Kopi dikenal sebagai minuman dengan karakteristik cita rasa unik dan berbeda antara kopi satu dengan yang lainnya, sekaligus menjadi minuman favorit bagi sebagian masyarakat mulai dari remaja hingga dewasa.
Kopi Gondang salah satunya, yang berada di Dusun Gondang Pusung, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Kopi Gondang merupakan kopi robusta khas kaki gunung Merapi yang ditanam pada ketinggian 700 mdpl, pada ketinggian ini tanaman kopi akan memiliki potensi kandungan rasa dengan kesan mild dan karakter rasa lembut.
Tanah di lereng Gunung Merapi sendiri di kenal memang cocok untuk lahan pertanian karena tanahnya yang subur, salah satu faktornya adalah kandungan material hasil letusan Gunung Merapi.
Dalam prosesnya roasting kopi secara umum terutama di Indonesia terdapat 3 level yakni light roast, medium roast, dan dark roast. Kopi Gondang sendiri menggunakan medium roast yang memiliki warna biji yang lebih sedikit kecoklatan dan tidak memiliki minyak di permukaan biji.
Medium roast memiliki suhu biji kopi pada kisaran 210 derajat Celsius dan 220 derajat Celsius. Hasil olahan medium roast pun membuat Kopi Gondang menghasilkan banyak rasa serta memiliki aroma, dan keasaman yang lebih seimbang.
Bagi masyarakat yang awam akan kopi kemungkinan akan menganggap kopi sebagai minuman pahit. Akan tetapi bagi mereka yang mengenal kopi, akan mengerti banyaknya jenis dan perbedaan cita rasa kopi.
Saat ini Kopi Gondang menyediakan 2 ukuran kemasan yakni 500 gram dan 250 gram. Tertarik untuk mencoba?
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok
-
Mudah dan Murah! Begini Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kulkas Pakai Kopi
-
Modal Photocard Idol, Penjualan Melejit! Kok Bisa Strategi Marketing Ini Laku Keras di Indonesia?
-
Buku Besar Peminum Kopi: Kepahitan Hidup dalam Secangkir Kopi dan Papan Catur
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
Ulasan
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan
Terkini
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo
-
Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh
-
Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya