Pernah menjadi korban fitnah? Bagi yang pernah merasakannya, pasti hati terasa panas kan ya? Bagi mereka yang berani, sudah pasti akan langsung berusaha meluruskan fitnah tersebut meskipun berpotensi untuk menimbulkan keributan. Sementara bagi yang tak berdaya, kebanyakan akan memilih untuk diam demi menghindari kericuhan, sekaligus berharap agar fitnah yang menerpa segera berakhir seiring dengan berlalunya waktu. Namun, bagaimana jika tanpa diketahui sebab musababnya, kamu menjadi korban fitnah besar, berskala nasional dan langsung menjadi musuh negara pada saat itu juga? Tentu menjadi sebuah hal yang sangat tidak diharapkan. Sayangnya, hal itu terjadi pada Kang Dong Won pada filmnya yang rilis pada tahun 2018 lalu berjudul “Golden Slumber”
Di film berdurasi 108 menit arahan sutradara No Dong Seok tersebut, Gun Woo (diperankan oleh Gang Dong Won), sejatinya adalah seorang warga negara yang baik. Bekerja sebagai kurir pengantar paket, Gun Woo dikenal sebagai pribadi yang ramah senyum dan juga humble. Bahkan, Gun Woo sendiri merupakan salah satu warga yang diberikan penghargaan sebagai warga negara yang baik.
Hingga pada suatu hari, ketika tengah mengantar paket, Gun Woo bertemu dengan Moon Yeol (diperankan oleh Sang Yoon Kye,) temannya ketika masih muda. Setelah berbasa-basi sejenak, Moon Yeol memberikan sebuah pesan kepada Gun Woo sebelum pada akhirnya membawa mobil kurir yang biasa dikendarai oleh Gun Woo. Hingga tiba-tiba, sebuah ledakan mobil terjadi di dekat Gun Woo. Belum hilang rasa kaget yang dialaminya, Gun Woo kembali harus dikejutkan dengan pengumuman bahwa dirinya-lah yang menyebabkan ledakan tersebut sehingga membunuh seorang kandidat presiden di Korea Selatan. Kaget? Tentu saja iya!
Mengingat pesan Moon Yeol, Gun Woo pun pada akhirnya berlari mencari tempat persembunyian sambil mencoba memahami apa yang terjadi. Selama berhari-hari, Gun Woo harus berlari dari satu tempat ke tempat lainnya. Terbersit keinginan untuk meminta bantuan kepada teman-temannya, namun Gun Woo selalu ingat pesan dari Moon Yeol untuk tak mempercayai siapapun untuk saat ini. hingga pada akhirnya, Gun Woo dengan susah payah, berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya tidaklah bersalah seperti apa yang dituduhkan kepadanya. Bagaimana caranya ya? Lalu, apa sejatinya makna Golden Slumber ini bagi Gun Woo? Semua jawabannya terangkum dalam film yang sudah menawarkan ketegangan dari awal ini teman-teman!
Sekadar informasi, film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Golden Slumber yang ditulis oleh Kotaro Isaka. Selain Kang Dong Won, artis-artis lain yang terlibat dalam film ini adalah Han Hyo Joo, Kim Sung Kyun, hingga tiga nama beken lain seperti Kim You Jung, Choi Woo Sik dan Jung So Min yang tampil sebagai cameo. Satu catatan, meski Kim You Jung tampil sebagai cameo, namun dia berperan penting dalam pengungkapan kasus Gun Woo ini lho!
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dibalik Sangar dan Brutalnya Aksi Agent Kim Reactivated, Ada Kisah Ayah dan Anak yang Menguras Emosi
-
Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan
-
Ternyata Fanatisme Film Samakdo Lebih Horor dari Teror Setan, Ngeri Banget!
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Review Drama Kingdom, Melawan Teror Zombi di Tengah Intrik Politik Joseon
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"