDM Soal Dana Mengendap Rp4,1 T, Menkeu Purbaya: Mungkin Anak Buahnya Ngibulin Dia
-
BI Benarkan Menkeu Purbaya soal Data Dana Mengendap Pemda di Bank
-
Tak Saling Sapa di Sidang Paripurna, Isu Keretakan Purbaya dan Luhut Kian Mencuat
-
Menkeu Purbaya Larang Impor Pakaian Bekas, Ancam Thrifting di Pasar Senen?
-
Bakal Denda Importir Pakaian Bekas, Purbaya: Saya Rugi Kasih Makan Orang di Penjara
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping