Sekar Anindyah Lamase | Mira Fitdyati
Potret Sulianto Indria Putra (Instagram/suliantoindriaputra)
Mira Fitdyati

Nama Sulianto Indria Putra tengah menjadi sorotan publik. Di usianya yang baru 19 tahun, remaja yang akrab disapa Suli ini berhasil menghasilkan Rp100 miliar dari dunia kripto dan investasi.

Angka itu tentu membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana seorang remaja bisa mencapai hal sebesar itu.

Melalui sebuah podcast di kanal YouTube Samuel Christ pada Kamis (11/12/2025), Suli menceritakan hal-hal yang menurutnya membuat dirinya berbeda dari anak-anak seusianya.

Suli menjelaskan bahwa ia adalah tipe orang yang sangat memperhatikan detail. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele oleh banyak orang justru menjadi fokusnya.

Attention to detail kali ya, jadi orang itu suka ngerasa satu ke delapan puluh itu gampang, tapi delapan puluh ke seratus itu susah,” ujar Suli.

Ia mencontohkan dunia konten kreator. Menurutnya, hampir semua orang bisa membuat video, tetapi tidak semua mampu menyampaikan pesan dengan baik melalui bahasa tubuh atau cara bicara.

“Jadi misal orang pengen jadi konten kreator, mungkin bikin rekam video itu bisa, tapi orang dari misalnya body language itu susah gitu,” tutur Suli.

Bagi Suli, perhatian terhadap detail kecil justru menjadi hal penting. Ia percaya bahwa orang yang mampu memperhatikan hal-hal kecil inilah yang pada akhirnya bisa mencapai hasil besar.

“Jadi menurut aku orang yang bisa attention to detail, orang yang bisa perhatiin sampai detail-detail printilan kecil-kecil itu eventually make it gitu,” kata Suli.

Suli juga mengungkapkan bahwa perhatian pada detail bahkan muncul ketika ia berkenalan dengan seseorang, mulai dari bahasa tubuh hingga hal-hal kecil lain yang menunjukkan karakter orang tersebut.

Selain itu, Suli menyebut dirinya sebagai orang yang pandai memanfaatkan momentum. Ia merasa sering dihadapkan pada berbagai peluang dan berusaha untuk mengambilnya dengan tepat.

“Mungkin aku lebih bisa memanfaatkan momentum aja sih, dan dihadapkan dengan momentum-momentum yang banyak gitu,” ucapnya.

Suli mengakui bahwa ia tidak selalu bekerja dengan intensitas tinggi setiap waktu. Namun, ketika ada momentum yang harus dimaksimalkan, ia akan mendorong dirinya bekerja jauh lebih keras.

“Dan aku rasa aku nggak spend too much effort ya dalam bekerja. Cuman di saat ada momentum aku bakalan push gila-gilaan sih,” ujar Suli.

Di usia yang masih sangat muda, Suli membuktikan bahwa cara pandang dan kebiasaan sehari-hari dapat membawa seseorang pada pencapaian yang jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS