Menjelang penyelenggaraan Festival Film Purbalingga (FFP) 2026 yang akan berlangsung pada 4 Juli–1 Agustus 2026, panitia menggelar Pelatihan Pemutaran Film (Layar Tanjleb) pada 13–14 Juni 2026 di Bioskop Misbar Purbalingga.
Pelatihan ini diikuti oleh 36 perwakilan pemuda desa dari 18 desa di wilayah Banyumas Raya sebagai bagian dari persiapan perluasan Program Layar Tanjleb tahun ini.
FFP 2026 menargetkan penyelenggaraan Layar Tanjleb di 50 desa dan kelurahan. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, layar pemutaran film berhasil hadir di 40 titik desa dan kelurahan. Meski secara target hanya membutuhkan tambahan 10 titik, panitia menyebut terdapat sekitar delapan desa yang sebelumnya terlibat namun tidak melanjutkan penyelenggaraan pada tahun ini karena berbagai alasan.
Direktur FFP, Bowo Leksono, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar hingga teknis penyelenggaraan pemutaran film secara mandiri.
“Karena Program Layar Tanjleb ini program pemuda desa dan kelurahan menuju kemandirian, diharapkan nantinya dalam pelaksanaan para pemuda sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,” ujar Bowo.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti pelatihan mulai pukul 08.00–17.00 WIB.
Pada hari pertama, materi yang diberikan meliputi penulisan artikel Layar Tanjleb, manajemen pemutaran film, penulisan surat resmi, serta teknik dokumentasi kegiatan.
Sementara pada hari kedua, peserta akan mengikuti praktik mendirikan layar, teknis pemutaran film, pemrograman film, hingga penyusunan jadwal Program Layar Tanjleb FFP 2026.
Untuk dua sesi terakhir, panitia juga menghadirkan perwakilan 31 desa dan kelurahan yang sebelumnya telah menjadi bagian dari Laskar Layar Tanjleb di Banyumas Raya.
Adapun pelatihan akan diisi oleh sejumlah fasilitator, yaitu Direktur FFP Bowo Leksono, pegiat CLC Purbalingga Nanang Budi Santoso dan Lukman Maulana, serta Content Manager Viddsee, Arie Kartikasari.
Nanang mengatakan rekrutmen peserta Program Layar Tanjleb tahun ini tidak dilakukan secara terbuka.
“Karena tahun ini kami hanya mencari Laskar Layar Tanjleb untuk 50 desa dan kelurahan se-Banyumas Raya,” katanya.
Pelatihan Pemutaran Film (Layar Tanjleb) FFP 2026 diselenggarakan bekerja sama dengan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya melalui program MTN AsahBakat yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini juga didukung oleh Bioskop Misbar Purbalingga, Sangkanparan, dan Art Film Banjarnegara yang tergabung dalam Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB).
Baca Juga
-
Mystery Theater: Perjalanan Lintas Waktu Nebula Mengungkap Korupsi Sekolah
-
5 Rekomendasi HP NFC Murah Terbaik 2026,Solusi Praktis untuk Transaksi Digital Harian
-
Kembali Beraktivitas, Kim Soo Hyun Gabung Proyek Iklan untuk Merek Filipina
-
Sinopsis Last Note, Drama Jepang Terbaru Yuki Uchida dan Takuto Teranishi
-
Siklus Beli-Ganti-Buang: Murah Saat Dibeli, Mahal bagi Lingkungan
Artikel Terkait
News
-
Sering Diandalkan tapi Kesepian? Saatnya Anak Sulung Punya Ruang untuk Didengar
-
Bencana dan Ketimpangan Struktural: Menggugat Realitas di Balik Gempa Filipina Selatan
-
Creator Merchant Makin Ramai, Event Jejepangan Ikut Dorong Industri Kreatif
-
Tak Perlu Bingung, Ini Cara Nonton Piala Dunia 2026 secara Resmi dan Legal!
-
Orang Utan Jennifer dan Hayato Dipertemukan, Simbol Persahabatan Indonesia-Jepang dalam Konservasi
Terkini
-
Mystery Theater: Perjalanan Lintas Waktu Nebula Mengungkap Korupsi Sekolah
-
5 Rekomendasi HP NFC Murah Terbaik 2026,Solusi Praktis untuk Transaksi Digital Harian
-
Kembali Beraktivitas, Kim Soo Hyun Gabung Proyek Iklan untuk Merek Filipina
-
Sinopsis Last Note, Drama Jepang Terbaru Yuki Uchida dan Takuto Teranishi
-
Siklus Beli-Ganti-Buang: Murah Saat Dibeli, Mahal bagi Lingkungan