BANTUL– Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia mendorong akademisi untuk turun langsung memberikan edukasi hukum berbasis masyarakat. Menggandeng Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sewon Utara, Bantul, Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (FH UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta penguatan ketahanan keluarga.
Acara yang dihadiri oleh 40 pimpinan PCA Sewon Utara ini berlangsung pada Selasa (11/8/2026) di Basecamp Sewon Center, sebuah fasilitas yang dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sewon Utara, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua PCA Sewon Utara, Dwi Susilawati, menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi strategis ini. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi bahwa tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di skala nasional memicu keprihatinan mendalam. Oleh karena itu, pemahaman holistik mengenai konsep ketahanan keluarga menjadi hal mendesak untuk diterapkan.
"12 fungsi konsep keluarga sakinah yang diinisiasi oleh ‘Aisyiyah, seperti dalam hal pendidikan dan kesehatan, perlu dipahami untuk gerak langkah keluarga," ungkap Dwi Susilawati yang juga merupakan guru di Madrasah Mu’allimat Yogyakarta tersebut.
Ia berharap kegiatan ini dapat menambah khazanah keilmuan para pengurus serta mampu memperkuat lingkungan dakwah di wilayah Sewon Utara pada khususnya dan Yogyakarta pada umumnya.
Hadir sebagai narasumber utama, Afifah Fatwa Dewi memaparkan materi krusial mengenai spektrum KDRT yang kerap tidak disadari oleh korban maupun lingkungan sekitar.
Mantan Konselor Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sleman ini menegaskan bahwa bentuk KDRT tidak terbatas pada kontak fisik semata.
"Kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya kekerasan fisik dan psikis, namun juga kekerasan seksual, ekonomi, dan penelantaran rumah tangga," tegas Afifah di hadapan peserta.
Menurutnya, langkah pencegahan utama dimulai dari pembenahan relasi internal.
"Hubungan keluarga harus dibangun atas penghormatan dan kesetaraan agar kekerasan rumah tangga tidak terjadi," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdi, Prof. Eny Kusdarini, menjelaskan bahwa kegiatan PkM ini tidak sekadar penugasan akademis perguruan tinggi, melainkan sarana edukasi untuk meluruskan pemahaman publik terkait kekerasan domestik.
"Seringkali kita kurang memahami apa itu KDRT, dan menganggap hal itu adalah biasa dalam rumah tangga, padahal itu adalah kekerasan," ujar Profesor pada Ilmu Hukum UNY tersebut.
Di samping itu, Prof. Eny mengungkapkan bahwa momentum pengabdian ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi institusi.
"Kami menyadari bahwa Fakultas Hukum masih berusia satu tahun. Maka kegiatan pengabdian ini adalah salah satu cara kami memperkenalkan Fakultas Hukum kepada masyarakat," pungkasnya.
Melalui sinergi antara akademisi hukum dan organisasi kemasyarakatan ini, para peserta yang merupakan pimpinan gerakan perempuan di tingkat cabang diharapkan mampu menjadi agen edukasi hukum.
Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini menjadi bekal penting dalam membentengi keluarga-keluarga di Sewon Utara dari potensi KDRT demi terwujudnya tatanan masyarakat yang harmonis dan adil.
Baca Juga
-
Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?
-
Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'
-
Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?
-
Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
Artikel Terkait
News
-
Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?
-
Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'
-
Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
Terkini
-
Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?
-
Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Deindustrialisasi Dini: Industri Tumbuh, tetapi Lapangan Kerja Menyusut
-
Anime Shin Oishinbo Ungkap Tiga Pengisi Suara Utama Jelang Tayang 2027